
Setelah selesai mengganti sprei tempat tidurnya, judeo langsung mandi dan bergegas menuju kamar mandi.
Jam enam tiga puluh judeo sudah selesai bersiap dan terlihat rapi, dia keluar dari kamarnya sudah dengan pakaian kantor lengkap.
"pagi tuan" sapa Jo yang ternyata sudah ada diruang tengah.
"pagi" ucap judeo, membuat Jo sangat kaget. biasanya jawabnya pasti hanya hmmmmm tidak pernah ada jawaban sama sekali. Jo masih melongo saat judeo kembali bertanya agendanya hari ini.
"apa agendaku pagi ini" tanya judeo dengan sangat antusias membuat Jo makin yakin kalau bosnya itu sedang pada mood yang baik.
"kita ke daerah selatan tuan, meninjau langsung proyek baru" jelas jo
"kamu sudah kasih duit gadis itu" judeo malah menanyakan yang lain lagi.
"belum tuan, ini baru saya bawa" sambil mengeluarkan amplop coklat dari tas kerjanya.
"dia masih tidur, taruh aja di meja makan, kasih memo" Jo semakin terkejut, banyak hal yang berubah, bosnya sedikit peduli dengan gadis itu dan itu wajah bosnya sangat bahagia.
"iya tuan" Jo langsung berlalu ke meja makan dan menaruh uang itu disana lalu kasih sedikit memo buat Ester.
Setelah itu Jo langsung berangkat bareng bersama bosnya. Mereka keluar dari apartemen menuju lobby. Sepanjang jalan terlihat judeo sangat sumringah, terlihat wajahnya jauh lebih rileks.
dddrrrrtt drrrtt dddrrrrtt
Handphone judeo berbunyi dan bergetar, tertera nama sela tanpa embel-embel apapun di layar handphone judeo.
"kamu jawab ini" ucapnya kembali datar sambil menyerahkan handphonenya ke tangan Jo.
"kok saya tuan"
"terus siapa, pak supir juga boleh" ucap judeo asal
"baik tuan" jawab Jo akhirnya walau berat hati.
'Bos yang selalu bersenang-senang dengannya, aku yang selalu ketiban urusannya' batin Jo
"halo nona" sambil mengaktifkan speaker.
"halo, kok kamu yang angkat, judeo mana"?
"tuan sedang tidak bisa angkat telepon nona"
"itu kalau telepon orang lain, kalau saya tentu saja beda" ucap sela pede abis.
'anda terlalu pede nona, justru tuan ngga mau mengangkat panggilan anda, dasar cewek kepedean' batin Jo
"maaf nona, tuan tidak bisa"
"kamu jangan sengaja menghalangi saya untuk bicara dengan judeo ya, kalau judeo tahu habis kamu"
"maaf nona, tapi tuan memang sedang tidak bisa terima telepon anda"
"awas kamu ya, nanti saya kasih tahu judeo"
"iya nona" ucap Jo tenang.
__ADS_1
Judeo ketawa mendengar Jo diancam sama sela, dalam hati nih cewek terlalu merasa spesial, padahal bagi judeo dia tidak spesial sama sekali.
Sela yang kesal diseberang sana langsung mematikan panggilan itu.
"wkwkwkwkwk kamu diancam wanita itu" ucap judeo ketawa ngakak membuat Jo makin terkesima. Seorang tuannya yang terkenal dingin dan berwajah datar hari ini bisa ketawa ngakak. Gila banyak banget perubahan bos setelah menikah dengan Ester sigadis kampung itu.
"tuan, anda baik-baik saja kan" tanya Jo menyipitkan matanya karena bingung.
"ya baiklah, emang kenapa"?
"maaf tuan, hari ini tuan agak lain dari biasanya"
"masa" tanya judeo sambil masuk mobil
"iya tuan"
"biasa aja" jawabnya asal
"tadi bilang apa sela" saat mobil judeo mulai melaju.
"cuma nanya kenapa saya yang angkat telepon tuan"
"terus"
"ya, saya bilang tuan lagi ngga bisa"
"terus"
"dia marah tuan"
Sampai mereka tiba di kantor CJ pun , Jo belum melihat wajah tuannya yang biasannya.
