AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 119 IBU


__ADS_3

"Mas tidak semua orang bisa menunjukkan rasa cintanya dengan kata - kata manis, contohnya mas deo" ucap Ester senyum kecil.


"sekarang mas sudah berubah sayang semenjak ketemu kamu. Apalagi sebentar lagi kita mau punya anak lagi " ucapnya senang


"apa mass" Ester kaget karena dia belum tahu kalau dia sedang hamil.


"kamu sedang Hamil anak kita sayang" tukas judeo


"benaran mas, berarti aku hamil lagi"? ucap Ester seperti untuk diri sendiri. Tanpa terasa airmata Ester menetes di pipinya. Sementara judeo juga masih dipenuhi rasa haru atas kehamilan istrinya ini, dan kali ini dia berjanji dalam hati akan menemani istrinya selama masa kehamilan ini.


tak tak tak


Terdengar suara sepatu ibu citra mendekat masuk ruangan rawat Ester membuat mereka melihat ke sumber suara.


"Ibu " ucap Ester lemah


Sementara judeo malah enggan untuk menyapa maminya. Dia memilih menatap istrinya lagi yang sedang terbaring lemah.


"untuk apa mami ke sini, mau mastiin istriku udah gimana, masih hidup ngga"? ujar judeo


"mas ga boleh begitu" ujar Ester pelan


"maafin mas deo bu, mungkin dia terlalu khawatir " ucap Ester


"hmmmm" ibu citra tidak bisa menjawab lagi.


"maaf ya bu sudah buat Ibu repot"


"hmmmmm jelaskan aja ke suamimu itu" akhirnya keluar suara emasnya Ibu citra


"iya bu " ucapnya cepat


"kenapa kamu tidak tanya istrimu apa yang sudah saya lakukan, saya tidak berbuat apa yang membuatnya pingsan" ucap bu citra merasa percuma memberi penjelasan.


"ayo cla, kita pulang" ujarnya kepada asistennya.


Tapi saat ibu citra baru berbalik hendak keluar, Ester sudah memanggilnya kembali dengan suara perlahan.


"bu " ucapnya perlahan, membuat judeo tercengang kenapa istrinya bisa memanggil maminya.

__ADS_1


Entah kenapa mendengar panggilan lembut Ester, hati ibu citra sedikit Bergetar. Dia seolah sedang di hipnotis oleh keadaan yang membuatnya tidak ada rasa Marah.


"bu, aku tahu ibu tidak menyukaiku, tidak apa - apa bu, asal jangan benci sama mas deo dan cucumu. " ucap Ester sedih


"bu, mas deo kangen sama ibu, perhatian Ibu, tapi dia juga sayang sama saya dan anaknya bu" ucap Ester sudah berurai airmata.


"kalau Ibu anggap itu salah dan saya harus mundur, baiklah bu, saya akan mundur" tutur Ester sudah berurai airmata.


"sayang " ucap judeo dengan suara tinggi mendengar ucapan Ester istrinya yang akan pergi meninggalkannya.


"mas bagi saya kebahagiaanmu adalah yang utama, saya akan melakukan apa saja mas" ucapnya untuk meyakinkan mertuannya


"Ester sayang"


"mass, ibu juga kangen sama mas deo, ingin dekat mas deo, karena selama ini mas deo menjauhi ibu. " ucap Ester lembut kepada suaminya.


"Ester,,kamu jangan asal bicara, " Sergah judeo.


Ibu citra masih terdiam di tempatnya berdiri. Dia sekarang benar - benar bingung dan mulai terpengaruh dengan Ester.


'Kenapa gadis ini berani minta restunya tanpa perduli ibu citra bicara apa. Dan sekarang dia mau mundur demi kebahagiaan judeo. ' batin ibu citra, sementara aku sendiri ibunya tidak pernah perduli kebahagiaannya dan ke inginannya ' batin ibu citra


"mas aku tidak asal bicara mas" jawab Ester


"dan kenapa kamu ingin pergi padahal kamulah kebahagiaanku sayang, ingat anak kita, mereka butuh kasih sayang ayah dan ibunya " ucap judeo Melunak, karena dia tahu Ester juga termasuk orang yang keras megang prinsip.


