AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 73 KAMU?


__ADS_3

Radit yang sudah lari ke rumah kakek neneknya yang tidak jauh dari panti itu, langsung kaget saat tiba-tiba pintu itu terbuka. Ternyata pak ganda sudah yakin Radit datang saat mendengar suara mobil tadi.


Tapi pak ganda terkesima sejenak karena ada beberapa orang disana yang tidak dia kenal karena ini sudah malam, dan di dekat pintu sudah ada cucu kesayangannya.


"kakekkk" suara teriakan Radit menyadarkan pak ganda.


"ehhhh iya sayang, kamu sudah datang, cup cup cup kakek sudah kangennn banget, sudah tidak sabar dari tadi. tapi kamu sama siapa kok rame banget" tanya pak ganda yang masih penasaran.


"aku sama papa dan om Jo kek"


"papaaaa" ucap pak ganda bingunggg


"panjang ceritanya pak, nanti Ester jelaskan di dalam" ucap Ester yang sudah ada dekat mereka juga bersama judeo.


Judeo dan pak ganda belum sadar dengan orang dihadapannya, karena mereka fokus ke Radit.


"raditttt" terlihat ibu Silvia membuka lebar pintu rumahnya sehingga lebih terang.


"nenekkk" Radit berlari kepelukan Bu Silvia, sehingga pak ganda beralih ke Ester dan rombongannya.


"kok mal..."


jedarrrrrrrr


Pak ganda tidak dapat melanjutkan ucapannya karena terlalu kaget melihat wajah judeo. Tapi dia belum yakin, dia takut dia hanya berhalusinasi.


Judeo tidak kalah terkejut, biar bagaimana pun dia masih ingat betul wajah orang yang paling dia benci dan yang paling dia rindukan sebenarnya.


"Deo" gumam pak ganda


"papi" gumam judeo


Ingin rasanya judeo memaki laki-laki dan perempuan itu, ingin rasanya dia menghancurkan mereka saat ini juga, tapi tunggu dulu, lihatlah manjanya Radit sama mereka, dan betapa Radit sangat membanggakan mereka.


Jadi selama ini Radit anaknya diasuh oleh papi kandungnya.


Jadi papinya dan juga istri mudanya tidak sejahat yang dalam pikirannya.


Berbagai hal muncul dalam otak judeo, marah, benci, dan juga kangen membuatnya hanya diam bengong beberapa saat.


Beda lagi dengan pak ganda, dalam hati dia bertanya-tanya, apa hubungan Ester dengan anaknya judeo.


apa mereka pacaran?


apa rekan kerja?


Terus kenapa Radit bilang papa?


"Pa, maaf kita ngga kasih kabar dulu bawa rombongan. nanti di dalam saya jelasin ya pak" ucap Ester sopan


"Yaya silakan, silakan masuk"

__ADS_1


"silakan masuk pak judeo" ucap Ester ke judeo


"hmmmm" judeo hanya mengikuti masuk bersama Jo, sementara pengawal dan supir masih di mobil.


"silakan duduk pak judeo" ucap Ester yang membuat ibu Silvia yang tadinya memangku Radit langsung menoleh.


'judeo' gumamnya


Judeo langsung duduk begitu juga Jo yang menyusul duduk disebelah bosnya.


"pak judeo, kenalin ini pak ganda dan ibu Silvia, kakek dan neneknya Radit" jelas Ester yang belum tahu hubungan judeo dan pak ganda.


"sudah tahu" jawab judeo singkat membuat Ester mengira bahwa judeo sudah tersinggung.


"pak judeo sudah tahu"?


"ya, tanya saja sama mereka"? ucap judeo santai.


"Jo tolong bawa Radit keluar sebentar" perintah judeo ke asistennya


"mau bawa kemana pak" tanya Ester khawatir, dia kira judeo mau apa-apain Radit.


"hanya keluar aja Ester, kamu ngga perlu khawatir" ucap judeo sedikit arogan tapi Ester tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.


Saat Jo sudah membawa Radit keluar, judeo mulai arogan lagi.


" apa kabarmu Deo" tanya pak ganda sampai bergetar karena kangen sama anaknya.


"syukurlah" jawab pak ganda


"apa menurut anda saya akan terlantar, itu yang anda harapkan"?


pertanyaan judeo membuat Ester bingung, kenapa pak judeo ngomong begitu ya, jadi mereka saling kenal?


