
Judeo keluar dari ruangannya menuju ruangan Jo.
ceklek
"tuan" ucap Jo kaget mendapat kunjungan tiba-tiba tuannya, apalagi tanpa ngetok pintu.
hah ngetok pintu, siapa bosnya jo!
"hari ini, batalkan semua janjiku. kepalaku mumet"
"baik tuan"
"antar saya pulang"
"baik tuan" ucap Jo lagi.
Hal baru lagi, bertahun-tahun Jo kerja sama judeo belum pernah tuannya ini minta pulang siang, bahkan kalau dia sangat cape' dia akan memilih istirahat di kantor, diruang pribadinya.
Judeo dan Jo langsung berjalan turun menuju mobil.
"kita langsung pulang ke apartemen pak" ucap Jo kepad supir.
"baik pak"
Mobil judeo bergerak meninggalkan gedung kantor judeo. Pengawal judeo dari jauh mencari pergerakan orang yang kemarin mengikuti tuannya, tapi sudah tidak terlihat. Bahkan sampai mereka tiba di apartemen ternyata tidak ada lagi yang mengikuti. Mereka masih tetap berada di tempat tidak muncul ke permukaan karena takutnya ini cara musuh memancing mereka keluar dari alur penjagaan mereka dari jauh.
Judeo dan Jo sudah tiba di apartemen. Mereka langsung naik ke unit judeo bersama.
Tapi sebelum mereka masuk lift judeo ingat bahwa Ester belum makan siang.
"Jo kita beli nasi pad.ng dulu, kamu juga belum makan siang kan"?
"apa tuan, tuan makan nasi Padang"
"kenapa"?
"tidak tuan, bukankah biasanya tuan ngga suka masakan yang seperti itu"
"hmmmm iya, buat Ester"
"ohhh buat nona Ester" ucap Jo senyum sambil melihat kearah lain, takut bosnya marah.
"kenapa kamu ketawa, ayo cepatan"
"baik tuan" akhirnya Jo hanya bisa mengikuti tuannya dan menunjukkan warung nasi Padang di dekat situ.
Setelah membeli nasi Padang buat mereka bertiga, judeo dan Jo langsung naik lift. Begitu masuk apartemen Ester langsung nongol dari ruang belakang.
"selamat siang tuan"
"siang" ucap judeo sambil berjalan menuju meja makan.
"nona, tuan membelikan nasi pad.ng untuk nona" ucap Jo senyum
"makan aja, kamu kebanyakan ngomong" ucap judeo ketus menutupi rasa malunya ketahuan beli nasi buat Ester.
__ADS_1
"iya tuan"
Ester langsung menyiapkan minum di meja makan dan menyiapkan makan judeo, sementara Jo menyiapkan punya dia sendiri.
Mereka bertiga makan dengan tenang, tidak ada yang bicara. hanya Jo yang kadang-kadang memperhatikan tuannya makan nasi pad.ng, soalnya seumur dia kerja dengan tuannya belum pernah tuan judeo makan nasi Pad.ng. Makannya harus penuh pertimbangan kesehatan.
Ester mulai terbiasa makan satu meja dengan judeo, sebelum makan dia berdoa dulu membuat judeo terpana sejenak begitu juga jo. Hal seperti ini tidak pernah ada di kehidupan judeo dan terbawa juga ke kehidupan jo.
Ester terlihat makan dengan sangat lahap, makanannya habis bersih, kertas nasinya sampai bersih sekali. Judeo yang melihat itu menyipitkan matanya sambil bertanya.
"kamu lapar banget ya" tanyanya
Ester yang ditanya setengah bingung dulu, barulah dia menjawab.
"biasa aja tuan"
"tapi itu" tunjuk judeo ke kertas nasinya yang bersih.
"kenapa tuan" Ester malah makin bingung
"sampai bersih begitu" tanya judeo sementara Jo yang melihat interaksi mereka hanya tersenyum sendiri.
"kalau punya makanan memang harus dihabiskan kan tuan, kalau tidak kita berdosa. belum tentu besok kita masih dapat makan," ujar Ester tenang.
Judeo dan Jo saling tatap, entah apa arti tatapan itu tapi yang pasti mereka jarang mendengar kata-kata bijak itu.
Setelah selesai makan Ester membereskan meja makan sementara judeo dan Jo beranjak ke ruang depan.
"aku tidak kembali ke kantor, kamu terserah saja" ucap judeo sambil duduk disofa.
