
Setelah puas menggoda Ester karena kepolosannya, judeo akhirnya mengajak Ester berendam dan mandi bersama.
Sebenarnya wajar aja Ester sepolos itu sekalipun dia sudah lulus SMU. Dia adalah gadis yang hampir tidak ada waktu untuk santai, karena dia harus cari nafkah. Dan dia juga tidak memiliki gadget yang canggih untuk membuka situs-situs yang orang dewasa.
Awalnya Ester bingung mau atau menolak mandi bersama, tapi karena sekarang juga dia sadar kalau dia adalah seorang istri.
Sedikit tekanan dari judeo membuat dia tidak ada penolakan lagi. Bahkan akhirnya mereka tidak hanya berendam dan mandi tapi judeo 'menghabisinya' di kamar mandi.
Ini yang paling memalukan buat Ester, hal-hal begini dilakukan di kamar mandi membuatnya sangat malu, ya namanya juga gadis kampung dan kurang update.
Setelah selesai dari kamar mandi Ester langsung keluar menuju kamar kecilnya dengan pakaian yang acak -acakan .Karena pakaian yang dia pakai tadi sudah basah semua.
Begitu sampai kamarnya dia langsung ganti baju dengan yang baru dari lemari.
Sementara judeo yang baru keluar dari kamar mandi dengan jubah putihnya merasa sangat puas. Dia senyum-senyum sendiri.
'kenapa gadis ini memang rasanya spesial ya' batin judeo
'sikap kampungannya itu dan sikap malu-malu serta kepolosannya membuatku Makin tertarik untuk menghabisinya' batin judeo sambil mengambil baju gantinya sendiri karena tadi Ester belum siapin, dia baru selesai siapin air hangat saat judeo mendekatinya.
'aku ambil baju ganti sendiri aja, pasti dia lagi ganti baju di kamarnya, takutnya dia masuk angin nanti' batin judeo
'sejak kapan ya, aku perduli orang masuk angin kecuali orang itu mami atau jo' batin judeo lagi.
Setelah selesai ganti baju, akhirnya judeo telepon Jo untuk pesan mie goreng dua porsi, Jo tidak usah ke unitnya untuk menyiapkan makan malamnya, biarin aja gadis ini yang siapin, pesan judeo ke Jo.
Jo pun langsung bergerak cepat memesan nasi goreng dan mie goreng untuk tuannya.
'tuan memang sedikit berubah, buktinya peduli sama gadis itu, padahal tadi tuan sudah makan malam dirumah nyonya' batin Jo setelah selesai pesan makanan.
Sementara judeo, setelah telepon Jo, dia langsung keluar dari kamar dan menuju kamar kecil Ester.
tok tok tok
"Ester"
ceklekkk
"iya tuan, ada yang harus aku kerjakan" ucap Ester walau terlihat sangat cape' tetap bertanya harus ngapain, ini membuat hati seorang judeo makin bergetar.
'kasihan juga gadis ini' batinnya
"kita makan malam dulu, kamu belum makan kan"
"iya tuan" Ester mengangguk dan menunduk.
__ADS_1
"ya sudah ayo makan"
"baik tuan" mereka berjalan menuju meja makan, judeo didepan dan Ester mengikuti dari belakangnya.
Tidak berapa lama bunyi bell apartemen, Ester dengan cepat berdiri dan berjalan cepat kedepan.
"pesanan atas nama pak judeo" ucap kurir itu
"iya pak"
"Terimakasih" ucap Ester setelah tanda tangan di kertas yang disodorkan oleh kurir itu.
Ester membawa makanan itu kemeja makan dan disana masih ada tuan judeo menunggu.
Ester menyiapkan keperluan tuan judeo untuk makan lalu berniat ke belakang. Tapi dicegah oleh judeo.
"kamu mau kemana? kamu juga belum makan kan, ayo makan, Jo sudah pesan dua tadi"
Ester memang melihat kalau makanan itu ada dua porsi, tapi untuk makan satu meja dengan judeo hanya berdua pastilah dia sangat ngga nyaman.
"apa boleh saya makan dibelakang tuan"
"tidak, disini aja, saya ngga mau makan sendiri"
"baik tuan" akhirnya Ester mengalah dan mencoba berdamai dengan jantungnya. Karena sekarang dia sudah sangat lapar, apalagi setelah judeo menghajarnya dikamar mandi tadi.
