AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 50 SEMAKIN AROGAN


__ADS_3

Judeo meninggalkan kantor maminya dengan perasaan yang benar-benar hancur. Dia belum pernah sekecewa ini sama maminya. Judeo langsung mengajak Jo pulang tanpa mampir ke kantor lagi.


"kita langsung pulang Jo"


"baik tuan"


"kita langsung ke apartemen tuan judeo" perintah Jo kepada supir judeo.


"baik tuan"


Begitu sampai di unitnya, judeo tambah merasa hampa. Apalagi mendengar ucapan maminya tadi yang mengatakan bahwa Ester mungkin sudah meninggal dan jenazahnya dibuang ke sungai yang dalam.


Tidak bisa dibohongi judeo sangat terpukul. Jo bisa memahami kegusaran tuannya, karena dia tahu tuannya sudah sayang sama Ester tapi malah dipisah paksa oleh nyonya citra.


"Tuan apa tuan baik-baik aja" tanya Jo melihat judeo masih bengong melihat kesatu titik


"hmmm, aku baik-baik aja."


"apa tuan mau berendam"


"hmmmmm"


"saya siapin dulu tuan" ucap Jo langsung berlalu dari tempat itu menuju kamar judeo.


Sementara judeo yang masih duduk diruang depan merasa bahwa bagian hidupnya ada yang hilang. Tapi susah dia jelasin bagian apa yang hilang itu.


"sudah tuan, airnya sudah siap"


"hmmmm, Jo tolong cariin aku apartemen baru"


"baik tuan"


Judeo akhirnya beranjak dari tempat itu menuju kamar mewahnya. Dia ingin berendam untuk menyenangkan hatinya sedikit.


'Pasti tuan judeo ingin menghilangkan semua kenangan tentang nona Ester di apartemen ini' batin Jo.


Keesokan harinya Jo sudah langsung mencari apartemen yang sesuai dengan selera tuannya. Dia tidak ingin di salah satu apartemen yang lama.


Akhirnya Jo menemukan satu apartemen mewah lagi, yang sesuai dengan permintaan tuannya.


Tanpa pikir panjang judeo langsung pindah ke apartemen barunya. Semua apartemennya diatur dan diurus oleh Jo.


Setelah sebulan lebih mencari Ester tidak ada titik terang, judeo akhirnya menyerah. Dia sudah stop anak buahnya untuk mencari Ester.


Sekarang judeo lebih arogan lagi. Semenjak menghilangnya Ester judeo merasa hidup tidak adil baginya. Kenapa wanita yang bisa menggetarkan hatinya dan bisa membuatnya lebih nyaman bisa dipanggil sangat cepat.


Judeo tidak bisa diajak kompromi sekarang. Sedikit saja kesalahan akan berakibat fatal. Dan ibu citra sudah berulang kali menghubunginya tapi diabaikan oleh judeo. Sama sekali tidak dia gubris.


Jo yang sering jadi perantara antara tuannya dan nyonya citra selalu menjadi sasaran kemarahan keduannya.


Tapi Jo sadar itu adalah resiko kerjanya.


Judeo belum bisa memaklumi tindakan ibu citra kepada Ester. Sementara nyonya citra merasa dia menyelamatkan Deo dari wanita bernama Ester.

__ADS_1


Tapi anehnya sekarang ini pelampiasan judeo adalah minum sampai mabuk. Dia tidak pernah lagi main perempuan dan wanita malam. Bahkan sela sudah dia permalukan didepan umum. Karena dia merasa sela adalah bagian dari wanita yang menghancurkan kebahagiaannya.


**


Sementara ditempat lain Ester yang pada malam itu ditolong oleh Aldo dan dibawa ke panti asuhan yang dikelola orang tuannya.


Selama hampir seminggu tinggal di panti itu Ester terlihat berangsur stabil. pak ganda dan istrinya serta Aldo dengan sabar merawat dan mengurus Ester, begitu juga anak-anak panti yang lain.


Hari ini dia sudah mulai berkomunikasi dengan baik dengan semua penghuni panti. Dia juga sudah ikut membantu istrinya pak ganda untuk menyiapkan makan abak-anak panti dan juga Aldo anaknya.


Sebenarnya Aldo sudah kost dekat kampusnya, karena dia sudah bekerja sekarang sambil menyelesaikan kuliahnya yang tinggal menunggu ujian akhirnya.


