
Setelah para lelaki sudah mencapai kesepakatan dilanjutkan dengan permainan catur, para wanita diminta menyediakan kopi.
Benar - benar keluarga harmonis dan saling mendukung satu sama lain. judeo seolah - olah memiliki dunia baru sekarang, dunia yang penuh kekeluargaan dan canda tawa. Tidak ada yang berbahasa kalkulator perusahaan saat di rumah.
Dan semua itu judeo dapatkan lewat kehadiran ester, wanita yang sudah membuat hidup judeo jungkir balik dan berubah.
"oh ya kak, aku tahu kamu sayang sama ester dan radit, tapi hidup tidak cukup hanya dengan cinta kak, harus di iringi perbuatan. Kak deo harus bisa memastikan kebahagiaan ester dan radit, serta keamanan mereka, karena kalau tidak aku akan merebut mereka, aku pastikan itu" ucap aldo serius saat mereka mulai menyusun anak catur.
"apa maksudmu " tanya judeo ambigu
"Dulu aku sayang sama ester, tapi aku ngga mau egois karena kebahagiaannya tidak bersama aku, makanya aku mengikhlas kannya. Tapi kalau dia tidak bahagia aku akan merebutnya semampuku " tutur aldo membuat judeo terdiam sejenak, karena jujur aja dia sangat tidak senang mendengar omongan aldo. Hatinya terbakar api cemburu. Mungkin kalau bukan aldo yang bicara begitu sudah dapat bogeman judeo. Tapi beda dengan ekspresi aldo, dia terlihat sangat santai dan tanpa beban mengucapkan kata - katanya tadi, malah dia lanjutkan lagi.
"Tapi tenang aja, kalau mereka hidup bahagia, aku dan papa juga akan sangat bahagia. dan lagi cintanya ester itu semuanya sudah buat kak deo, makanya tolong jangan di sia-siakan" tutur aldo tenang membuat judeo sedikit lebih senang mendengar ester itu sangat mencintainya.
"iya aku janji, bukan sama kamu dan papi, tapi aku juga sudah janji sama diriku sendiri bahwa aku akan mempertaruhkan hidupku untuk mereka" ucap judeo sangat yakin.
Pak ganda terlihat sangat bahagia melihat kedua anaknya bisa akur, tadinya dia sudah takut ucapan aldo tadi memancing emosi judeo. Tapi syukurnya tidak, keadaan kembali mencair seperti sedia kala.
"Papa sangat senang melihat kalian begini akrab" ucap pak ganda.
"pada serius banget sih, kopi nih" ucap bu silvia yang datang bersama ester.
Ester mengambil kopi satu - satu dari mampan yang di bawa bu silvia dan meletakkannya di depan mereka masing - masing. Lalu dia duduk disamping suaminya.
"radit sudah bobo sayang"?
"sudah mas"
Judeo menggeser duduknya lebih mepet ke pinggir supaya istrinya bisa duduk dengan leluasa.
"sayang kamu supporterku ya, supaya kita menang" ujar judeo
"kok pake supporter segala mas" tanya ester bingung
"iya sayang, mood biosfer gitu lho"
"ahhhh mas ada - ada saja" ucap ester.
Tidak mau kalah ibu silvia duduk dekat saldo juga.
"ayo nak, biarpun kamu jomblo tapi mama papa dukung kamu" canda ibu silvia membuat mereka semua ketawa bahagia.
Setelah bermain catur lebih dari satu jam, ester akhirnya ngantuk dan ingin tidur. Judeo langsung menyudahi permainannya demi melihat istrinya yang sudah ngantuk.
Mereka akhirnya masuk kamar masing-masing dan tidur dengan perasaan yang bahagia.
__ADS_1
Keesokan paginya kelebihan di mulai dengan ester yang muntah - muntah membuat ibu siklus dan pak ganda langsung ikut bangun dan heboh.
Mereka sibuk membuat minuman dan makanan yang mengurangi rasa mual ester. Dan setelah ester tenang mereka kembali berkumpul di teras samping, tempat favorit keluarga itu.
