
"apa kalian lagi berantem" tiba-tiba ibu citra sudah nongol diruang keluarga.
"maksud mami" tanya judeo pura-pura bego
"dari tadi mami lihat kalian seperti jaga jarak"
"biasa aja mi" jawab Deo asal
"ya sudah kalau begitu, mami ngga mau hidup kalian terganggu hanya karena kata cinta. terus berantem jadi kepikiran. hidup harus realistis, bukan makan cinta" jelas ibu citra panjang lebar.
"terus mami mau ngomong apa"? tanya Deo.
"oh iya, mami jadi lupa, ayo duduk dulu"
Mereka bertiga duduk dengan serius. Judeo sudah menunggu perkataan maminya, entah tentang apa.
"begini, sela dan kamu Deo. Mami sudah makin tua karena umur tetap bertambah, mami ingin melamar sela untuk menjadi istri judeo." ucap mami citra membuat judeo dan sela sangat terkejut.
"mami" ucap judeo kaget karena ngga nyangka sama sekali.
"Tante" ucap sela juga
"kalian kaget banget, kalian kan sudah dewasa, Deo juga sudah hampir tiga puluh, mami ingin punya cucu penerus usaha mami" ucap mami citra.
Judeo dan sela saling pandang dan bingung.
"mami tahu aku kan, aku ngga suka ikatan"
"hmmmm iya, mami tahu kalian kurang suka dengan ikatan. mami juga sama. Kalian menikah dengan perjanjian aja, misalnya jangan saling mengikat satu sama lain yang penting jangan berganti-ganti pasangan selama pernikahan, supaya mami dapat cucu" ucapnya enteng
"mami" sentak judeo yang menganggap ide maminya ini gila. Deo tahu maminya selalu berpendapat bahwa uang bisa membeli segalanya, tapi kali ini Deo ngga setuju, dia ngga mau punya anak yang mengalami nasib sama dengan dia, tanpa kasih sayang.
"mami rasa itu cukup enjoy, kalian menikah, segera punya anak, dan kalau kalian merasa ngga cocok pisah aja, jangan jadi beban, jangan mau tersakiti karena istilah cinta. Realistis aja, kalau kamu hebat kamu pasti disegani orang" ucap maminya lagi.
"gimana sela, karirmu hanya diam sekitar setahun, setelah melahirkan mami bantu kamu bangkit lagi" tawar nyonya citra.
Sela sedikit bingung, tapi kapan lagi jadi istri judeo yang disegani orang dan bebas berkarier. Mungkin ini kesempatan buat aku' batin sela.
"Saya terserah Deo aja Tante"
"hahhhh kamu setuju dengan ide gila mami"
"nah tuh Deo, sela aja setuju kok, kita harus wujudkan" ucap ibu citra semangat.
"saya harus mikir dulu mi"
"mikir apa lagi sih Deo"
"itu rencana mami doank kan, nah bagaimana kalau berjalannya waktu tidak seperti yang mami rencanakan, malah jadi riweh" ucap judeo menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"ngga berjalan sesuai rencana gimana, kalian memilih seia sekata sampai tua, ya sudah, nggada masalah kan"? ucap maminya senyum mengangkat bahunya.
"atau kalian merasa ngga cocok, sering ribut, ya pisah aja, sudah sepakat dari awal kan",
"pokoknya aku belum setuju"
"kenapa, apa kamu punya pacar yang lain, karena setahu mami hanya sela pacarmu sekarang"
"Dia lagi dapat pendatang baru kali Tante" sindir sela melirik judeo.
"oke, kalau begitu mami bebasin kalian memilih, tapi bulan depan harus ada calon yang mau menikah sama kamu. mami ingin cucu, titik" ultimatum mami citra.
"Sekarang mami mau istirahat, besok mami mau berangkat subuh keluar negri. kalian harus pikirkan saran mami" ucapnya sebelum berlalu dari ruang keluarga.
"iya mi" ucap judeo asal
Sepeninggal mami citra judeo ingin beranjak juga, tapi ditahan oleh sela.
"Siapa mainanmu itu sekarang, kalau dia memang lebih baik aku akan melepasmu, aku tidak ingin kamu tidak bahagia" ucap sela masih memegang tangan judeo
"hahahaha benarkah kamu memikirkan kebahagiaan, apa itu kebahagiaan, aku rasa kamu sendiri ngga tahu" ucap Deo asal.