"Bu, maaf ya aku sudah merepotkan ibu dan semua orang disini"


"hehehe tidak nak, sudah kewajiban kita untuk saling tolong menolong"


"saya bersyukur Bu, Tuhan membawa saya kepada ibu sekeluarga, orang yang baik dan mau menolong orang"


"iya nak, kita tidak akan tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita"


"tapi kalau boleh tahu Bu, bagaimana saya bisa sampai disini, siapa yang mengantar saya kesini" tanya Ester penasaran dari kemarin. Dia sedang memperhatikan sekitarnya apakah dia dijual atau diapain nih oleh penculik itu.


"memangnya kamu ngga tahu gimana kamu sampai sini, gimana keadaanmu dan siapa yang menolongku"? tanya ibu ganda dengan serius.


"tidak Bu, aku ingat hari itu aku di apartemen, terus datang paket katanya buat tuan. Saat aku buka aku langsung disekap dan tidak tahu lagi"


"terus kamu dibawa kemana"


"ngga tahu bu, begitu sadar saya sudah dirumah ini"


"dijakarta"


"hahhhh Jakarta..., kamu tahu sekarang ada dimana? tanya ibu itu serius


"kamu sekarang ada dikampung, didaerah timur. kalau ke Jakarta atuh jauh banget" cerita ibu ganda


"aku ngga tahu Bu" ucap Ester sudah menangis karena sedih dengan perjalanan hidupnya.


"kok kamu menangis nak, apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan, atau kamu mengalami pelecehan biar kita laporkan ke pihak berwajib"


"tidak Bu,ntidak akan berguna"


"maksudnya"


"sangat panjang banget ceritanya Bu, tapi yang pasti aku sudah menikah dengan orang kaya. kami menikah hanya sekedar formalitas karena aku tidak mau melayaninya kalau tidak menikah, takut dosa Bu" ucap Ester sendu


"ya Tuhan, gimana ceritanya nak sampai begitu"


"panjang ceritanya Bu, tapi yang pasti biarpun dia arogan dan kasar paling tidak kedua orang tuaku bisa berobat"


"orang tuamu sakit"


"iya Bu, mereka sakit paru-paru, sehingga harus berobat rutin"

__ADS_1


"terus kamu meminjam sama orang kaya" tanya nyonya ganda serius


"tidak Bu, tapi pas bawa bapa berobat aku kesenggol orang itu, dia marah dan mengharuskan aku jadi budaknya, kalau tidak bapakku tidak akan diobati"


"kamu langsung mau"


"karena percuma melawan Bu, dia bisa melakukan apa saja, bahkan mungkin hukum juga sudah digenggamnya"


"segitu hebatnya dia"


"saya kurang tahu Bu"


"terus kenapa dia menyingkirkan kamu, apa kamu menuntut sesuatu"


"sepertinya ibunya yang menyingkirkan saya Bu"


"ohhhh ibunya juga sama jahatnya"


"sepertinya iya, karena dia pernah bilang ke saya, dia bisa melakukan apa saja Bu"


"ya ampun, ngga kagetlah berarti anaknya jadi arogan begitu"


"ngga tahulah Bu, mungkin dengan cara beginilah Tuhan mengeluarkan aku dari situ dan membebaskan aku dari mereka" ucapnya tulus


"tapi waktu aku dibawa kesini gimana ceritanya ya Bu"? tanya Ester serius.


"ohh itu nak"


flashback on


Malam itu seperti biasa Aldo pulang kerja akan mampir ke panti asuhan orang tuannya yang tinggal agak jauh dari jalan raya. Tapi kampung ini sangat aman karena setiap hari ada ronda yang keliling.


Aldo melihat seorang wanita yang merintih dipinggir jalan. Lalu dia telepon pos ronda untuk membantunya mengangkat Ester dan membawanya ke panti asuhan ayahnya.


Malam itu keadaan Ester sangat menyedihkan. Dia hanya menggunakan baju tidur dan atasannya tanpa uang dan identitas.


"nama kamu siapa nak" tanya pak ganda memulai berbicara dengan Ester. Terlihat wajah Ester ketakutan dan lalu memeluk kedua kakinya.


"pa, mungkin dia baru mengalami satu kejadian pa, biarin aja dulu ya"


"iya yah, mama urus aja deh"


"iya pah"


"Santi, tolong bantu saya bawa dia mandi sekalian pinjamin baju kamu"


"oh iya Bu" jawab Santi penghuni panti


Lalu mereka membantu Ester untuk mandi.


Setelah selesai mandi dia makan walau hanya beberapa suap lalu disuruh tidur dulu baru tenang.


Flash back off

__ADS_1


Hai readers, terimakasih ya, jangan lupa like, coment dan vote.


Terimakasih


__ADS_2