
Judeo berlari menuju kamarnya begitu mendengar indah muntah - muntah. Judeo bingung sekarang, ester masih terus muntah -muntah seolah mengeluarkan semua isi perutnya.
Judeo ingin bikin minuman hangat tapi tidak tega meninggalkan istrinya di kamar mandi.
fix , judeo bingung apa yang harus dia lakukan dulu.
Radit lagi mandi sudah kelaparan, istrinya muntah - muntah karena morning sickness, harus apa sekarang.
Harus telepon mami.
Judeo ambil handphone sambil kembali ke kamar mandi membantu istrinya sambil menaruh handphone di sela lehernya.
dddddrrrtt dddddrrrtt
"hallo deo"
"halo mi, aku pinjam satu asisten rumah tangga di situ mi"
"kenapa emank" tanya maminya di sebrang dan masih bisa mendengar suara ester muntah - muntah.
"itu ester yang muntah deo" lanjutnya
"iya mi, makanya aku bingung. radit juga minta sarapan, jo lagi membelinya, aku jadi bingung ngurus yang mana dulu mi" ucap judeo memang bingung.
"ya ampun, ya sudah, sudah, bantu ester dulu sana" ucap bu citra.
Sambungan telepon itupun terputus dan judeo kembali membantu ester.
Sementara ibu citra, masih menggunakan piyama tidur langsung memanggil clara asistennya.
"clara"
"iya bu"
"kita ke apartemen deo sekarang, bawa satu art"
"baik bu"
"aku cuma ganti baju, kita langsung jalan" ucap bu citra langsung masuk ruang ganti dan mengganti baju santai.
Dia hanya menggunakan baju kaos dan celana panjang bahan.
Tidak sampai lima belas menit mereka sudah tiba di apartemen judeo.
Dengan langkah terburu - buru ibu citra naik ke unit judeo bersamaan dengan jo yang habis membeli sarapan.
"nyonya"
"jo, kamu bawa apa"
"makanan pesanan pak judeo nyonya"
"ohhhh, ayo"
Begitu lift terbuka mereka buru-buru keluar dan menuju unit judeo.
ting tong ting tong
"iya iya" judeo terburu - buru membuka pintu
__ADS_1
"mami" judeo tidak menyangka maminya datang sepagi ini ke unitnya.
"mass" teriakan ester menyadarkan judeo
"masuk mi, tolongin radit jo di kamar tamu lagi mandi"
"baik pak"
Judeo langsung masuk kamar mereka dan melihat istrinya kembali ke kamar mandi.
Dia mengambil minyak angin yang ada dan mengolesi pundak istrinya.
Ibu citra langsung menyuruh pembantunya membuatkan minuman hangat.
Setelah merasa sedikit lega ester keluar dari kamar mandi dan cukup kaget ada ibu mertuannya disapa.
"ibu" ucapnya menyodorkan tangannya dan mencium tangan mertuanya.
"kamu istirahat dulu, mba lagi buat minuman hangat noh"
"iya bu"
Ester duduk di pinggir kasur sedangkan mertuannya duduk di sofa yang di ruangan itu. Setelah minum hangat yang di buat pembantu ester sedikit tenang.
"radit sudah sarapan mas"
"sudah sama jo"
"maaf ya" ucapnya melihat suaminya yang dari tadi sangat bingung.
"maaf untuk apa, kamu ngga salah sayang" ucapnya mengusap kepala istrinya.
"itu wajar, bukan salah kamu" ucap ibu citra dari tempat duduknya.
"tapi tadi mas deo sampai bingung aku lihat bu, aku kasian melihatnya "
Judeo langsung memeluk istrinya lagi.
"iya sih sayang, tadi aku bingung bangettt, aku belum pernah repot mengurus ibu hamil, belum pernah merasain ngurus radit dari hal- hal kecil seperti tadi. Tapi kamu tahu ngga, aku sangat bahagia, aku jadi pribadi yang baru yang lebih baik" ucapnya sambil senyum sumringah.
Ibu citra dapat melihat betapa bahagianya anaknya deo sekarang. Hidupnya memang benar - benar berubah. Kalau dulu bahkan ibu citra jarang melihat senyum lepas dari anaknya, yang ada adalah senyum ke pura- puraan seperti kepada teman kolega bisnisnya. Penuh kemunafikan yang penting menguntungkan secara materi.