"judeo, Sopanlah sedikit" ucap ibu Silvia yang tidak terima suaminya dihina.


"oh iya, sopan ya! kepada siapa dulu, kepada penghianat seperti kalian. bahkan melihat kalian saja aku muak" ucapnya garang sambil cuihhh, meludah.


Melihat itu Ester yang belum tahu itu ayah dan anak sedikit merasa bersalah, gara-gara dia pak ganda dihina habis-habisan oleh pak judeo.


"pak judeo, " teriaknya tidak terima ibu Silvia dan pak ganda dimarahi dan dihina.


"aku tahu pak judeo bisa melakukan apa saja, bahkan menghancurkan orang bisa gampang bagi bapak, tapi tidak dengan menghina bapak dan ibu ini. Bapak tahu, bapak dan ibu yang bapak bilang penghianat ini adalah penolong sejati bagiku dan anakku" ucap Ester kencang, karena dia pikir sama aja, diam juga tidak berarti judeo akan melepaskan mereka, mending melawan sekalian.


degggg


Judeo seperti disadarkan bahwa sekarang dia punya anak dan dibesarkan oleh orang tua ini.


"pak Bu, maafkan pak judeo ya, tolong jangan berubah samaku dan Radit"


"tidak akan sayang, mana mungkin berubah" ucap Bu Silvia lembut sambil mengelus pundak Ester.

__ADS_1


pemandangan yang bisa menghancurkan tembok keegoisan pak judeo yang arogan. Keakraban dan kasih sayang, serta saling bela didepan matanya membuat judeo bingung sendiri dengan hatinya. Karena dia tidak pernah merasakan elusan kedua orang tuanya.


"ini bukan salah kamu, ini adalah masa lalu aku dan bapak" jelasnya pelan


"sebenarnya Deo ini adalah anaknya bapak" ucap pak ganda


jedarrrrrr


"jadiiii..."


"jadi kamu tidak usah merasa bersalah atau bela bapak dan ibu, mendingan kamu istirahat ya" ucap Bu Silvia sangat keibuan membuat hati judeo kembali meleleh.


"tapi.."


"nanti ibu akan ceritakan sayang" ucap pak ganda ikut bicara lagi akhirnya


"tapi pak.."


Pak ganda juga bingung jadinya mau bicara apa.


"jadi selama ini, selama ini,, Radit dibesarkan oleh kakeknya sendiri"? ucap Ester terbata-bata.


"hahhhhhhh" gantian pak ganda dan ibu Silvia yang kaget.


"iya pak,Bu, papanya Radit adalah pak judeo. Hanya saja pernikahan kami hanya karena terpaksa, bukan karena cinta dan dulu maminya tidak menginginkanku makanya kami sampai disini" cerita Ester pelan-pelan.


"jadi" sekarang ibu Silvia yang tidak bisa meneruskan kata-katanya.


"ya ampun Tuhan, terimakasih, terimakasih. dulu aku kehilangan anak tapi Tuhan kirimkan cucuku padaku, pantas aja aku selalu melihat judeo kecil saat melihat Radit. Ternyata Tuhan mengirimkan cucuku padaku, terimakasih Tuhan" Ucap pak ganda sudah meneteskan air mata.


"Deo, kamu boleh marah sama papi dan juga Silvia, tidak apa-apa, bisa merawat Radit dari kecil sudah merupakan berkah buatku, karena itulah selalu permintaanku dalam doaku" ucap pak ganda serius.


Melihat semua drama didepannya membuat judeo jadi salah tingkah.


Benar ngga sih papinya dan wanita ini jahat?


Benar ga sih papi selalu mendoakan judeo?


Dan lihatlah, bahkan anak kandungku bisa hadir dirumah mereka, terus mami, apa kabar mami yang selalu sibuk bertanya perusahaan dan keuntungan.


Hati judeo mulai sedikit goyah setelah melihat semuanya ini.


"Deo, maafkan papi dulu meninggalkanmu. Papi ngga punya pilihan dan ngga punya daya" jelas pak ganda.


"iya Deo, maafkan saya juga karena mau menikah dengan papimu. Tapi aku lakukan itu dulu karena ingin menemani papimu saat terpuruk, sampai kami pindah kedaerah terpencil ini" jelas Bu Silvia


Hai readers,


terus ikuti ya, jangan bosan.


like, coment dan vote

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2