"kalau begitu kenapa mas tidak mau mengalah sama ibu, minta lah restu ibu mas," ucap Ester penuh permohonan.


Ibu citra sangat kaget mendengar ucapan dan permintaan Ester kepada suaminya judeo. Dia sama sekali tidak menyangka Ester bakal minta begitu.


"untuk apa sayang, bahkan mami sudah menganggap aku ngga ada, mami lebih sayang dengan gengsinya dan teman sosialitanya " ucap judeo menatap dinding tapi sengaja supaya di dengar maminya.


"masss" bujuk Ester lagi sambil membawa tangan judeo mengelus perutnya yang masih rata, seolah - olah mengatakan demi anak kita, membuat judeo mau tidak mau sepertinya harus mengalah.


Sementara ibu citra masih terpaku di tempatnya berdiri bersama asistennya clara. Dia tidak melangkah maju ataupu mundur ke belakang.


Judeo bangkit berdiri lalu memanggil maminya dengan perlahan. Dia menatap punggung maminya yang masih menghadap pintu.


"mami " ujar judeo, sebenarnya jujur dia ragu juga mengingat keras kepala maminya .

__ADS_1


"Apa mami benar - benar belum bisa menerima istriku? Aku sangat mencintainya mi, sangat mencintainya. Apa lagi dia ibu dari anakku dan sekarang dia sedang mengandung anakku mi" ujar judeo lesu karena menurutnya sebenarnya percuma ngomong sama maminya.


Ibu citra kaget mendengar Ester sedang mengandung anak judeo. Berarti tadi dia pingsan gara - gara kehamilannya.


"Kalau mami ngga bisa menerima istriku, lalu aku harus bagaimana MI, sementara dia adalah kebahagiaanku, apa ini konsekwensinya aku jadi anak mami yang kaya raya, tidak berhak menentukan ke bahagiaanku sendiri . " ucap judeo sudah menangis


"Mami tahu, hanya dialah yang tulus menyayangiku setelah Mami. Aku butuh wanita yang membuatku tenang dan tentram mi, aku ngga butuh yang kaya tapi malah membuatku hancur" ucapnya frustasi melihat maminya masih diam. Padahal tanpa judeo tahu maminya juga sudah berlinang airmata.


"Baiklah mi, dengan diamnya mami berarti benar belum bisa menerima anak dan istriku, tapi maafkan aku mi, aku harus bisa menentukan sikap Karena aku seorang laki - laki. Aku harus melindungi anak-anakku. Walaupun Mami tidak menganggap mereka tapi dari jauh aku akan selalu bilang kalau mami adalah omanya, mami dari Papa mereka " ucap judeo pasrah


Ibu citra tidak bisa lagi bertahan dengan egonya, suara isak tangisnya terdengar oleh judeo dan Ester.


Judeo melangkah mendekati maminya lalu berjalan ke hadapan maminya. Judeo jelas melihat seorang ibu citra menangis, ini adalah hal langka dalam hidupnya, hampir belum pernah judeo melihat Ibu citra menangis.


"mi " ucap judeo memeluk ibu citra membuat ibu citra makin menangis terharu, ternyata begini rasanya dipeluk anak kita, anak yang selalu dia banggakan tapi hampir tidak pernah dia peluk.


"maafin deo mi " ucap judeo lagi


"kamu ngga salah, kamu ngga salah" ucapnya di sela - Sela isak tangisnya.


"deo anak bandel mi, ngga pernah bahagiain mami " ucap deo lagi


"ngga sayang, itu semua salah mami, maafkan mami" ucapnya akhirnya


Ibu citra merasa sedikit rileks sekarang, dia sudah sangat bahagia ketika bersama anaknya. Walaupun dia belum ucapkan tapi ibu citra sedikit berubah memandang Ester.


Dia melirik ke belakang ke bed menantunya.


"Berarti tadi istrimu pingsan karena dia hamil"?


"iya mi, saya juga baru tahu" ucap judeo senang maminya sedikit lebih santai.


"nanti mami punya dua cucu" ucap judeo senang, walaupun ibu citra masih kagok dan malu - malu tapi judeo tahu maminya sudah tidak semarah tadi.


Sementara Ester berharap semoga mertuanya dan suaminya bisa berdamai dalam hati masing - masing.


Hai semua


Dukung terus ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih


__ADS_2