
Sementara judeo dan Ester sedang sangat bahagia. Begitu pulang dari arena bermain judeo mengangkat radit dari mobil menuju kamar radit.
Saat melewati ruang keluarga ternyata ibu silvia dan pak ganda sedang menonton televisi.
"lho radit kenapa deo" tanya pak ganda kepada judeo karena melihat radit sampai di papah.
"tidur pi, mungkin karena kecapean."
"sudah langsung ke kamar papi aja dulu, ntar malam baru ke kamarnya, soalnya kita lagi pada nonton di bawah nih" ucap Pak ganda sambil bangkit dan menuju kamar utama.
Judeo meletakkan radit perlahan di kasur empuk pak ganda. Judeo membenarkan posisi radit untuk tidur nyaman.
"Wah cucu ku kecapean ini, terlalu bahagia dia" ucap pak ganda menciumi radit membuat judeo merasa malu pernah mengira papinya tidak punya hati.
"kalian mandi sana biar cucuku tidur di sini " ucap pak ganda membenarkan selimut cucunya.
"iya pa " ucap Ester yang sudah terbiasa melihat kasih sayang pak ganda kepada radit.
Sementara judeo masih terdiam sementara waktu menyaksikan kasih sayang papinya kepada anaknya.
"ayo mas " ajak Ester ke judeo
"oh iya " judeo mengikuti langkah Ester keluar dari kamar utama. Judeo tidak pernah membayangkan kehangatan keluarga seperti ini sebelumnya, karena dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga yang Utuh.
Begitu masuk kamar mereka Ester langsung menyimpan tasnya di lemari lalu ingin Mandi Dan mengurus judeo suaminya.
"mas mau mandi dulu" tanya Ester perhatian
"iya sayang, mandiin ya" seketika wajah judeo berbinar untuk menggoda istrinya, karena dia sangat yakin istrinya akan tersipu Malu.
"idihhhh sejak kapan sih mas jadi mesum " tanya Ester tersipu malu.
"sejak bertemu kamu lagi " ucapnya sambil mengedipkan matanya.
"idihhh malu sama umur "
"ini jujur Ester sayang, mamanya radit, aku hanya bisa bergairah sama kamu, kalau tidak percaya tanya jo" ucap judeo sambil Bangkit dan memeluk Ester dari belakang.
"hahhhh tanya pak jo"? ucap Ester bingung mau nanya apa coba, masa iya dia tanya apa pak judeo ngga bisa bergairah sama cewek lain?
Hahahaha apa kata dunia?
__ADS_1
"becanda Ester, kamu itu lucu banget ya, masa iya aku izinkan kamu ngobrol hal-hal pribadi sama jo. tidak boleh terjadi " ucap judeo sambil membalikkan badan Ester sehingga mereka berhadapan.
"ihhhhh mas deo" ucapnya manja
"ihhh manisnya istriku" goda judeo sambil menarik Ester ke kamar mandi.
"mas mau ngapain" tanya Ester curiga mereka akan melakukan lagi di kamar mandi.
"mau lagi sayang "
"mas baru tadi.... "
Akhirnya mereka masuk kamar mandi bersama entah mandi entah ngapain hanya mereka yang tahu.
Setelah selesai mandi Ester menggunakan baju tidur dan ingin turun ke bawah. Judeo mengamati tampilan Ester dari ujung rambut sampai ujung kaki. Saat Ester ingin melangkah keluar judeo menahannya dengan menarik tangannya.
"jangan terlalu gampang senyum kepada laki-laki lain. " ucapnya sambil menatap mata ester.
"maksudnya "
"pokoknya jangan senyum sama laki - laki lain, aku ngga suka "ucap judeo, lalu sambil menarik Ester keluar judeo tersenyum sendiri.
Ester hanya senyum-senyum Dan mengikuti judeo dari belakang. Terlihat sekali dengan mata kita kalau kedua sejoli ini sangat bahagia.
"deo, duduk dulu papi ingin bicara sebentar "
"iya pi " Ester menjawab pak ganda.
