AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 143 LAHIRAN


__ADS_3

Akhirnya judeo dan Ester memutuskan untuk tinggal di rumah mami citra. Rumah itu kembali ke suasana hidup setelah sebelumnya jarang ada suara di dalamnya.


Radit yang sudah sekolah malah judeo buatin lapangan kecil di belakang rumah tempat dia untuk bermain bola. yang tadinya hanya ada pohon- pohon besar sekarang jadi ada tempat duduk.


Setiap sore Radit dan Ester, kadang ibu citra pasti duduk di belakang. Ibu citra merasa sangat senang dan terhibur sekarang dengan kehadiran cucunya.


Setiap hari ada aja pertanyaan Radit yang kadang membuat mereka bengong. Dan perkembangan kehamilan Ester juga sangat dia ikuti. Dia akan ikut mengantar Ester kontrol kalau dia tidak sibuk.


Menurut prediksi dokter cucu keduannya adalah berjenis kelamin cewek. Jadi semua pernak pernik kamar bayi sudah diatur untuk cewek.


Ibu citra sampai merombak kamarnya sendiri untuk bisa masuk kamar cucunya nanti. Ibu citra sangat bersyukur disisa hari tuannya ternyata dia sangat bahagia.


Pagi ini semua bekerja seperti biasa, judeo dan Jo harus meeting, tapi tidak ambil job ke luar negri lagi, karena dia tidak mau ketinggalan saat istrinya melahirkan.


Ibu citra juga sudah berangkat kerja bersama Clara sang asisten.


Mungkin karena rujaknya yang terlalu pedas atau memang sudah waktunya melahirkan perut Ester sudah mulas. Art di rumah Langsung telepon pak judeo' yang ternyata meeting agak jauh, sekitar dua jam perjalanan. saking panik judeo akhirnya telepon maminya yang masih dalam perjalanan.


dddrrttt dddrrttt


"hallo deo"


"mi, mami dimana"? tanyanya di sebrang dengan gugup


"di jalan, ada apa"


"Ester mi, mau lahiran, aku jauh mi, ini lagi mau pulang. mami tolongin dulu" ucapnya lagi


"iya iya ya" sambungan telepon itu langsung di matikan.


" pak kita pulang, buruan" perintahnya ke supir


"baik Bu"


Mereka akhirnya nyampe rumah dan melihat Ester sedikit pucat. Tanpa pikir panjang ibu citra langsung memapahnya di bantu Clara untuk masuk mobil.


Begitu sampai rumah sakit sudah ditunggu oleh dokter obgyn keluarga mereka.


"silahkan "


Ester langsung di baringkan dan di cek oleh dokter itu. Sesuai prediksi dokter memang hpl nya dua Minggu lagi, tapi apapun bisa terjadi sebaiknya di operasi sekarang.


"lakukan yang terbaik" ucap ibu citra


Clara mengurus semua administrasinya sementara ibu citra sangat gelisah menunggu Ester akan masuk ruang operasi.


"dimana istriku Bu" tiba - tiba judeo sudah tiba dengan keringat bercucuran dan rambutnya berantakan.


"bentar lagi di operasi"


"sekarang dimana"


"di ruang dokter, mungkin masih bisa ditemui"


Judeo ngga perduli langsung masuk ruangan itu dan melihat istrinya sudah dipakein alat.

__ADS_1


"sayang" ucap judeo langsung memeluk istrinya.


"kirain kamu bohong lagi nemanin aku" ucap Ester menangis.


"ngga, aku disini sayang, aku di sini"


"kenapa berantakan" tanya Ester


"hehehehe aku naik ojek sayang" ucap judeo senyum mengingat perjuangannya tadi.


"bagaimana pak Bu, sudah siap, sekarang kita masuk ruang tindakan ya" ucap seorang perawat cowok yang ingin mendorong bed Ester diikuti oleh judeo di sebelahnya.


Begitu masuk ruangan dokter bertanya ke judeo mau di dalam atau menunggu di luar. kalau di dalam jangan berisik dan harus kuat melihat darah, kalau ngga sanggup mending nunggu di luar karena takutnya mengganggu kinerja tim medis.


Sejujurnya darah bukan hal yang ditakuti oleh judeo, karena dulu duniannya agak dekat dengan senjata tajam yang bisa melukai.


Tapi sekarang judeo harus melihat anak dan istrinya, judeo takut tidak kuat melihatnya dan mengganggu dokter.