"jadi kapan kalian ke jakarta" tanya aldo
"kalau bisa hari ini juga" ujar judeo
"apa yang urgen mau di urus" tanya aldo lagi
"apa kamu bisa bantu pagi ini, kamu kan kerja"
"aku bisa cuti sehari demi kalian" ucap saldo lagi
"tolong urus sekolah radit"
"cuma itu"?
"iya, selebihnya nanti jo yang urus"
"baiklah, setelah sarapan saya langsung kesana "
"thanks bro "
"oh ya, sekalian tolong booking satu restoran untuk kita makan nanti siang sebelum kami berangkat "
"semuannya bawa, semua yang membantu mengurus raditya , termasuklah gurunya"
"baiklah, nanti saya uruskan"
Dan setelah sarapan mereka semua sibuk dengan urusan mereka masing - masing. Aldo dan raditya langsung menuju sekolah radit untuk mengurus kepundahan radit ke jakarts. sementara ester dan ibu silvia sibuk mengumpulkan barang - barang yang akan di bawa ke jakarta.
"Tidak usah di bawa semua bu, nanti juga kami bakal sering kok kesini" ujar ester kepada ibu silvia mertuanya.
"iya sih ya"
Setelah berkemas sekitar satu jam, ester merasa sudah cukup. Ester merasa sedikit cape apalagi dia sedang hamil muda.
"kenapa sayang cape" tanya bu silvia melihat ester sedikit lemas.
"iya bu, keknya agak pusing nih"
"deo, deo " panggil bu silvia
"iya tante" deo mendekat ke mereka yang tadinya ngobrol dengan pak ganda.
__ADS_1
"istrimu pusing nih, bawa istirahat dulu"
"ehhhh bapa sayang " judeo langsung panik, padahal ester pusing biasa doank.
"ngga apa - apa, cuma sedikit pusing"
"ya sudah tidur dulu di kamar " judeo menuntun istrinya untuk tidur di kamar mereka.
Judeo dengan setia menemani istrinya tidur dan mengusap punggungnya. Setelah dia lihat ester tidur pulas barulah dia tinggal ke depan.
Siang harinya mereka semua sudah duduk di salah satu restoran mewah di kota itu. Semua orang bahagia pada awalnya. Tapi begitu judeo memberi sepatah dua patah kata bahwa mereka akan pindah ke jakarta banyak orang yang sedih termasuk pak ganda. Dia sampai menitikkan airmata.
"pi, kami hanya pindah, kami bisa kok kesini setiap waktu" jelas judeo melihat kesedihan papinya.
"iya deo, papi tahu, tapi papi belum pernah sejauh ini dari radit, cucu kesayanganku. Dari kecil dia lebih sering bersamaku" ucap pak ganda.
huhhhhhh, judeo terlihat menarik nafas panjang. Dia harus akui memang bahwa papinya super sayang sama radit, bahkan sebelum tahu bahwa radit itu cucu kandungnya.
Tapi mau bagaimana lagi, dia tetap harus membawa anak dan istrinya kembali ke jakarta.
Dia juga tidak mau jauh dari anak dan istrinya, apalagi mereka baru aja ketemu lagi.
"deo janji pi, kami akan sering - sering pulang asal ada waktu. Aku juga tidak mungkin meninggalkan mereka tetap di sini pi, aku juga kangen mereka. apalagi papi kan tahu, kami baru aja ketemu lagi." ucap judeo berusaha memberi pengertian. Judeo juga sudah mulai sayang ke papinya, orang yang selama ini dia benci karena salah paham, dia tidak ingin melihat papinya bersedih lagi.
"iya sih, papi juga tahu. mungkin papi hanya perlu waktu nak"
"iya pi, deo mengerti" ujar judeo sendu.
Setelah lama berbincang dan pamit, mereka semua pulang dari restoran itu. Seluruh keluarga judeo dan pak ganda segera menuju rumah judeo.
Hallo semua pembaca setiaku
maaf baru udate setelah sekian lama
Author juga manusia, masih bisa sakit.
dan sekarang kita bertemu lagi di karya ini
jangan bosan ya
dukung terus
like
coment
__ADS_1
vote
Terimakasih