AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 140 HIDUP BARU


__ADS_3

Hari - hari judeo sekarang sangat sibuk. Banyak hal yang harus dia lakukan sendiri karena memang dia sendiri yang ingin melakukannya sendiri. Seperti menghadapi morning sicknes ester, dia selalu temani sendiri istrinya pagi hari dan juga menyediakan makanan yang Ester minta bahkan walaupun itu malam hari.


Urusan Radit sekarang sudah punya baby sister sendiri, karena Radit juga sudah harus sekolah.


Rumah mereka selalu ramai, hampir tiap hari juga ibu citra mampir ke rumah judeo. Entah kenapa ibu citra juga sekarang jadi sangat senang dengan yang riweh dan rame. Padahal biasanya dia lebih suka yang sepi dan menyendiri.


Sekarang dia baru merasakan jadi ibu mertua dan jadi nenek, walau kadang melihat cucunya Radit ada penyesalan yang dalam di hatinya.


Seperti hari ini, karena merasa bosan dan jenuh menghadapi berkas - berkas kantor, ibu citra malah pergi ke apartemen judeo untuk menemui cucunya dan menantunya. Tapi saat dia sampai apartemen, Radit belum pulang sekolah.


'cucuku ini sudah sebesar dan seganteng ini, padahal dulu aku ingin menyingkirkannya dan mamanya' batin Bu citra sambil memandang foto Radit yang di pajang oleh judeo di ruangan tengah apartemennya sambil menunggu Radit pulang.


"tumben ibu ke sini jam segini Bu, ini kan masih jam kerja" tanya Ester heran. Karena dia cukup tahu karakter mertuannya dari judeo, dia itu sangat disiplin dalam bekerja.


"iya, ibu kangen sama Radit, kemarin ibu ingin beli mainan tapi ngga tahu dia suka apa" ucapnya lagi.


"ohhhh raditnya belum pulang sekolah Bu, tapi paling bentar lagi sampai sih" tutur Ester sopan.


"kabar kamu gimana, masih muntah pagi hari" tanya Bu citra padahal dia sudah tahu jawabannya dari judeo yang tiap hari dia tanyakan.


"sejauh ini baik - baik aja Bu, cuma kalau muntah masih Bu, tapi hanya pagi siangnya tidak pernah lagi" jelas Ester.


"ohhhh baguslah" jawab ibu citra asal


"duduk dulu Bu"


Saat mereka sedang berbincang - bincang Bell apartemen judeo berdering sepertinya tandanya Radit pulang.


Dan begitu art nya membuka pintu nongollah Radit dan susternya beserta drivernya.


"mama" teriak bocah berlari ke arah mamanya


"iya sayang, baru pulang, ada oma nih baru datang" tutur Ester sambil memeluk anaknya setelah Radit mencium punggung tangannya.


Radit berpaling ke arah ibu citra dan mencium tangannya.


"Oma, kapan datang"?


"tadi barusan sayang" ucap ibu citra senang sambil mengusap kepala cucunya. Kembali dia teringat dengan masa lalu dimana dia hampir membunuh cucunya ini.


'maafkan Oma mu ini sayang, maafkan aku Tuhan, aku benar - benar mengaku salah' batin ibu citra.


"Oma, mama Radit ganti baju dulu ya" ujarnya mengikuti susternya.


"iya sayang, habis itu langsung makan ya" ucap Ester.


Tidak berapa lama handphone Ester berbunyi.


Dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo mas"


"kamu lagi ngapain"


"lagi duduk doank"


"pengen sesuatu ngga" tanya judeo lembut


"ntar aja pas pulang beliin rujak ya"

__ADS_1


"sabar ngga sampe sore"


"sabar, masih ada buah juga"


"Radit sudah pulang"?


"sudah mas, oh iya mas, ada ibu disini." ucap Ester seperti baru sadar keberadaan mertuannya.


"mami maksudnya"


"iya mas"


"tumben mami"? tanya judeo bingung


"ini ngomong sendiri mas" ucap Ester lalu memberikan handphonenya ke ibu citra.


"mas deo Bu" ucapnya. Ibu citra lalu menerima handphone Ester dan bicara dengan judeo.


