AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 22 SETELAH JADI ISTRI


__ADS_3

Setelah semua prosesi selesai, sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri. Judeo mencium kening istrinya Ester, cieeeeeee istri nih, hal yang tidak pernah dibayangkan oleh judeo sebelumnya. Dia tidak pernah ingin memiliki ikatan, dia hanya ingin bersenang-senang dalam hidupnya. Dia hanya tahu kesenangan itu harus punya duit.


Ester melangkah keluar dari rumah ibadah itu dengan perasaan yang masih sangat campur aduk, tapi dia harus tetap kuat.


"tuan, kita balik ke apartemen dulu atau langsung ke bandara, tuan mau meeting disana"


"jam berapa"? tanya judeo datar


"jam sebelas"


"sekarang"?


"jam sepuluh lewat sedikit tuan"


"langsung ke bandara"


"baik tuan"


Jo langsung membereskan semua urusan dan memerintahkan supir untuk mengantar Ester kembali ke apartemen sementar dia tetap harus ikut tuan judeo.


"kamu diantar supir kembali ke apartemen, karena saya dan tuan judeo akan ada meeting di bandara" jelas Jo ke Ester yang baru beberapa menit yang lalu jadi istri bosnya.


"iya tuan"


Ester langsung masuk ke mobil yang akan mengantarnya pulang, sementara judeo sudah menunggu Jo dimobilnya, karena Jo harus membereskan semuannya dulu.


Sepanjang jalan mau pulang airmata Ester sudah tidak dapat dia bendung. Dia menangis karena sangat sedih sekali mengingat kedua orang tuannya kembali. Dia juga tidak bisa meraba kearah mana nanti pernikahannya ini.


Tapi satu yang pasti, seandainya tuan judeo ingin menjadikannya budaknya di tempat tidur pun, mereka tidak berzinah karena mereka suami istri, walau hanya secara agama. Setidaknya itulah sedikit perlawanan Ester membela haknya, yang bahkan mungkin ngga berarti buat tuan judeo.


Begitu sampai apartemen Ester langsung masuk kamarnya dan mengganti baju pengantinnya. Setelah itu Ester mencari sesuatu di dapur karena dia sangat lapar.


'hahaha seorang pengantin kelaparan, bukankah biasanya pengantin itu ratu' batin Ester tersenyum kecut


"tidak apa-apa Ester, jangan tawar hati, jangan takut, semua pasti berlalu, kamu pasti bisa" ucapnya untuk diri sendiri


Ester mencari sesuatu di dapur, dan syukurnya masih ada sisa mie instan yang sering dia simpan.


'apa hari ini aku sudah bisa kerja ya? kan menurut tuan Jo, setelah acara pernikahan selesai, kita kembali ke kehidupan masing-masing tanpa ada perubahan' batin Ester sambil merebus mie instannya.


Setelah makan mie instan, Ester langsung masuk ke kamarnya dan ingin istirahat. ternyata sudah lewat tengah hari, benar-benar hari yang padat dan melelahkan.


Akhirnya Ester tertidur pulas dikamarnya sampai jam menunjukkan angka enam sore.


Judeo dan Jo sampai diunit judeo sekitar pukul lima tiga puluh.


Judeo dan Jo saling pandang, mencari keberadaan Ester yang ternyata masih ketiduran.t


"apa perlu saya cari ke belakang tuan"?


"tidak usah, paling di kamarnya"

__ADS_1


"kalau begitu ada lagi yang harus saya kerjakan tuan"


"hasil fix rapat tadi secepatnya kirim ke saya"


"baik tuan, kalau begitu saya permisi"


"hmmm"


Jo berlalu dari unit judeo, dia takut mengganggu judeo ingin bersama Ester. biar bagaimanapun mereka pengantin baru dan sepertinya tuan judeo memang menginginkan Ester.


'semoga aja tuannya bisa sedikit punya hati untuk Ester, kasihan gadis itu' batin Jo


Judeo langsung masuk ke kamarnya, dia ingin segera berendam.


Jam enam lewat Ester kebangun dari tidurnya, dia sedikit kaget ternyata hari sudah sore. Dia bingung telepon tuan Jo atau tidak ya, dia ingin kerja sore ini, kalau ngga besok dia makan apa.