"tuan sarapan apa"?
"nasi goreng aja"
"baik tuan" Jo langsung memesan makanan dari handphonenya.
Judeo langsung masuk keruangannya, sementara Jo langsung juga menuju ruangannya setelah menaruh berkas dan peralatan judeo di mejanya.
"jam berapa ke lapangan"?
"jam sembilan atau jam sepuluh tuan"
"hmmmm" ucap judeo sambil mulai menghadap monitor laptopnya dengan serius.
Jo segera berlalu dari ruangan judeo. Sepeninggal Jo, judeo masih serius menatap monitornya, tapi itu tidak lama, karena beberapa menit berikutnya saat pesanan nasi gorengnya datang, pikirannya sudah melayang kembali ke Ester.
'apa gadis itu sudah bangun'
'apa dia sudah sarapan'
'apa dia masih berasa sakit' batin judeo sambil senyum-senyum.
'Gimana cara mengetahui keadaan gadis itu ya, handphone dia ngga punya' batin judeo lagi.
__ADS_1
'apa beliin handphone aja kali ya, biar bisa berhubungan setiap saat' batin judeo lagi.
'aduhhh kenapa sih, malah gadis itu terus yang ada di otakku, apa aku sudah gila ya? tapi tidak, dia memang istimewa, buktinya tadi malam saya sangat menikmatinya, beda waktu bermain dengan wanita lain' pikirnya lagi.
"tuan, tuannya judeo" panggil Jo sambil menyentuh bahu judeo.
"kamu, kamu berani sekali bicara begitu sama saya" bentak judeo
"maaf tuan, maaf, tapi saya pikir tuan kesambet, soalnya saya panggil-panggil tuan diam aja dan bengong doank dan menatap Kedinding itu terus" ucap Jo
"saya lagi mikir" ucap judeo asal karena malu mengakui kalau dia sedang memikirkan Ester sigadis kampung itu.
"maaf tuan,saya salah"
"sudah, sudah, ada apa kamu kesini" ucapnya agak kesal
"lho.. tuan mau sarapan kan"?
"hmmmm iya" ucapnya malu, karena tidak bisa mengelak lagi. Setiap judeo pesan sarapan, Jo ataupun sekretaris judeo langsung sigap menyiapkannya.
"ini tuan"
"apa gadis itu sudah sarapan ya" ucap judeo lagi tanpa sadar
"maksud tuan, nona Ester"?
'Jadi benarkan, dari tadi pagi tuan aneh karena nona Ester, lihatlah sekarang tumben dia ingat orang lain, udah makan apa belum' batin Jo
'kamu memang hebat nona Ester, bisa merubah seorang judeo yang sangat arogan' batin Jo lagi
"hmmmmm"
"apa perlu saya pesanin tuan"
"tidak usah, takutnya dia masih tidur" jawabnya.
'hahhh bahkan dia membiarkan nona Ester tidur sampai siang, apa tadi malam sudah mereka lewati bersama' batin jo
"maaf tuan, kalau begitu saya keruangan saya dulu" pamit Jo, tidak mau lama-lama bersama tuannya yang lagi aneh menurutnya.
"hmmmm"
Sepeninggal Jo, judeo mulai menyuap sarapan ke mulutnya.
"kamu memang beda Ester, kamu yang datang dengan penuh kekurangan malah bisa meruntuhkan kelebihan egoisku. Aku belum pernah merasakan hal begini sebelumnya. Aku ngga pernah memikirkan wanita setelah tiga puluh menit selesai bercinta dengannya. Tapi kamu beda, apa karena kamu sudah berstatus istriku ya, atau karena kamu masih suci, aku masih terus memikirkan kamu" ucap judeo ngomong sendiri dan senyum sendiri.
"Tapi dia memang hebat, gadis polos seperti dia saya pikir gampang untuk ditaklukan dan di perbudak, tapi sekarang malah sepertinya aku yang membutuhkan Ester, selalu teringat dia dan peduli dia" ucap judeo lagi
Judeo meneruskan makan sarapannya dengan pikiran yang selalu kepada Ester.
Hai readers, ikuti terus ya karya ini
beri like, coment dan vote
terimakasih🙏
__ADS_1