"hallo deo"


"iya mi, tumben mami ada disana, ngga di kantor" tanya judeo serius


"mami lagi ingin ngajak main Radit, mami lagi jenuh"


"mau kemana mi"


"ngga kemana - mana, sekitar sini doank,"


" asal jangan jauh- jauh mi"


"iya, nanti kalau Ester mau sekalian keluar, siapa tahu dia ingin makan sesuatu"


"iya mami tahu"


"kalau ngga tunggu aja mi, kita keluar bareng, aku juga lagi kosong soalnya, tadinya mau ajak mereka juga makan siang"


"ohhh ya sudah, kamu cepat pulang"


"iya mi, bye mi"


"bye" ibu citra senyum sendiri mengingat biasanya anaknya ngga pernah menutup telepon selembut itu, paling juga berantem terus langsung matiin. Sekarang anakku sudah sangat perduli orang tua, semua ini pasti ajaran Ester atau minimal karena mengikuti prilaku Ester.


"ini handphone kamu" ucap maminya judeo


"iya, makasih mi"


"katanya kita mau makan siang di luar, deonya sudah mau pulang" ucap mami citra memberitahu


"ohhh gitu mi, tadi katanya sore aja"


"mungkin karena mami ingin ajak Radit jalan dan main"


"0ohhh" ucap Ester.


"ibu mau makan atau minum Bu"


"ngga usah kita tunggu deo aja, kamu ngga usah repot, lagi hamil" ucap ibu citra. Tidak berapa lama Radit sudah bergabung bersama mereka.


"Oma sudah makan siang, Radit mau makan siang nih, mau bareng Radit"? tanya bocah polos itu.

__ADS_1


"Oma sih mau makan, tapi kata papa kamu kita mau makan di luar sayang. gimana"?


"oh iya, papa mau pulang? horeeee papa mau pulang "ucapnya senang dan gembira.


Ibu citra kembali melongo melihat tingkah lucu cucunya. Dalam hidupnya belum pernah bisa buat judeo kecil dulu berlarian karena senangnya, biasanya judeo hanya diam dan mengikuti semua jadwal kegiatannya.


'Aku memang bukan mami yang baik untuk judeo, tapi jika di izinkan oleh yang maha kuasa, aku ingin jadi Oma yang baik untuk cucuku.' batin ibu citra tanpa terasa airmata sudah menggenang di pelupuk matanya.


Baru aja Radit ingin bermain mobilan barunya ternyata judeo sudah tiba di apartemen.


"radittt" panggilnya


"Papa" balas Radit berlari mendekat


"anak papa lagi ngapain" tanya judeo sambil memeluk anak laki - lakinya itu.


"ingin main mobilan pa, nunggu papa datang, kata Oma kita mau makan di luar, jadi Radit belum makan deh" jelas Radit sebelum ditanya oleh papanya.


"ohhh iya sayang" jawab deo sambil menggandeng tangan anaknya lalu mencium tangan maminya dan memeluk istri tercintanya.


"ini rujaknya sayang, mau makan sekarang"


"makan dulu mas, nanti aja"


"ohhh oke, bi tolong masukin kulkas donk ini" perintah judeo sambil memberikan kotak rujak itu ke artnya.


"jadi kita makan di mana mi"? tanya judeo ke maminya.


"mami ngikut aja, tanya Ester aja mau makan apa, karena ibu hamil biasanya agak susah"


"ohhh, mau makan apa sayang"?


"kalau bisa yang ada kuah- kuahan hangat aja mas"


"kalau begitu kita ke restoran Jepang aja, yang lengkap menu seafoodnya. bagus juga sih untuk wanita hamil yang penting matang" jelas ibu citra


"iya aku setuju Bu," ucap Ester lagi mendukung pendapat mertuanya.


"oke kalau begitu aku minta Jo booking dulu ya"


"hmmm"


"Radit ngga ganti baju nak" tanya Oma citra


"baik Oma, aku ganti baju dulu"


Dan mereka semua akhirnya siap- siap untuk berangkat ke restoran yang di booking Jo. Judeo tidak melepas istrinya sebentar juga, karena selama hamil istrinya itu sangat sensitif dengan bau - bauan, dia takut tiba - tiba istrinya mual.


Hallo semua


Dukung terus donk karya ini


like


coment


vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2