
Judeo semakin hari semakin tidak terkontrol hidupnya. Dia tidak perduli lagi dengan banyak hal termasuk mencari pasangan hidup.
Pagi ini judeo bangun dengan lebih semangat, entah karena apa dia sendiri tidak terlalu menyadarinya. Sambil bersiul kecil dia sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.
"selamat pagi tuan"
"Pagi Jo"
"tuan terlihat berbeda pagi ini, ada sesuatu tuan"
"hahaha lucu kamu, apanya yang berbeda" ucap judeo masih ada sisa ketawanya barusan yang membuat Jo semakin bengong. Tidak biasanya tuan judeo bicara sebanyak dan serileks ini. mungkin tuan lagi bahagia dalam hati Jo.
"tapi pagi ini tuan terlihat sangat bahagia dan segar"
"emang biasanya kusut gitu"? jawaban-jawaban judeo membuat Jo semakin terpana.
'Benar ngga sih ini tuan judeonya, yang biasanya sangat dingin dan sedikit ngomong malah bisa serileks ini' batin Jo
"oh ya, apa schedule saya"?
"pagi ini kita harus ke hotel xx tuan untuk bertemu tuan Smith, dan setelah itu ada rapat di kantor pada jam satu siang setelah makan siang, Lalu malamnya tuan akan ke acara makan malam dengan pak Robert, sementara saya nanti jam dua siang sudah terbang ke daerah timur tuan untuk melihat prospek dan perkembangannya setelah tiga bulan kita pegang"
"ohhh nanti kamu berangkat sendiri"?
"iya tuan, karena daerahnya lumayan terpencil, butuh dua tiga jam dari bandara"
"ohhhh " terlihat Judeo seperti berpikir.
"boleh juga tuh Jo, batalin semua jadwalku, kita berangkat bareng selama tiga hari, aku butuh suasana baru makanya saya sedikit tertantang untuk pergi"
"hahhhhh, ikut kesana tuan"
"kenapa hahhh kamu, sampai melongo gitu"
"apa tuan yakin dengan ucapan tuan. maaf tuan tapi daerah itu lumayan terpencil dan fasilitasnya kurang memadai. menuju lokasi tuan harus jangkau dari darat sekitar tiga jam"
"terus"
"terus, tidak ada sih tuan, saya takut tuan cape dan bosan"
"saya ingin lihat langsung suasana yang berbeda"
"tapi tuan" ucapan Jo tertahan karena dia takut tuannya marah, tapi kalau tidak dia sampaikan dia takut tuannya akan kewalahan dilapangan yang akhirnya merepotkan Jo juga.
"kamu meragukan jiwa petualangan ku"?
"tidak tuan"
"apa kamu lupa saya bekas preman pasar"?
"tidak tuan"
"terus kenapa kamu keberatan"
"tidak, baiklah tuan saya cancel semua jadwal tuan hari ini"
"kita kesana seminggu kalau begitu, saya tambahin lagi"
"baik tuan"
Jo langsung bergegas ke ruang kerja tuan judeo untuk melakukan tugasnya sementara judeo sarapan.
Di meja makan judeo melihat handphonenya berdering dan tertulis dilayar ponselnya mami calling....
Judeo tida perduli dengan handphonenya yang berdering. dia tetap sarapan dengan tenang dan tak ada niat untuk mengangkat panggilan di handphonenya.
Tidak berapa lama panggilan itu beralih ke handphone Jo, yang sudah barang tentu selalu diangkat.
'hallo, selamat pagi nyonya'
__ADS_1
'pagi, mana deo'
'lagi sarapan nyonya'
'dimana handphonenya'
'sama tuan nyonya'
'kenapa dia ngga angkat panggilanku'
'kurang tahu nyonya'
'kasih handphonemu sama dia'
'baik nyonya, sebentar, saya lagi diatas diruang kerja tuan' Jo langsung berlari turun menuju meja makan.
"tuan nyonya mau bicara sama tuan"
"saya lagi makan"
"katanya penting tuan"
"speaker aja"
"baik tuan"
'ada apa mi'
'deo, kamu ngga bisa lebih menghargai mami' ucap nyonya citra tegas dan dominan tetap
'saya lagi makan, to the point aja' judeo malah berujar dingin
'kamu harus ikut mami besok ke acara lelang proyek'
'ngga bisa' jawab judeo datar
'kenapa'
'cancel yang lain, ini penting dan proyek besar'
'saya ngga mau'
'deo' bentak maminya
'nanti siang saya sudah berangkat keluar kota'
'berapa hari'
'acara apa' cecar Bu citra
'meninjau proyek' jawab Deo tenang
'meninjau proyek kan bisa diundur deo' ucap mami citra geram
'ini ngga bisa'
'pokoknya besok kamu ikut'
'terserah, yang penting saya sudah bilang ngga bisa'
'deoooo' teriak Bu citra tapi judeo sudah memutus panggilannya. nyonya citra sangat geram dengan sikap anaknya yang langsung memutus sambungan teleponnya.
