AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 90 AKU BAHAGIA


__ADS_3

Sementara judeo sudah sampai di kota T dan sedang perjalanan menuju rumah baru mereka Dari Bandara. Rasanya judeo sudah tidak sabar untuk sampai di rumah itu.


Judeo sengaja tidak memberitahu Ester dan raditya kalau Dia datang hari ini. Dia ingin memberi kejutan untuk mereka.


"Jo, kamu sudah urus semuanya"


"tentang apa dulu tuan"


"ester dan radit"


"sudah tuan"


"tentang panti"


"sudah juga tuan , semua biaya untuk panti diambil dari rekening pribadi tuan"


"iya"


Selama ini duitku selalu aku berikan dan hamburkan untuk hal yang tidak berguna , sekarang aku ingin berikan untuk sedikit lebih berguna, batin judeo.


Dia bertekad mulai sekarang akan menanggung hidup papinya. Karena sebenci-bencinya judeo dulu sama papinya, ternyata papinyalah yang menyelamatkan anaknya dan juga istrinya.


Begitu dia sampai di rumah ternyata rumah itu sudah sepi. Itu artinya radit sudah berangkat sekolah dan Ester, apa dia sudah berangkat kerja juga.


"sepertinya rumah sepi tuan" ucap jo begitu mereka tiba depan rumah.


"iya, mungkin sudah pada berangkat"


Jo akhirnya mencari bell supaya dibukakan Pintu.


Begitu Bell bunyi terlihat seorang pengawal yang ditugaskan jo untuk menjaga rumah Ester berlari membuka pintu.


"selamat pagi pak, tuan" tutur pengawal itu setelah membuka pintu gerbang.


"pagi, kok sepi sudah pada jalan"? Tanya judeo


"den radit sudah berangkat sekolah pak, tapi non Ester sama nyonya sepertinya lagi sarapan"


"ohhhh" syukurlah Ester belum berangkat kerja. Judeo akan bujuk Ester untuk libur karena judeo ingin seharian sama Ester dan radit.


Judeo langsung masuk rumah dan melihat tante sama papinya serta Ester sedang sarapan.


"pagi pak bu, ada Pak judeo dan Pak jo di depan" ucap ina asisten rumah tangganya sambil agak menunduk.


"oh iya, bilangin kesini langsung ikut sarapan" ujar pak ganda senang begitu juga ibu Silvia yang sedan siap-siap sarapan. sementara Ester mendengar nama judeo hatinya sudah deg-degan, seperti seorang gadis yang baru pertama Kali di appelin pacarnya.


Ester menjadi salah tingkah, apalagi saat judeo dan jo menuju mereka mendekati Meja makan.


"Selamat pagi semua "

__ADS_1


"pagi deo, ayo gabung sarapan sekalian" ujar pak ganda sangat gembira sambil mempersilakan judeo dan jo duduk dengan menunjuk kursi yang masih kosong.


"iya" ucap judeo langsung duduk disebelah Ester tanpa Salim dulu kepada orang Tuannya.


Sementara jo, setelah mengantarkan tuannya ke meja makan, dia ingin langsung mencari para pengawal yang dia tugaskan di rumah Ester untuk berkumpul. Dia ingin tahu keluhan dan kerja mereka selama ditinggal ke Jakarta.


"jo kamu mau kemana, gabung dulu makan" ujar pak ganda.


"iya pak, tapi saya ingin ketemu orang dulu sebentar. " ujar jo sopan.


"tapi sarapan dulu jo, sebentar, harus makan ayo" ucapnya lagi setengah memaksa.


Mau ngga mau akhirnya jo duduk dulu disebelah ibu Silvia.


"apapun yang mau kita kerjakan kita harus makan dulu nak" ujar bu silvia sambil memberikan piring kosong kepada jo.


Jo yang tidak pernah mendapat perhatian lembut seperti yang diberikan ibu Silvia merasa terharu ada yang perhatian.


Jo ikut merasa terharu dengan keakraban dan kehangatan keluarga pak ganda. Dia melirik kepada tuannya judeo yang seperti memberi sinyal mengiyakan lewat matanya. Akhirnya jo sarapan disiapin seorang ibu seperti bu Silvia.


"Ester siapin sarapan deo nak" ucap bu silvia karena melihat Ester agak bengong.


