
Setelah melakukan video call dengan judeo Ester langsung naik ke tempat tidur anaknya. Tapi matanya masih sulit untuk di pejamkan.
'Kenapa ya Tuhan baru aja kami bertemu dan berdamai dengan masa lalu, tapi ada lagi masalah yang lebih besar. Apa ini artinya sejujurnya kami tidak berjodoh tapi di paksakan? terus apa yang bisa saya lakukan sekarang? batin Ester
Keesokan harinya setelah radit berangkat sekolah, Ester menemui Pak ganda Dan ibu Silvia yang ada di teras samping seperti biasa setiap pagi.
"Pak bu, bagaimana kalau aku menyusul mas deo ke Jakarta "? Tanya Ester kepada kedua mertuanya membuat mereka saling tatap.
"mau ngapain nak"
"aku ingin bersama mas deo menghadapi masalahnya pak" ucap Ester yakin
Kedua orang tua itu saling pandang dan masih terdiam sejenak. Mereka masing - masing berpikir Kira - Kira Ester bisa berbuat apa menolong judeo? Kira - Kira bahaya ngga Ester ke Jakarta.
"nak Ester, bukannya bapak tidak setuju nak, hanya saja apa itu tidak menambah beban pikiran judeo nantinya. Mendingan Kita tetap di sini aja, kita tunggu judeo pulang" ucap pak ganda.
"iya sih, tapi siapa temannya yang berada di dekatnya pa saat dia pusing. Padahal saat seperti itu mas deo butuh seseorang untuk tempatnya bercerita walaupun cerita ringan" jelas Ester tentang maksudnya. Dia juga sadar tidak punya kemampuan apa - apa, tapi paling tidak dia ingin memastikan judeo baik - baik aja.
Mereka bertiga akhirnya terdiam sejenak, sejujurnya pak ganda setuju dengan Ester, tapi mengingat kerasnya kehidupan Jakarta pak ganda juga tidak bisa membiarkan Ester pergi kesana sendiri, apa pun bisa terjadi.
"Tapi bersama siapa kamu ke jakarta"? Tanya pak ganda. "kalau kita hubungi deo pastilah dia akan tambah repot" lanjutnya.
"bersama Papa sama Mama, gimana"? ujar Ester
"terus radit gimana"?
"disini dulu sama pengasuh sama pengawalnya " saran Ester.
Jelas pak ganda tidak menyetujuinya, sekarang ini mereka justru tidak tahu apa rencana citra terhadap Ester dan radit. Jadi Ester dan radit harus dalam pengawasan mereka.
"tidak mungkin nak, justru kita tidak tahu apa rencana citra sekarang. Bapak ngga mau kecolongan menjaga radit, nanti deo marah" ucapnya.
"kalau ngga begini aja, kamu tinggal di rumah adikku aja Dulu Ester, gimana"? ucap bu silvia memberi saran setelah berlpikir
"jadi nanti biar else yang menemani dia kemana - mana pa" lanjutnya.
Pak ganda tampak berpikir sejenak lalu menatap istri dan menantunya bergantian.
"ya, sudah kalau itu bapak setuju" ujar pak ganda.
Pak ganda juga punya keyakinan bahwa Ester bisa membantu judeo saat terpuruk, walaupun bukan secara materi tapi dukungan perhatian dan kasih sayang Ester pasti bisa membantu judeo.
"terus kapan rencanamu berangkat" tanya pak ganda
"secepatnya pak, lebih cepat lebih baik, sekarang ini juga ngga apa -apa. Aku minta tolong kak Aldo booking in tiket "
__ADS_1
"ya sudah biar bapak yang telepon Aldo, kamu bersiap aja" tutur pak ganda sambil mengajak istrinya masuk untuk bicara Samantha aldo dan else.
Setelah pembicaraan itu Ester langsung memasukkan pakaiannya untuk dua hari ke Jakarta.
'Apapun nanti yang terjadi di jakarta semoga demi kebaikan bersama. Aku harus bicara sama Ibu citra bila perlu ' batin Ester
'aku tidak ingin membuat hidup mas deo susah, dia harus tetap semangat demi radit anaknya' batinnya lagi.
Dengan tekad yang sudah bulat, Ester harus berangkat ke Jakarta.
Setelah dirasa cukup persiapannya Ester ingin telepon mas deo Dulu, karena sepagi ini mereka belum teleponan .
Jam segini biasanya dia sedang otw Kantor, batin Ester
dddrrrrttt dddrrrrttt
"hallo "
"selamat pagi Nona "
"lho kok bapak yang angkat pak jo mas deo belum bangunkah " dalam hati Ester mas deo pasti ngga bisa tidur tadi malam sampai harus kesiangan begini.
"bukan Nona, tuan judeo sedang rapat penting dari tadi"
"Jam segini sudah rapat pak jo" tanya Ester bingung, apa segenting itu keadaan perusahaan.
"Ya sudah, apa mas deo sudah sarapan pak jo"
'boro -boro sempat sarapan nona, tidur aja belum ' batin jo
"belum nona, nanti setelah rapat ini saya ingatkan "
"ohhh ya sudah, nanti sampaikan aku telepon ya pak jo"
"iya nona"
Akhirnya sambungan telepon itu terputus.
'mereka sudah rapat dari pagi - pagi sekali, sampai mas deo belum sarapan, berarti keadaan perusahaan memang sangat urgent. ' batin Ester
tok tok tok
Suara ketokan di pintu membuyarkan lamunan Ester.
"nak Ester " panggil ibu mertuanya
__ADS_1
"ah iya bu" ucap Ester gugup sambil membuka Pintu karena memikirkan seberapa goyah perusahaan judeo sekarang.
"lho kok kamu kayak orang bingung"
"iya pak, bu, tadi barusan aku telepon sama mas deo, tapi yang angkat pak jo" ceritanya
"terus"
"sepertinya keadaan perusahaannya benar - benar serius deh bu, soalnya jam segini aja mereka sudah sedang rapat internal"
"masa " pak ganda juga agak kaget, ternyata seserius itu. Dia yang mantan seorang pemimpin perusahaan sudah pasti mengerti kalau rapatnya aja sepagi ini pasti keadaan darurat.
"iya pak, tadi aku kirain malah belum bangun dia, Karena tadi malam juga tengah malam masih telepon, ehhh ternyata sudah rapat " ujar Ester
"ya sudah, jangan terlalu di pikirin. judeo pasti bisa mengatasinya. Kalau mengenai pekerjaan judeo tidak usah di ragukan, dia sangat mampu untuk itu. " pak ganda tetap berusaha membesarkan hati menantunya.
"iya nak Ester, sekarang kamu fokus aja berangkat ke Jakarta, nanti tante else dan suaminya sudah menjemput kamu di bandara." ucap bu Silvia
"nanti selama di sana else juga akan menemani kamu, supaya tidak merepotkan judeo "
"iya bu, terimakasih Ya bu"
"dan setengah Jam dari sekarang aldo akan ke sini untuk mengantar kamu ke bandara "
"ohhh iya, kak Aldo bisa antar aku pak"? Ester senang ternyata dia akan di antar oleh aldo ke bandara. Soalnya seumur-umur ini pertama Kali Ester naik pesawat sendiri.
"iya, katanya kalau hanya sama supir takutnya ngga ditemanin ke dalam. " ujar pak ganda lagi.
"makanya sekarang kamu langsung siap - siap ya" ujar bu Silvia
"bapak sama Ibu keluar dulu" lanjut bu silvia
"iya bu " ucap Ester sangat senang. Kalau pergi sama aldo dia bisa bertanya apapun.
Sepeninggal pak ganda dan bu Silvia Ester langsung bersiap ganti baju.
'tunggu aku mas deo, aku akan menemanimu dalam susah dan senang' batin Ester senyum kecil.
Tidak sampai setengah Jam Ester sudah turun dengan tas travel bag ditangannya. Dia menuruni tangga dengan perlahan. Ternyata Aldo sudah menunggu di bawah bersama pak ganda dan bu Silvia.
Terlihat mereka bicara serius bertiga. Ternyata pak ganda dan bu Silvia juga meminta Aldo untuk tinggal di rumah ini selama Ester ke Jakarta.
Hai pembaca setiaku
Like, coment dan vote Ya
__ADS_1
Terimakasih