
Setelah merasa tidak ada gunanya memaksa judeo untuk ikut besok ke acara lelang itu dan bertemu dengan wanita pilihannya, ibu citra pun langsung meninggalkan kantor judeo dengan perasaan yang sangat kesal.
"ayo Carla, percuma kita disini, buang-buang waktu aja" ucap mami citra dengan wajah arogannya seperti biasa. Sementara judeo tetap tenang, entah kenapa akhir-akhir ini Judeo merasa bahwa maminya sangat egois dan hanya memikirkan harta, harta dan harta, entah kapan cukupnya, membuat judeo merasa muak bahkan dengan hidupnya sendiri.
Dia sudah melakukan hal-hal negatif dengan mabuk-mabukan setiap malam, hal itu pun tidak membuat maminya memperhatikannya sedikit aja. Yang ditanya ibu citra hanya selalu tentang untung dan untung perusahaan serta perkembangan perusahaan.
Kali ini Judeo ingin jauh dari itu semua sejenak. Dia ingin kedaerah terpencil yang bahkan kalau dihitung untung ruginya hampir belum memberikan untung bagi perusahaannya.
Tapi entah kenapa dia ingin keluar sejenak dari kepenatan rapat dan rapatnya setiap hari.
Pada siang hari seperti direncanakan judeo dan Jo berangkat menuju daerah Timur yang masih agak terpencil dibanding daerah yang biasa di datangi judeo untuk berinvestasi.
Setelah terbang lebih dari empat jam dengan pesawat pribadinya, judeo dan Jo masih harus menempuh perjalanan darat lebih kurang tiga jam.
"wahh ini memang beda Jo" ucap judeo sambil merentangkan kedua tangannya saat sudah turun dari pesawat.
"iya tuan, semoga tuan menikmati perjalanan ini, karena disini pasti tidak ada fasilitas yang sangat memadai seperti biasa tuan, termasuk penginapan kita nanti"
"hmmmm"
Begitu keluar mereka sudah ditunggu oleh supir yang akan membawa mereka selama berada di daerah itu. Dan disana sudah ada beberapa petinggi perusahaan cabang daerah itu yang menyambut kedatangan judeo dan Jo.
"selamat malam pak, selamat datang didaerah ini" ucap mereka sambil agak membungkuk menyalami judeo.
"hmmmm"
Judeo dan Jo serta pengawalnya dalam satu mobil, sementara petinggi perusahaan itu membawa mobil masing-masing.
Sekitar tengah malam judeo dan Jo tiba dipenginapan yang sederhana itu. Karena sudah malam judeo memerintahkan mereka untuk pulang, karena besok pagi mereka akan ke pusat perbelanjaan yang sudah diambil alih judeo, dan siangnya akan dilanjutkan dengan ke daerah yang akan dijadikan pusat property didaerah itu.
Judeo masuk ke kamar hotel itu dengan sangat senang. entah kenapa hatinya sangat senang, padahal fasilitas di hotel ini hanya biasa aja bahkan bisa dibilang sangat kurang.
"tuan, difaerah sini inilah penginapan yang recommended"
"hmmmm ngga apa-apa"
"apa tuan masih perlu sesuatu, atau tuan mau mandi dulu"
"iya, aku mau mandi dulu, sudah gerah ini, ngga enak"
"baik tuan, saya siapin dulu" ucap Jo sambil berdiri ingin menyiapkan mandi untuk Judeo.
"tidak usah, aku siapin sendiri aja"
"hahhhh" Jo bengong untuk sementara
"baik tuan" ucapnya akhirnya mengalah.
__ADS_1
Judeo berlalu ke kamar mandi dengan persiapan sendiri membuat Jo terbengong sendiri. Tidak biasanya tuan judeonya menyiapkan keperluan mandinya sendiri.
Tidak terlalu lama di kamar mandi, judeo sudah keluar dengan wajah yang sangat fresh.
"kamu mandi dulu sana"
"baik tuan, kamar saya disebelah tuan kalau tuan butuh sesuatu telepon saya aja"
"hmmmm"
"apa mau dipesanin sesuatu tuan"?
"tidak, saat ini saya ingin istirahat dan tidur"
"baik tuan, kalau begitu saya permisi"
"hmmmm"
Setelah Jo keluar dari kamarnya entah kenapa judeo langsung ketiduran, sampai pagi, apa karena hatinya yang senang atau karena kecapean seharian ini.
Keesokan harinya setelah sarapan Judeo dan Jo sudah dijemput pihak perusahaan. Yang pertama mereka tinjau adalah pusat perbelanjaan yang ada dekat hotel tempat judeo menginap.
