AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 83 KALIAN KEBAHAGIAANKU


__ADS_3

Lewat tengah hari setelah Ester dan judeo sudah mengelilingi semua letak rumah itu, sebuah mobil memasuki halaman depan. Karena belum ada satpam akhirnya pengawal judeo lah yang membukakan pintu.


Terlihat satu mobil baru dan dua orang wanita paruh baya turun dari mobil tersebut.


Ester sedikit heran, siapa mereka ya'? batinnya


"selamat siang tuan, kami di suruh tuan Jo untuk kesini' sapa laki-laki yang tadi bawa mobil


"oh Jo nya kemana"?


"katanya menyusul tuan, masih ada pekerjaan"


"mana mobilnya"?


"ada diluar tuan"


"ya sudah ,tunggu diluar" perintah judeo


" kami juga disuruh kesini tuan sama pak Agus"


"siapa Agus"


"dia bos di plaza xx tuan"


"ohhhh, kalian sudah tahu tugas kalian"


"katanya sesuai perintah disini tuan, tapi dua-duanya kami bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah tuan"


"bagus"


"coba kalian beresin dulu kamar tidur, soalnya bentar lagi anakku pulang sekolah, dia harus tidur siang dan istirahat"


"baik tuan"


"siapa mereka mas" tanya Ester yang belum mengerti.


"mereka disuruh Jo, nantinya untuk membersihkan rumah ini, nah kalau yang laki-laki nanti jadi supir Radit, apa kamu kurang suka"?


"hahhhh, bukan kurang suka mas, tapi kami belum perlu. Kami masih bisa naik motorku kemana-mana"!


"ter, aku tahu kamu wanita berprinsip, tapi ini demi masa depan Radit, dan juga untuk menebus rasa bersalahku", ucap judeo


"mas, tadi aja mas cerita di atas bahwa mas tumbuh diatas gelimang harta tapi tanpa kasih sayang, karena apa-apa sudah diatur oleh maminya mas Deo. Mas sudah tahu itu kurang menyenangkan kan, tapi kenapa mas lakukan untuk aku dan Radit" tutur Ester lancar untuk memberi pengertian membuat judeo terkesima seketika.


'ohhh iya, apa sekarang aku termasuk golongan mami yang selalu memaksakan kehendak ke anak' batin judeo


'Tapi mana mungkin aku biarkan mereka hidup sengsara diatas harta kekayaanku yang melimpah' batinnya lagi


"lalu menurutmu aku harus gimana kepada kalian, aku tidak mungkin membiarkan kalian susah padahal aku berlebihan. dan aku tidak mungkin membiarkan kalian tinggal di rumah itu sementara pembantu di rumahku bisa tinggal pakai AC"


"mas, tolong jangan salah faham tentang ini"


"salah faham gimana Ester, sekarang ini kalian adalah kebahagiaanku, dan aku tidak mungkin membiarkan kalian hidup susah. setidaknya aku lakukan yang aku bisa"


"iya mas, saya mengerti, tapi sebenarnya kebahagiaan Radit itu adalah berkumpul dengan kakek dan neneknya. Kalau kemewahan, memang dia pasti ingin tapi mas lihatkan dia akan bosan"

__ADS_1


"terus apa yang harus aku lakukan"?


"tidak ada mas, hanya jangan pisahkan mereka dengan cara seperti ini"


"siapa yang memisahkan mereka. Kan tadi saya sudah bilang justru kalian semua adalah kebahagiaan saya, jadi saya ingin kalian nyaman"


"kami sangat nyaman kok mas di rumah itu, tiap Sabtu kami pulang ke panti."


"yah aku tahu kalian orang-orang baik dan bisa mengatasi kerasnya hidup, tapi apa salah Ester kalau aku ingin anakku merasakan kekayaanku"


"yah tidak salah mas, sama sekali tidak salah. masalahnya terlalu banyak hal diluar rencana kita. misalnya saja, bagaimana nanti pendapat mami mas kalau tahu Radit, anak yang lahir dari rahim wanita miskin." ucapnya menerawang.