"mas mending tunggu di luar aja ya, takutnya mas ngga kuat" bujuk istrinya takut suaminya ngga kuat.


"iya sayang" akhirnya judeo mengalah dan keluar dari ruangan itu.


Judeo merasa waktu sangat lama berputar, dia tiada hentinya mondar mandir.


"duduk dulu aja deo, jangan gelisah begitu, kamu doakan aja mereka selamat keduannya" ucap Bu citra.


"iya mi" judeo akhirnya duduk dekat maminya.


Tidak berapa lama Jo asistennya baru tiba di rumah sakit.


"masih di ruang operasi Jo"


"tapi bapak masih sempat ketemu sebelum masuk ruangan kan"


"masih"


Jo yang melihat kegelisahan bosnya berinisiatif mencari minuman untuk bosnya.


"minum dulu pak, dari tadi pasti bapak belum minum"


"makasih Jo"


Setelah hampir satu jam seorang dokter keluar dari ruangan itu.


"bagaimana dokter"


"operasinya berjalan lancar, keduannya sehat, selamat pak atas kehadiran putri cantiknya" ucap dokternya senyum


"syukurlah, thanks God" batin judeo bahagia


"apa kamu sudah bisa melihatnya dokter"


"belum, tunggu sebentar ya Bu, lagi di bereskan dulu Dede bayinya" dokter itu akhirnya berlalu dari depan mereka.


Tidak berapa lama terlihat box bayi di dorong keluar oleh tiga orang perawat dan bidan.

__ADS_1


Judeo dan ibu citra melihat putrinya yang masih merah itu sangat terharu. Judeo sampai meneteskan air mata. Ngga kebayang dulu saat Ester lahiran Radit, sementara dia tidak ada disana.


Sedangkan ibu citra sangat terharu dengan kehadiran cucu perempuannya, wajahnya sangat mirip judeo semua, tidak ada yang ke buang.


Tidak berapa lama terlihat bed Ester di dorong untuk menuju ruang perawatan di ruang VIP. ibu citra sudah prepare semuanya sebelum hari lahiran.


Kehebohan terjadi di ruang perawatan karena baru aja Ester selesai dipasangi semua alat, Radit sudah pulang sekolah.


"mama, mama kenapa, kenapa masuk rumah sakit" tanyanya


Untung judeo langsungenangkap anaknya kalau tidak mungkin sudah kena bekas jahitan caesarnya.


"sayang mama lagi istirahat, kamu mau lihat Dede ngga"


"emank sudah lahir pa"


"sudah, itu" sambil menunjuk box bayinya.


"yeeer aku punya adekkk" ucapnya


Judeo menuntun Radit menuju box putrinya. Saat dilihat oleh kakaknya Radit kebetulan bayi itu lagi menggerakkan bibirnya membuat Radit merasa lucu.


Mereka semua diliputi kebahagiaan dengan kehadiran anak perempuannya.


Papi judeo dan Tante Silvia serta Aldo juga langsung terbang ke Jakarta untuk melihat cucunya.


Sebelum magrib mereka ternyata sudah sampai di rumah sakit. Awalnya ada kecanggungan dengan ibu citra, tapi demi cucu mereka akhirnya keadaan sangat mencair.


Dua hari di Jakarta mereka akhirnya pamit pulang, bertepatan dengan Ester yang akan pulang dari rumah sakit.


Keadaan tidak lagi penuh amarah seperti dulu antara ibu citra dan pak ganda dan juga Tante Silvia. Semuannya sudah mencair dengan sendirinya yang kadang karena tingkah lucu Radit.


"citra, dulu kami sudah merawat cucu kita radit, dan sekarang putri cantik ini ternyata ingin dirawat oleh kamu. pergunakanlah waktumu dengan baik, jangan kembali ke masa lalu" ucap pak ganda bijak


"iya mas, aku juga minta maaf atas semuanya. Ternyata kehadiran Ester bisa menyatukan dan melunturkan egois kita semua. Bahkan judeo yang sangat arogan jadi lembut bersamanya" ujar ibu citra jujur.


"yahhhh cinta tulus memang lebih besar dari semua dendam dan ke aroganan manusia."


"iya cinta Ester meruntuhkan semua arogan itu" judeo ternyata sudah ada di belakang mereka sambil tersenyum.


END


Akhirnya tuntas ya guys


Semoga kalian suka


Dukung terus penulis ya guys


like


coment


vote


Terimakasih 🙏

__ADS_1


See you again


__ADS_2