Begitu memasuki areal pusat perbelanjaan ternyata judeo tidak ingin ada acara penyambutan segala, justru dia ingin melihat keseharian di pusat perbelanjaan tersebut.
Sehingga karyawan yang bekerja tidak terganggu dan tidak menghalangi customer.
Judeo dan Jo sengaja memisahkan diri dulu dari petinggi perusahaan lainnya yang sudah dikenali oleh para karyawan.
Ketika sampai dilantai dimana fashion anak mata judeo tanpa sengaja menangkap sosok yang pernah dia rindukan tanpa dia sadari.
ESTER
Tapi dia seperti terpana dan diam ditempat sambil menatap wanita itu. wanita yang mirip seperti Ester, akan tetapi ini lebih cantik dan lebih modis serta tubuh lebih berisi walaupun tidak gemuk.
"Jo" ucap judeo sambil matanya tetap menatap Ester
"iya tuan"
Judeo menunjuk kearah wanita itu dengan dagunya dan Jo langsung mengikuti pandangan bosnya. Dan betapa kagetnya Jo saat melihat wanita itu yang benar-benar mirip dengan Ester.
"apa itu nona Ester tuan, sekarang dia sangat cantik" ucap Jo tanpa sadar
"diam kamu Jo"
"maaf tuan" dia sadar memuji wanita tuannya.
Terlihat Ester sedang tersenyum kepada seorang anak kecil yang ingin mencoba satu pakaian pilihan orang tuanya. sebagai SPG senior Ester dengan telaten membantu putri cantik itu. Dan semua itu tidak luput dari perhatian judeo. Sementara Jo langsung bergerak cepat menghubungi pimpinan pusat perbelanjaan ini tentang identitas wanita itu.
__ADS_1
"tuan"
"hmmmmm"
"namanya Ester, SPG senior disini, jangan-jangan dia nona Ester dulu tuan, sengaja dia lari kesini untuk mengecoh tuan"
"iya kamu benar, ternyata dia disini"
"apa yang akan tuan lakukan"?
Judeo diam tapi kakinya melangkah kearah gadis itu pelan.
"apa tuan akan menyapanya"
"hmmmmm" judeo langsung mendekati Ester yang telah selesai melayani anak kecil itu dan mengatakan goodbye sama anak kecil itu.
Saking fokusnya kepada anak kecil itu, Ester tidak menyadari kalau judeo dan Jo sudah ada dihadapannya dan sudah mengamati gerak geriknya dari tadi.
"bye adik kecil, jadi anak baik dan pintar ya" ucap Ester sambil melambaikan tangan dan senyum bahagia.
"iya kak" ucap judeo membuat Ester tersadar dan melihat siapa yang bicara.
jedarrrrrrr
Wajah Ester langsung berubah pucat pasi melihat judeo. kaget sangat pasti tapi bukan itu masalahnya sekarang, masalahnya dia hanya takut judeo mengusik hidupnya lagi. Padahal hidup Ester sudah terbilang normal dan tenang.
Ester masih terdiam menatap Judeo dan Jo sampai dia tidak sadar ini masih di lingkungan kerjanya.
"apa kabar Ester" tanya judeo tenang karena sudah mendapatkan informasi tentang Ester yang seorang janda dengan satu anak.
"bababaikkk tuan"
"ternyata dulu kamu lari kesini, hebat hebat hebat" ucap judeo masih menatap Ester. Mendengar kata lari dari Judeo membuat Ester sadar lagi bahwa siapa tuan judeo. padahal dulu dia yang membuang ku tapi sekarang dengan entengnya dia bilang aku melarikan diri.
Ester hanya tertunduk diam mendengar ucapan Judeo. tapi sayangnya air matanya ngga bisa diajak kerja sama, tanpa bisa dibendung air matanya sudah mengalir deras.
Dia tahu dia ngga bisa menjawab, bahkan kalau menjawab pun pasti salah. jadi mending diam dan jalani aja.
Tapi sekarang posisinya sudah beda, Ester tidak sendiri ada Raditya anaknya.
Apa yang akan terjadi kepada anaknya?
Belum sempat Ester bicara beberapa staf dan pimpinan pusat perbelanjaan itu sudah ada disana.
"maaf pak apa Ester buat masalah, sejujurnya dia SPG senior sekaligus SPG teladan disini pak" ucap salah satu staf supervisor atasan Ester.
Jangan lupa like, coment dan vote ya.
__ADS_1
terimakasih
i love you all๐ค๐