"mami harus terima"


"iya, mungkin Radit akan dia terima lambat laun, karena ada darahnya mengalir di tubuh Radit. Lalu bagaimana menurutmu perasaan Radit ketika mami menolakku dan bahkan menyingkirkan ku lagi" tanya Ester menunduk mengingat masa lalunya.


Judeo terlihat berpikir mendengar ucapan Ester. tidak hanya Ester yang khawatir akan hal itu, Jo dan papinya pernah mengutarakan hal itu.


"itu pasti akan menimbulkan luka di hati Radit mas"


"dan aku jamin itu tidak akan terjadi" ucap judeo bertekad dalam hati.


"yahhhh terserah mas aja, saya hanya mengingatkan saja"


"terimakasih sudah mau berbagi cerita denganku" ucap judeo senang.


Terdengar suara mobil di depan, ternyata Jo yang datang.


"bagaimana tuan, apa ada bagian yang tuan tidak suka"? tanya Jo kepada judeo tapi juga melirik Ester.


"baik tuan" ucap jo


"oh iya tuan, sebentar lagi jam makan siang, apa nona Ester dan tuan ingin makan sesuatu "? tanya jo


"gimana Ester" judeo malah bertanya ke ester


"terserah mas aja" mendengar kata mas itu membuat Jo sedikit kaget, banyak hal terlewat oleh Jo.


"mungkin kulkas belum ada isi, kita makan diluar aja dulu"


"baik tuan"


"kita jemput Radit dulu, baru makan"


"baik tuan"


Akhirnya mereka berangkat untuk menjemput Radit ke sekolah.


Saat menunggu Radit judeo berusaha bicara berdua dengan Jo.


"Jo, nanti malam mereka harus sudah tinggal di rumah itu, tapi tolong jemput kakek dan neneknya Radit, bisa ngga?"


"bisa tuan, saya akan usahakan"


"saya tidak ingin mereka merasa aku kuasai Jo, mereka itu satu keluarga, kalau ada semua pasti seru"

__ADS_1


"iya tuan, sepertinya papinya tuan itu orangnya sangat bijak dan berwibawa, saya salut sama beliau dan pandangan hidupnya tuan" ucap jo


"iya Jo, aku juga jadi agak bingung siapa yang benar. Saya juga lihat papi dan Bu Silvia sangat menyayangi Ester dan Radit"


"iya tuan, benar banget. mereka orang tua penyayang, pantas aja mereka sangat di hormati dan juga sangat di banggakan Radit"


"iya Jo, makanya saya ingin mereka bersama di rumah itu"


"iya setuju tuan, lagi pula kalau ada papi tuan dan ibu Silvia, tuan akan lebih tenang meninggalkan mereka ketika kita harus pulang ke Jakarta."


"iya Jo, saya juga takut mami tahu tentang Ester dan Radit sebelum aku kasih tahu"


"semoga saja nyonya jangan curiga tuan, karena pastinya akan mengganggu nona Ester dan Radit"


"iya"


"oh iya tuan saya dengar Ester sudah memanggil tuan mas, apa tuan yang minta"


"iya, kenapa"?


"ngga apa-apa tuan, itu perkembangan yang bagus"


"jujur Jo, sekarang aku merasa takut, takut kehilangan Ester dan Radit lagi"


"terus apa yang akan tuan lakukan, memperbanyak keamanan"?


"tidak bisa, dulu juga buktinya kita kecolongan" ucapnya lemas


"terus menurut tuan apa yang harus kita lakukan"


"satu-satunya benteng pertahanan Ester dan Radit adalah papi, aku yakin biarpun lemah papi bisa melindungi mereka" ujar judeo


"saya juga berpendapat begitu tuan"


"makanya usahakan nanti malam mereka datang, bawa aja semua orang di panti"


"baik tuan akan saya aturkan"


"ayo, itu Radit" ucap judeo ketika melihat Radit sudah keluar


"mari tuan" ucap Jo mendekati mobil yang disana sudah ada Radit dan Ester.


"halo Radit, gimana belajarnya"


"eazy papa, gampang buangettttt"


"oh iya"


"iya pa, Bu guru cuma nanya hewan berkaki empat, ya pasti Radit tahulah" ucapnya ala anak TK membuat mereka semua ketawa.


Hai semua


Jangan lupa dukungannya ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2