Makanan Ester ternyata duluan habis dari judeo, karena pada dasarnya juga judeo sudah makan tadi dirumah maminya.
"mienya enak ngga"? tanya judeo memulai pembicaraan
"enak tuan, sangat enak, saya belum pernah makan mie seenak ini" ucap Ester jujur, dan kejujuran Ester inilah yang membuat hati judeo tergetar. Kalau banyak gadis diluar sana akan menjaga image mereka, Ester tidak, benar-benar apa adanya.
"ya sudah, besok-besok kamu bisa pesan lagi"
"tidak usah tuan, pasti mahal, nanti uang makanku tidak cukup" ucap Ester lagi dengan kepolosannya.
"bhahahaha" judeo langsung ketawa ngakak. " oh ya aku lupa, uang makanmu cuma dua puluh ribu sehari, sementara ini seporsi hampir seratus ribu" ucap judeo disela-sela tawanya.
"haaaaa seratus ribu tuan"
"iya, menurutmu berapa"? tanya judeo membuat Ester senyum karena malu.
"saya ngga tahu tuan, tadi saya pikir dua puluh ribuan"
"itu kalau dipinggir jalan Ester" ucapnya masih senyum
__ADS_1
"iya tuan, maaf"
"ngga usah minta maaf, ngga apa-apa, itu artinya kamu jujur"
"iya tuan"
"apa kamu pernah makan seafood"
"hehehe, paling udang yang dimasak balado sama ibu tuan" ucap Ester, tapi membuat seorang judeo tersentak.
'kamu bersyukur Ester, ibumu pernah memasak untukmu, kalau aku selalu koki yang masakin, dan pembantu yang nyiapin' batin judeo
"apa ibumu dan bapakmu sayang banget sama kamu"?
"iya tuan, mereka sayang banget sama aku. Mereka menganggap aku seperti anak sendiri. makanya aku tidak menyesal berkorban demi pengobatan mereka"
"seperti anak sendiri, emank kamu bukan anak kandung" tanya judeo penasaran
"bukan tuan, aku anak sahabat mereka yang meninggal karena kecelakaan"
"ohhhh"
"dari kamu kecil gitu"
"iya tuan, saat aku umur empat tahun"
"kamu beruntung berarti dapat orang tua seperti mereka"
"iya tuan"
'Ternyata perjalanan hidup gadis ini sungguh pelik juga, bahkan dia tidak akan pernah bertemu kedua orang tua kandungnya lagi, dan sekarang dia harus berpisah dari orang tua yang sangat menyayanginya, tapi sepertinya dia tetap semangat, tidak mengeluh, apa dia terlalu takut untuk menunjukkan sisi rapuhnya' batin judeo lagi.
"apa sebenarnya cita-citamu" tanya judeo tiba-tiba membuat Ester bingung untuk menjawabnya. karena dari dulu dia tidak pernah memikirkan mau jadi apa, hidupnya hanya sehari lepas sehari dijalaninya.
"cita-cita ya, ngga punya tuan, saya tidak sempat berpikir mau jadi apa. Tapi jika Tuhan mengizinkan aku ingin bisa membantu sesama yang susah, karena dulu dikampung saya banyak yang susah tuan, tapi tidak ada yang membantu." ucap Ester serius.
'ya ampun gadis ini, cita-citanya bisa menolong orang, sederhana sekali, tapi itu yang membuatnya berbeda. Saat semua perempuan ingin tampil cantik dan glamor dia malah senang sederhana dan biasa aja, buktinya baju yang dibelikan oleh Jo belum dia pake sebagian, malah memilih daster murahannya' batin judeo lagi
"terus bagaimana kalau nanti selamanya kamu kutahan bekerja di apartemen ini" tanya judeo iseng
"iya, mungkin jalannya memang begitu tuan, aku harus bekerja untuk tuan, tugasku hanya melakukan yang terbaik, nanti hasil dari hidup kita bukankah Tuhan yang menentukan tuan. Dimana pun Tuhan tempatkan saya, saya akan ikhlas dan lakukan yang terbaik tuan" ucap Ester membuat judeo makin kagum dengan gadis kecil ini.
'kamu memang spesial ester' batin judeo
Hai semua
__ADS_1
Like, coment dan vote ya. terimakasih🙏