"iya bu" Lalu dengan telaten Ester menyendok nasi goreng ke piring judeo.


"ini mas, cukup segini " tanya Ester berusaha menguasai diri.


"iya" judeo juga merasa seperti di dunia yang Berbeda, penuh kebersamaan Dan kehangatan dan keakraban, di tambah lagi dia dilayani oleh wanita yang selalu Dia rindukan tanpa sadar.


Setelah sarapan seperti biasa hanya pak ganda yang duduk diam , yang lain sudah sibuk dengan kegiatan masing - masing.


Dan Sekarang judeo ikut menemani papinya duduk.


"Gimana tadi perjalanan kalian, lancar"? tanya pak ganda senang dan terlihat sangat antusias.


"lancar pi" judeo sudah mulai mencairkan hatinya untuk berkomunikasi dengan pak ganda.


"terus apa rencanamu nak"


Selalu diperlakukan lembut begini membuat judeo sangat nyaman dan siap cerita apa aja sama papinya.


"gimana ya" judeo celingukan melihat kiri kanan seperti takut di dengar orang.


"kenapa, kamu takut Silvia atau Ester dengar" tanya pak ganda melihat ketidak nyamanan judeo sambil senyum kecil.


"iya, aku ingin tanya pendapat papi dulu" ujarnya agak maju


"ohhhh, apa itu nak "


"aku ingin bersatu dengan ester"

__ADS_1


"maksudmu"?


"papi kan tahu dulu kami menikah karena terpaksa. " ujarnya lesu


"terus"


"aku ingin kami bersatu seperti pernikahan umumnya " ucapnya lugas


"apa dulu kalian menikah tanpa surat-surat"?


"iya dulu pokoknya aku tidak mikirin apa-apa Pi, aku hanya ingin dia bisa aku buat menderita. Tapi Ester bilang itu adalah Zinah, dan dia minta di nikahi di depan altar"


"terus"


"Ya itu, jo mengundang pemuka agama dan menikahlah kami di salah satu gereja"


"tapi tidak kamu daftarkan pernikahanmu secara negara"


"dulu aku ngga mau terikat" jawanya apa adanya


"mmmhhhh, pernikahan kalian itu sah secara agama, walaupun waktu itu terpaksa, tinggal kamu daftarkanlah secara negara supaya status radit jelas "


"sudah Pi, kemarin jo sudah urus semua "


"kalau begitu sekarang terserah kamu dan Ester , toh kalian sah suami istri."


"menurut papi apa Ester akan setuju"? tanya judeo serius


pak ganda terlihat menarik Nafas.


"maaf nak kalau mengenai perasaan papi ngga bisa tebak. Tapi satu yang pasti ester itu hatinya sangat lembut. Dia tidak ingin menyakiti hati siapa pun, papi tahu itu. Jadi raihlah dia dengan ketulusan hati jangan kemewahan belaka. Dia itu wanita yang unik tidak tergiur dengan segala kemewahan. Kamu tahu bahkan adikmu aldo sangat mencintainya dulu, tapi Ester bisa menolaknya tanpa meninggalkan sakit hati"


"apa, Aldo suka Ester "? Tanya judeo geram ga terima.


"iya deo, tapi Ester ga terima. Dia bilang cukup satu laki -laki dalam hidupnya " ujar pak ganda tetap sabar.


Judeo merasa malu sendiri menghadapi papinya yang selalu tenang. Papinya tetap bisa menerima sisi judeo yang gampang tersulut emosi.


"papi punya satu pesan buat kamu. Kalau kamu ingin meraih Ester, raihlah hatinya Dan juga hati radit, karena mereka berdua itu memiliki ikatan yang sangat kuat. kamu tidak bisa hanya meraih satu orang, harus dua - duanya."


"iya pi"


"kalau kamu hanya meraih hati radit, kamu hanya bisa melihatnya tanpa bisa meraihnya, karena bahkan untuk tinggalpun mereka tidak bisa terpisah. Sehingga dulu radit harus sekolah di kota ikut ester" tutur Pak ganda.


"makanya itu, tolong bantu aku untuk meraih hati ester" mohon judeo ke papinya karena dia tahu Ester sangat sayang sama papinya.


"Papi akan bantu doa nak"


Hai semua jangan bosan Ya, upnya Lama

__ADS_1


dukung terus Ya like, coment dan vote


Terimakasih


__ADS_2