Judeo kembali takjub dengan meja makan ini, orangnya lumayan banyak. Ada pengasuh radit yang sudah di anggap keluarga dan juga pak ganda dan ibu Silvia serta Aldo dan radit juga jo.
Di rumah maminya yang super megah paling rame judeo makan berdua maminya, itu pun jarang.
Judeo dan Ester duduk bersebelahan di sebelah ibu Silvia.
"Mumpung kita semua berkumpul di sini, papa ingin bicara sedikit, karena tadi siang masih ada bapak pendeta dan Aldo belum pulang kerja" ucap pak ganda berwibawa sehingga yang duduk di Sana diam meaningful pembicaraan selanjutnya.
"Begini, Deo kamu sudah tahu Aldo adikmu kan dan Aldo kamu sudah tahu deo Abang kamu kan" tanya pak ganda sambil menatap keduannya bergantian.
"iya pa" jawab Aldo
"iya pi" jawab judeo.
__ADS_1
"Dan yang paling mengejutkan tapi nyata ternyata Ester itu kakak iparmu Aldo dan radit itu keponakan kamu. Jadi tolong saling menyayangi dan menghormati ya Aldo dan Ester " ucap pak ganda tegas
"baik pa" ucap Ester
"iya pa " ucap Aldo
"Dan kamu deo, memang kamu baru hadir di sini di tengah -tengah keluarga ini. Kami memang tidak bisa memintamu apapun, papi hanya minta hargai ibu silvia seperti ibumu dan Aldo sebagai adikmu. Mengenai kedudukanmu kami tidak minta apa-apa, karena itu hakmu sendiri, hasil jerih payahmu. Hidup bersama di panti pun sudah membuat kami bahagia nak, jadi jangan takut kami akan merongrongmu dengan pertemuan ini " lanjut pak ganda ke arah judeo.
Judeo masih bengong, bingung mau bilang apa. Karena justru sekarang dia kurang perduli dengan hartanya. Dia hanya perduli dengan Ester dan radit.
"Tapi maaf deo, bapak tahu kamu ngga butuh, tapi daripada jadi masalah nantinya jika papa ngga ada umur, mendingan bapak bilangin kalau lokasi panti itu semua milik Aldo kelak. bukan papi membedakan kalian tapi deo sudah papi wariskan dulu rumah kesayangan kakekmu. " ucapnya sendu tiap kali ingat rumah papanya dulu.
"Dan saat ini juga papi mau bilang kalau sekarang kita semua harus melepaskan kepahitan itu, kita mulai hidup baru semuannya. Mungkin di awali dengan bersatunya deo dan Ester kembali sehingga cucu saya radit sah menjadi raditya sujono " ucapnya mengelus kepala cucunya yang selalu disampingnya duduknya kalau makan.
" apa ada yang mau bicara " tanya pak ganda.
Pertama semua diam sejenak sampai Aldo angkat bicara.
"aku mau bicara dikit pa"
"silahkan nak"ucap pak ganda lembut
"pertama untuk kak deo, selamat datang kak di keluarga ini. Saya ngga tahu masa lalu papa tapi sepanjang hidup saya papa kita ini adalah panutan saya dalam segala hal. Bagiku dia hampir mendekati sempurna " ucap aldo lugas.
"dan mengenai ucapan papa tadi tentang kedudukan itu benar, kami tidak akan merongrong Kakak, karena memiliki saudara aja saya sudah sangat senang, karena kak deo lah satu -satunya beban papa yang tidak bisa saya bantu selama ini" ucap Aldo sambil bangkit berdiri lalu mendekati judeo yang berdiri juga dan merentangkan tangannya.
"welcome bro " ucap Aldo lalu mereka berdua berpelukan sampai mereka meneteskan airmata.
"terimakasih bro " balas judeo terharu dengan keluarga barunya.
Pak ganda yang ikut meneteskan airmata juga ikut berdiri dan memeluk kedua anaknya.
Pak ganda juga sangat bangga dengan Aldo anaknya yang ternyata sudah sangat dewasa.
"maafkan papa " ucap pak ganda saat mereka bertiga berpelukan.
Hai semua
Dukung Terus ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih