
Judeo benar-benar mengejar semua pekerjaan yang terkendala. Sementara maminya tetap mengharapkan dia hadir Minggu depan. Padahal dalam hati judeo sudah bertekad bahwa Minggu depan dia sudah bersama Radit dan Ester.
Tapi supaya maminya berlalu dari kantornya, judeo mengatakan bahwa nanti dia usahakan.
Sudah jam di sepuluh malam judeo masih bekerja di kantornya, Jo yang mengerti tujuan bosnya untuk segera ketemu anaknya lagi hanya bisa mengikuti dan mendukung, karena sebenarnya pertemuannya dengan ester memberikan pengaruh ke arah lebih baik.
"tuan sebaiknya anda makan dulu, anda mau dipesanin atau makan di luar"
"pesan aja, biasa"
"baik tuan" Jo langsung memesan makanan kesukaan tuannya yaitu berbagai olahan mi.
"Jo, apa yang harus aku lakukan untuk melindungi Radit dan Ester dari mami"
"saran saya mendingan tidak usah beritahu dulu tuan sampai nona Ester yakin dengan perasaannya sana anda. Saya lihat tuan sendiri sudah mencintai nona Ester"
"apa hubungannya"
"ada tuan, kalau nona Ester sudah yakin dengan perasaan anda, dia tidak akan gampang di pengaruhi oleh nyonya, dan aku yakin wanita seperti nona Ester tidak akan gampang melepas cintanya tuan"
"jangan berbelit-belit"
"iya tuan, jadi tuan harus meyakinkan nona Ester kalau tuan mencintainya"
"caranya"
"tidak bisa instan tuan, apalagi nona Ester sudah mengalami banyak hal karena pengaruh tuan"
"terus"
"dekati Radit, jangan sampai kepercayaan Radit kepada tuan berkurang. Mereka itu satu kesatuan tuan"
"iya kamu benar juga"
"dan lagi tuan, pembuktian cinta itu pasti butuh waktu tuan jika mau hasilnya maksimal"
"kamu seperti tahu cinta aja"
"hehhh maaf tuan, baca literatur"
Mereka akhirnya kembali bergulat dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Tapi mendengar saran Jo tadi, judeo jadi ingin telepon Ester.
'apa mereka sudah tidur ya, takutnya aku mengganggu' batin judeo
'tapi coba deh, aku juga ingin lihat wajah mereka dulu, sebagai mood booster' batinnya.
dddrrttt dddrrttt
"hallo"
"hallo Ester, Radit sudah tidur"
"ini belum, baru mau tidur"
"hallo papa, Radit tadi mau telepon papa, tapi kata mama papa sibuk tidak bisa di ganggu"
"ohhh iya, lain kali telepon aja, kalau papa ngga angkat telepon om Jo"
"iya pa, papa juga sudah mau bobo ya"
"ngga belum, papa masih di kantor nihhh"
"kok papa masih kerja, kan ini sudah jam tidur, nanti papa kecapean terus sakit"
__ADS_1
"iya nak, papa lembur, biar bisa cepat ketemu Radit"
"tapi harus istirahat pa"
"iya nanti papa istirahat kok"
"Papa sudah makan"?
"belum, papa lagi nunggu makanan papa"
"kok belum sih, kata mama sebelum bermain dan belajar utamakan makan dulu, papa juga sebelum kerja utamakan makan dulu pa, biar tenaganya pulih lagi dan otak kita bekerja dengan baik"
Mendapat ucapan begitu dari anaknya membuat hati judeo sangat bahagia dan hangat, padahal itu hanya ucapan anak kecil yang menirukan ucapan mama dan papanya, tapi bagi judeo hal ini lebih dari segalanya.
"iya nak, tadi kerjaan papa nanggung jadi papa kelarin dulu, nah setelah itu baru pesan makanan, nunggu makanan papa datang , papa telepon Radit dulu" jelas judeo
"ohhhh papa jangan telat-telat makan lagi ya, nanti papa sakit. Terus ngga bisa main lagi di mall" keluh Radit
"kan bisa sama mama"
"kalau sama mama hanya bisa beli dua koin pa, duit mama tidak cukup. kalau sama papa kan bisa semua" ucapnya cengengesan sambil melirik mamanya di sebelah.
"ini tuan, makanannya sudah datang" Radit mendengar suara om Jo yang memberitahu makanan sudah datang.