"hmmmmm"
Jo langsung berlalu keluar menuju unitnya.
Setelah Jo keluar Ester muncul keruang depan untuk menanyakan apakah tuan judeo mau dibikinin kopi.
"maaf tuan, apa mau dibikinin kopi"
"tidak, kepalaku agak pusing, kamu pijitin aku aja"
"baik tuan"
Judeo langsung menyuruh Ester duduk disampingnya. Judeo langsung menyodorkan kepalanya kearah Ester.
"maaf ya tuan" ucap Ester sambil memijat kepala tuan judeo
Pijatan Ester lumayan enak dan lembut membuat judeo ingin tidur.
"kamu biasa mijit ya"? tanya judeo
"iya tuan, mijitin ibu kalau habis cape"
"hanya ibumu"
"bapak juga tuan, kalau pegal pasti saya pijitin"
__ADS_1
"kirain profesi kamu tukang pijit"
"bukan tuan"
"tadi nasi pad.ngnya enak"? tanya judeo basa basi
"sangat enak tuan, kalau dekat rumahku tidak seenak itu. Tapi harganya sepuluh ribu sih, mungkin tadi pasti mahal ya tuan"
"hmmmmm"
Ester masih memijit kepala judeo sampai judeo akhirnya ngantuk.
"aku ngantuk, pengen tidur sebentar, pijitin saya dikamar" ucap judeo bangkit. Ester hanya bisa mengikut saja, kalaupun nanti tuan judeo minta pijit plus-plus itu wajar karena mereka sudah menikah. Jadi bukan dosa lagi.
Begitu sampe kamar, Judeo langsung membuka kemejanya yang sejak pulang kantor tadi belum di buka.
"Kamu ambil baju ganti ku dulu"
"baik tuan"
Ester masuk ke ruangan yang berisi pakaian tuan judeo dan mengambil satu kaos dan celana kolor.
"ini tuan" ucapnya sambil menyerahkan ke judeo pakaian santai itu. Tanpa beban judeo membuka semua pakaiannya didepan Ester membuat Ester malu setengah mati. Melihat Ester malu begitu naluri judeo jadi bangkit malah tidak ingin tidur.
"kenapa kamu malu sih, tiap hari kamu nikmati" ucap judeo enteng membuat Ester semakin tersipu malu.Gadis kampung seperti dia jarang sekali mendengar kata-kata vulgar seperti itu.
Judeo malah iseng makin mendekati Ester. Tapi keisengannya membangkitkan naf.unya sendiri. intinya malah langsung bereaksi luar biasa.
'Gila apa sih kelebihan gadis ini, selalu membuatku langsung on' batin judeo
Akhirnya judeo tidak tidur siang tapi olah raga bersama Ester. Ester yang sudah memprediksi ini terjadi, sudah siap melayani suaminya kapanpun itu. Mereka sudah saling menikmati permainan itu sampai sekian lama hingga keduanya ambruk di kasur empuk judeo karena lelah.
Judeo sudah tidak mendengar panggilan telepon dari Jo yang ingin menanyakan sesuatu yang penting tentang kerjaan.
Setelah permainan mereka selesai, pengaruh cape dibuat judeo, atau sekaligus kenyang nasi pad.ng membuat Ester langsung tertidur.
Judeo membiarkan Ester dikasur empuknya, dia malah memeluk Ester dari belakang dan tertidur bersama.
Jo merasa aneh lagi, tumben tuan judeo tidak angkat teleponnya. Apa tuannya lagi berendam atau tidur? akhirnya Jo telepon nomor Ester tapi sama saja, tidak diangkat juga, karena handphone Ester ada di kamar belakang .
'ya ampun, jangan-jangan tuan judeo sedang....., jadi dia minta ingin pulang siang karena kangen belaian ester' batin Jo seperti baru sadar.
'bodoh bodoh, bodoh kamu Jo, kamu telepon bos yang sedang asyik' batin Jo senyum sendiri lalu berangkat ke kantor.
'nanti aja aku telepon lagi deh, aku hanya bentar ke kantor' batin jo
'Gila ya bos aku sekarang, demi Ester dia sampai batalin semua jadwalnya hahahaha
nona Ester, kamu sangat hebat, hebat sekali' batin Jo sambil senyum
Hai readers setiaku
Kutunggu like, coment dan votenya lho
Terimakasih
__ADS_1
I love you all๐ค๐