Saat mereka semua sedang fokus ke Ester, tiba - tiba raditya menerobos masuk.
"mama" teriaknya langsung fokus berlari ke mamanya tanpa perduli sekelilingnya.
"hallo sayang, kamu sudah sarapan, tadi sampai lapar ya"? tanya Ester lembut
"belum ma, kata om jo mama lagi muntah - muntah, mama lagi sakit ya? sini ma aku olesin minyak kayu putih" ucap bocah itu sangat perduli.
Lagi, ibu citra bengong dan terharu melihat cucunya secara langsung dan dari dekat. Dan dia bisa melihat interaksi mereka yang saling menyayangi. Kemarin - kemarin ibu citra baru melihatnya dari jarak yang agak jauh.
"mama ngga apa - apa sayang, mama cuma harus istirahat" ucap Ester. Sementara ibu citra spontan berdiri dan perlahan dia berjalan mendekati cucunya yang sedang membelakanginya.
"Radit" panggilnya pelan seolah tidak percaya diri, tapi masih cukup di dengar oleh mereka semua.
"ohhh iya nak, kasih salam sama Oma ya" ucap Ester ke arah mertuannya.
Raditya langsung berbalik dan melihat seorang wanita yang lebih tua dari mamanya.
__ADS_1
"Oma" panggilnya meski bingung
"iya sayang" ucap Bu citra langsung memeluknya. Dia sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk Radit. Anak yang dulu sudah hampir dia bunuh, dan dia singkirkan. Ternyata sekarang tumbuh menjadi anak yang ganteng, dan juga penuh kepedulian.
'maafkan aku sayang, kalau waktu bisa di putar, aku tidak akan membuang kalian' ucap Bu citra dalam hati untuk cucunya dengan linangan air mata.
"Oma apa kabar, sudah sarapan"? tanya Radit seperti yang biasa mereka lakukan di kampung.
" kabar Oma baik nak, Oma belum sarapan. kamu mau sarapan sama Oma"? tanya Bu citra penuh harap
"ayo Oma kita sarapan" ucap Radit lagi.
"boleh mami ajak dia sarapan di luar" tanya mami
Judeo dan Ester saling pandang, karena jujur judeo belum percaya seratus persen dengan maminya. Dan sepertinya ibu citra paham dengan keraguan mereka sehingga dia membawa Jo juga.
"kami pergi bersama Jo juga Clara" ucap maminya entah untuk memberitahu atau untuk mengurangi keraguan Ester dan judeo.
"ya sudah boleh Bu, tapi Radit itu ngga bisa sarapan pedas ya Bu" ucap Ester akhirnya.
"iya, nanti aku perhatikan"
"tapi sarapan yang saya beli tadi pak"
"nanti buat saya sama Ester aja"
"baik pak, kalau begitu kami jalan dulu"
"hati - hati, jaga Radit"
"iya pak"
Tapi mereka belum berlalu dari kamar itu Ester kembali muntah - muntah. Sepertinya anak keduannya ini benar - benar sangat cari perhatian semua orang.
"mama, mama kenapa"? Radit terlihat panik. Sementara ibu citra langsung membantu menantunya itu dengan mengolesi minyak kayu putih di tengkuknya.
Ternyata begini ya mengurus menantu yang lagi morning sicknes, batin ibu citra bahagia.
Setelah selesai judeo langsung mengangkat Ester ke tempat tidur mereka. Lalu Ester kembali minum teh yang disiapin art barusan. Judeo masih mendekap istrinya sampai akhirnya tertidur lagi.
"Radit kamu sarapan sama Oma sama om jo dulu ya, papa temanin mama dulu" ucap judeo
"iya pa, tapi papa jaga mama ya pa, sampai aku pulang" ucapnya seperti orang dewasa.
"iya sayang"
Ibu citra hanya bisa menyesali perbuatannya dulu, apa lagi sekarang orang yang dia singkirkan dulu membawa banyak berkah untuknya.
Hai semua
Dukung terus ya
like
vote
coment
Terimakasih 🙏
__ADS_1