"Makanan papa sudah datang ya, papa makan dulu gih, nanti sakit" ucap Radit
"ohhh iya dit, papa makan dulu ya. kamu langsung bobo"
"oke papa, i love you" entah darimana Radit mendapatkan jata-kata itu, tapi yang jelas judeo sangat senang dan terharu. Terdengar Ester bertanya darimana kamu dapat kata-kata itu, dan di jawab oleh Radit dari film kartun ma.
"i love you to nak" ucapnya pelan
"Halo mas, aku tutup dulu ya, makan dulu"
"iya mas, saya cuma takut mas lagi sibuk atau meeting terus di ganggu"
"tenang aja kalau aku meeting penting Jo pasti bilang"
"oke mas"
"ya sudah kamu juga tidur, besok harus kerja, padahal aku udah bilang ngga usah kerja lagi nanti aku kasih berkali-kali lipat, jaga Radit aja" saran judeo
"aku masih sayang sama kerjaanku mas"
"sayang kerjaan atau ada laki-laki yang kamu incar di sana" ucap judeo, karena Ester cantik, pintar, gampang bergaul tapi tidak gampangan pasti banyak yang suka sama dia.
"kerjaan mas"
"syukurlah, karena aku pasti akan hancurkan laki-laki yang merebut ibu dari anakku" ucapnya dengan mimik serius.
"mulai deh mas, makan dululah sana, ntar sakit lho"
"kalau aku sakit nanti dirawat disitu biar kamu yang rawat"
"idihhh minta sakit ya" canda Ester
"yang penting aku dekat kalian"
"tapi jangan sakit juga donk. sudah sana makan dulu" ucap ester
Jo yang mendengar ucapan Ester merasa bahwa Ester memang hebat, berani bicara begitu sama tuan judeo dan tuannya juga tidak terlihat marah malahan terlihat santai.
"iya aku makan dulu, daaaa"
"daaaa mas" ucap Ester senyum membuat hati judeo berbunga-bunga.
__ADS_1
Judeo langsung menuju sofa yang telah tersedia makanannya. Dia makan dengan hati yang berbunga-bunga. Setelah makan judeo dan Jo masih lanjut bekerja.
Hampir tengah malam mereka pulang.
"Jo kita ke apartemen aja yang dekat kantor ini aja"
"baik tuan" Jo langsung menyuruh supir melaju ke apartemen judeo yang dekat kantor. Memang tidak semewah apartemennya yang lain, tapi karena judeo ingin cepat istirahat dan juga besok cepat berangkat dia memilih apartemen ini.
Begitu sampai apartemen Jo dan judeo langsung masuk kamar masing-masing.
"Jo langsung istirahat aja, saya juga mau langsung tidur"
"baik tuan" Syukurlah bosnya bisa langsung tidur, kalau dulu kadang harus cari minuman lagi.
Judeo sudah berada di kasurnya yang empuk, tapi matanya tidak bisa terpejam. Bolak balik guling kiri guling kanan judeo belum bisa tidur.
Akhirnya dia telepon Ester, padahal jam sudah menunjukkan jam nol nol lewat dua puluh menit. Tapi judeo gelisah, dia harus telepon Ester dan ajaibnya dering kedua sudah diangkat oleh Ester.
"halo"
"halo, kamu kok belum tidur"
"Kan mas telepon"
"iyaaa maksudku..." iya ya judeo telepon dia ya pasti kebangunlah.
"mas belum tidur"
"belum, baru nyampe apartemen"
"ya ampun mas, malam banget, pasti cape banget deh"
"iya, makanya aku telepon kamu, biar aku bisa cepat tidur"
"Emank kenapa"
"aku harus lihat wajah kalian dulu"
"ohhh, ini Radit" ucap Ester mengarahkan kamera ke Radit yang tidur pulas.
"kok kamu tidur sama Radit"
"iya, dikamar aku sendirian, padahal kamarnya lebar banget, sepi, mending disini sama Radit"
"kalau aku disitu pasti sudah aku temani" ucap judeo
"apa sih mas" ucap Ester tersipu malu
"aku juga kesepian nih, kangen sama kalian" ujarnya.
"mas Deo ada-ada aja, udah ah" ucapnya tersipu malu.
"ya sudah, kamu tidur lagi, aku juga mau tidur" ucap judeo yang juga kaku.
"selamat tidur mas, jangan lupa berdoa dulu" ucapnya membuat judeo melongo.
"hahhhhh"
Hai readers, jangan bosan ya
Dukung terus
like, coment dan vote
Terimakasih
__ADS_1