Ester keluar ke depan berbarengan dengan judeo keluar dari kamarnya ingin ambil minum di kulkas. Ester mundur dulu karena kaget melihat tuan judeo. Sementara judeo tetap mengambil minum di kulkas dengan ekor matanya menangkap keberadaan Ester di dekat pintu.


Judeo ingin meletakkan gelas bekas minumnya di wastafel, tapi matanya menangkap pemandangan langka di keranjang sampah. bungkus mie instan. Ini adalah pemandangan yang sangat jarang dilihat oleh judeo. karena dari dulu maminya sudah mendoktrin bahwa mie instan tidak bagus.


"kamu masak mie instan" todong judeo ke arah Ester


"iya tuan"


"kamu pikir itu sehat"


"maaf tuan, yang penting kenyang dulu baru mikirin sehatnya"


"maaf tuan"


Judeo ingin berlalu keruang depan, dan itu tidak disia-siakan oleh Ester untuk bertanya.


"maaf tuan judeo, apa hari ini saya sudah bisa bekerja" tanya Ester dengan segala keberanian yang ada.


"apa, kerja" judeo terlihat berpikir sejenak lalu berbalik ke arah Ester.


"berapa gajimu disana"


Ester menunduk tidak berani menatap judeo, karena pasti dia akan dihina lagi.


"sepuluh ribu tuan sama satu porsi makan apa saja, terserah"


"sepuluh ribu"? tanya judeo melotot, karena itu hanya uang parkirnya aja kurang.


"iya tuan" Ester mengangguk


"tidak usah kerja, nanti Jo kasih dua puluh ribu sehari" ucap judeo berlalu


"benarkah, terimakasih tuan" ucap Ester.


"satu lagi, jangan masak mie instan" ucap Deo berbalik kearah Ester.

__ADS_1


"baik tuan"


Ester akhirnya masuk kembali ke kamarnya. Sekarang dia bingung mau ngapain, sementara perutnya sudah lapar lagi.


Tapi baru aja Ester ingin rebahan lagi, terdengar tuan Jo memanggil.


Tok tok tok


"non Ester" Dengan cepat Ester bangkit membuka pintu.


"ada apa tuan Jo"


"sebentar lagi nasi gorengnya datang, kamu belum makan malam kan? apa tadi siang kamu masak mie instan"


"iya tuan" ucap Ester agak menunduk


"tuan judeo penyuka olahan mie, tapi tidak dengan mie instan"


"baik tuan"


"ayo tunggu pesanannya" ucap Jo berjalan meninggalkan kamar Ester.


Esterpun berjalan mengekor dibelakang Jo menuju meja makan. Tidak berapa lama pesanan mereka sudah tiba. Untuk pertama kalinya mereka bertiga makan bareng setelah judeo dan Ester jadi suami istri.


Ester tidak enak kalau selalu Jo yang menyiapkan semuannya. Esterpun berusaha mengimbangi peran Jo semampunya, misalnya dengan menyiapkan minum untuk tuan judeo. Dan anehnya judeo tidak komplin lagi, biasanya dia hanya mau yang disiapkan oleh Jo.


Setelah selesai makan malam judeo dan Jo beranjak dari meja makan, sementara Ester masih membereskan piring-piring kotor.


"berikan dia dua puluh ribu sehari, biar tidak usah kerja" ucap judeo saat mereka sudah duduk berdua disofa.


"maksud tuan, nona Ester"


"hmmmm"


"baik tuan" ucap Jo, lagi-lagi tuannya berubah. sejak kapan tuannya ini memberi makan orang yang dia benci.


'sepertinya kehadiran nona Ester, sedikit membawa pengaruh positif sama tuan judeo' batin Jo.


"dikasih setiap hari apa sekalian sebulan tuan" tanya Jo takut salah


"terserah kamu aja"


"baik tuan" karena dia yakin bosnya ini paling malas mengurusi hal-hal kecil begini. Duit enam ratus ribu sebulan bukanlah duit menurut bosnya, itu bisa habis sekali makan siang bahkan kurang.


"belum genap sehari nona Ester jadi istrinya, sudah banyak hal yang berubah" gumam Jo sambil senyum dalam hati.


Hai pembaca setiaku


jangan lupa like, coment dan vote ya.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2