"Carla" teriaknya sama asistennya karena terlalu emosi.
"ya nyonya" Carla mendekat karena sedikit kaget juga.
"kita ke kantor Deo pagi ini"
"ada apa nyonya, kita ada meeting penting pagi ini nyonya dengan pihak kontraktor"
__ADS_1
"batalkannn" teriaknya lagi
"babaiikkk nyonya" ucap Carla setengah bingung.
Carla buru-buru menghubungi sekretaris kantor ibu citra untuk membatalkan semua schedule pagi ini.
Setelah menghubungi sekretaris kantor Carla buru-buru mendekati nyonya citra lagi.
"sudah nyonya"
"kita jalan sekarang"
"baik nyonya"
Carla keluar dari kamar nyonya citra bersama nyonyanya, walaupun dia sedikit bingung mau kemana sekarang. Kenapa tiba-tiba nyonyanya ingin ke kantor putranya.
Begitu sampai di kantor judeo ternyata sang pemilik belum tiba di kantor. Sekretaris judeo langsung mempersilakan ibu citra untuk menunggu di ruangan bosnya.
Tidak berapa lama judeo baru tiba di kantor CJ miliknya.
"selamat pagi tuan"
"hmmmm"
Judeo langsung meninggalkan security yang membukakan pintu mobil untuknya dan langsung masuk dan naik keriangannya. Dia tidak terlalu respeck dengan para karyawan yang menunduk menyapanya. Sampai begitu tiba didepan ruangannya sekretarisnya mengatakan bahwa maminya ada di dalam menunggunya.
"pagi pak"
"mmmmm"
"nyonya citra sudah menunggu di dalam tuan" ucap sang sekretaris membuat judeo sejenak terdiam
"siapa"?
"nyonya citra sudah menunggu di dalam tuan" ulang sang sekretaris membuat judeo melirik Jo, seolah bertanya apa maminya memberitahukan kepada Jo mau ke kantornya. Jo hanya menggeleng seolah sudah mengerti arti tatapan tuannya.
Mereka berdua akhirnya langsung masuk ruangan judeo, dan terlihat disana nyonya citra duduk dengan tenang namun wajahnya sedikit terlihat kesal.
"ada apa mami kesini"
"apa kamu ngga bisa lebih sopan sama orang tua"? geram ibu citra melihat tingkah judeo yang langsung duduk di kursi kebesarannya sementara nyonya citra dan Carla duduk di sofa.
"to the point aja mi, saya buru-buru"
"besok kamu harus ikut aku"
"aku ngga bisa"
"harus" ucap ibu citra sambil berdiri saking geramnya.
"terserah, saya malas berdebat" ucap judeo langsung menyalakan laptopnya.
"deoooo" teriak ibu citra
Tapi judeo tidak bergeming, dia tetap fokus ke laptopnya, entah serius entah pura-pura yang pasti dia fokus ke laptopnya.
"Baik kalau kamu sudah tidak mau mendengar mami lagi, yang jelas semua ini mami lakukan untuk kamu" ucap ibu citra kehabisan kata-kata.
Judeo masih belum bergeming, dia masih setia di kursi kebesarannya dan menatap laptop didepannya.
"Sebenarnya besok itu mami mau mengenalkan kamu dengan seseorang, anak dari rekan bisnis kita. aku dan daddy-nya sudah sepakat mengenalkan kalian. Dia itu cantik , supel, lulusan luar dan anak dari pemilik salah satu retail terbesar di kota ini, pak Bagas. kamu pasti sudah mengenalnya. Kamu mau nunggu apa lagi, kamu harus punya keturunan Deo", ucap nyonya citra akhirnya sedikit melunak.
"aku ngga mau"
"ini demi masa depan kamu Deo, pilihan mami pasti tidak salah, kamu tahu kan standard mami. Kamu pasti akan beruntung mendapatkannya"
"Benarkah??? tapi aku ngga mau" ucap judeo mantap membuat ibu citra melongo.
Hai hai hai i am come back ya
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan koment.
I love you all๐๐ค