"apa maksudmu"
"maksudku kebahagiaanmu dan kebahagiaanku adalah berbeda" ucap judeo tajam.
"bukan urusanmu"
"aku sayang Tante citra" ucap sela asal
"sayang mami atau sayang pengaruhnya mami kamu, karena kamu tahu mami bisa mengangkat dan menjatuhkan kariermu kan"
"terserah kamu"
"memang terserah aku, aku tidak mau terikat dan ada ikatan" tapi sekejap dia ingat Ester yang sudah sah menjadi istrinya. Dia tersenyum sendiri, entah mengapa mengingat pernikahannya dan juga mengingat wajah Ester hatinya jadi berbunga-bunga.
'ahh gadis itu, aku jadi ingin segera pulang' batin judeo
'lagi ngapain ya gadis itu diapartemen, kalau aku telepon juga alasan apa, terus wajahnya juga ngga kelihatan, apa coba cek cctv aja ya, kali aja dia lewat' batin judeo lagi.
"baiklah Deo, kamu kasih tahu atau tidak, pasti saya juga akan tahu siapa mainan barumu itu. Aku yakin dia sedang tergantung sama kamu supaya terkenal" ucap sela sangat yakin sambil bangkit berdiri.
'haaa kamu salah sela, dia tidak ingin terkenal dan tidak ingin apa-apa. dia hanya ingin jangan berbuat zinah, sesimple itu dia. bahkan uang makannya hanya dua puluh ribu sehari dan dia sudah bahagia' batin judeo senyum dalam hati.
"saya cuma ingatkan sama kamu, jangan sampai karena nafsu kamu menuruti semua permintaannya, karena biasanya orang yang mau jadi mainan demi terkenal mempunyai ambisi yang sangat besar" ucap sela lagi.
Judeo hanya senyum tapi diam mendengar ucapan sela.
' bukan seperti kamu seldiaa, dia masih polos' batin judeo
__ADS_1
"baiklah Deo, coba kamu pikirin dulu matang-matang, saya tidak ingin melihat Tante citra kecewa. Dan ada bagusnya idenya Tante citra, kita tetap dibebaskan, kita hanya perlu memberinya cucu dari hasil pernikahan" ucap sela sangat yakin.
"itu bukan urusan kamu, yang anaknya kan saya, kok kamu yang sibuk"
"terserah kamu aja" ucap sela akhirnya sambil berlalu.
Setelah sela berlalu, Jo masuk keruangan itu.
"apa nyonya sudah selesai bicara tuan" tanyanya pura-pura bodoh
"menurutmu, ya sudahlah, kamu hilang-hilang aja, darimana kamu"? tanya judeo sewot karena terkesan Jo membiarkan judeo terpojok.
"maaf tuan, tadi saya ke kamar mandi"
"ber.k batu kamu, sampai lama banget" geram judeo
"maaf tuan"
"apa nona sela juga ikut bicara tuan"
"hmmmm, puas kamu"
"kok saya yang puas tuan"
"mami nyuruh saya menikahi sela"
"hahhh menikah lagi tuan" tanya Jo membuat judeo tersadar.
'benar juga, aku kan sudah menikah ya, berarti kalau menikah lagi yang kedua donk, mana bisa, agama kita kan ngga boleh' batin judeo senyum-senyum
'aneh-aneh aja' gumamnya sambil senyum.
"wahhh begitu menikah tuan langsung tancap gas, dua tuan, lemas ngga tuh" canda Jo
"sialan Lo, siapa yang mau menikahi sela"? ucap judeo sambil bangkit berdiri
"tapi nona Ester tuan mau" ucap Jo membuat judeo terdiam sejenak ditempatnya.
'benar juga, waktu gadis itu minta dinikahi kenapa aku mau ya, tapi aku ngga nyesal sih, bukan karena dia sudah berjanji tidak meminta apa-apa, tapi memang saya tidak menyesal menikah dengan gadis itu' gumam judeo senyum
"gadis kampung itu beda, dia tidak punya tujuan, kalau sela jelas, kamu sendiri pasti tahu" ucap judeo langsung melangkah.
"kita ngga nginap tuan" tanya Jo karena melihat judeo melangkah kearah luar.
"ngga, pulang aja, Besok subuh juga mami berangkat kok keluar negri"
"ohhh baik tuan"
Hai semua readersku yang setia, tetap ikuti ya. berikan juga like, coment dan vote kalian. Terimakasih🙏
__ADS_1