AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 93 AWAL Harap bijak dalam membaca


__ADS_3

Judeo dan Ester sudah duduk dihadapan pemuka agama, dan disana sudah duduk juga beberapa orang terdekat mereka.


Sebenarnya pak ganda sudah menceritakan kasus mereka ini sebelumnya, tapi bapak pemimpin gereja itu tetap menanyakan beberapa hal kepada mereka berdua.


"sebenarnya pak ganda sudah cerita kalau dulu kalian menikah karena terpaksa, terus berpisah karena suatu kejadian, apa itu betul" tanyanya kepada mereka berdua.


Judeo sangat grogi menghadapi hal begini, karena biasanya yang dia hadapi adalah persaingan dan saling pasang strategi.


Beda lagi dengan Ester, dia terlihat sangat tenang mendengar semua ucapan pemuka agama itu.


"iya pak," jawab judeo singkat.


"terus kapan kalian ketemu lagi"


"Bulan kemarin di mall xx"


"baiklah, apa dulu kalian menikah sah di mata Tuhan"


Jo langsung tanggap mendengar pertanyaan itu, dia langsung mengeluarkan surat nikah judeo dan Ester dari dalam tasnya.


"kami di berkati pendeta PR di gereja Js, ini suratnya" ucap judeo sambil menyerahkan surat yang di kasih Jo.


Terlihat bapak itu meneliti surat itu dan keasliannya. Lalu terlihat dia manggut-manggut.


"Saudara Deo, dulu anda menikahinya karena benci, terus dia lepas dan sekarang ketemu lagi. Apa yang ada dipikiran saudara"


Judeo berpikir dulu kearah mana pembicaraan bapak ini.


"iya pak, saya memang ingin bersama dengan dia. Saya ingin kami bertiga hidup bersama, jangan terpisah-pisah."


"Bagaimana saudari Ester"?


Cukup lama bapak itu menunggu jawaban Ester, karena dia diam dulu baru bicara lagi.


"Saya akan mengikut suami saya pak"


"apa kamu dibawah tekanan" tanya bapak itu


"tidak pak. Mungkin ini juga rencana Tuhan, karena biar bagaimana pun Radit butuh ayahnya dan tanpa berusaha kami cari pertemuan itu terjadi begitu aja"


"terus bagaimana kalau ternyata cinta saudara judeo bukan hanya untukmu "? tanyanya memancing pendapat Ester dan judeo. Terlihat judeo langsung tersinggung dan gusar, itu terlihat dari raut wajahnya.


Tapi itu hanya sebentar menit berikutnya dia bisa kembali tenang karena jawaban Ester.

__ADS_1


"Tapi cinta saya hanya untuk suami dan anak saya pak, bagiku itu aja dulu sudah cukup. Selebihnya biarlah aku serahkan sama Tuhan"


ucap Ester lugas.


Judeo merasa terpana mendengar pernyataan Ester. Dia menatap Ester lembut, mungkin baru kali ini dia lakukan.


"kamu anak yang sangat baik nak"


"terimakasih pak"


"Baiklah, kita berdoa aja semoga keluarga kalian tetap langgeng ya dan juga anak -anak kalian menjadi anak-anak yang baik dan berguna bagi orang lain" Tutur bapak pimpinan itu.


"amin" jawab Ester Bu Silvia dan pak ganda kompak membuat judeo bengong lagi.


Akhirnya mereka yang disana menyatukan hati untuk berdoa, mendoakan semoga Ester dan judeo ke depannya di penuhi kebahagiaan dan juga anak - anak mereka menjadi anak yang berguna.


Judeo merasa terharu, ternyata selama ini dia telah di perbudak hartanya. ternyata tidak perlu jadi budak yang dan bekerja terus untuk bahagia. Karena sejujurnya judeo harusnya sangat bersyukur dapat berkat berlimpah.


Setelah selesai berdoa mereka semua di traktir judeo makan bersama di salah satu restoran. Jo sudah mengatur semuanya.


Pak ganda dan ibu Silvia satu mobil dengan dua asisten rumah tangga judeo. Sedangkan bapak itu berangkat bersama istrinya. Dan judeo satu mobil dengan Ester dan menunggu Radit pulang sekolah.


Semua rombongan sudah jalan, tinggal judeo dan Ester menunggu Radit sekitar satu jam lagi. Jo juga sudah duluan karena harus mengurus semuanya.


"Sayang aku terharu mendengar rasa cintamu tadi, terimakasih ya, percayalah cintaku memang belum tahu dimana karena aku ngga ngerti arti cinta, tapi satu yang pasti aku tidak pernah berbagi" ucap judeo tulus kepada Ester saat mereka menunggu Radit di sofa ruang depan, dan panggilan sayang itu sengaja dia tujukan ke Ester.


"iya, terimakasih sayang" ucapnya lembut dan menatap Ester intens.


Judeo mulai mendekatkan wajahnya kepada Ester, tapi dia ingat ini ruang tamu, di acces cctv, dan syukurnya otaknya masih waras.


Tanpa pikir panjang judeo membawa Ester ke kamar mereka di bagian samping rumah itu. Karena kamar utama ditempati oleh pak ganda dan Bu Silvia.


"mas mau kemana"? tanya Ester polos


"ayolah, aku kangen"


"mas ,Radit mau pulang"


"masih satu jam lagi sayang" ucapnya enteng.


Dan disinilah mereka sekarang di kamar pribadi mereka berdua.


Ester masih berdiri dekat pintu karena masih grogi.

__ADS_1


Judeo sudah membuka baju kaos yang dia gunakan sehingga mempertontonkan bentuk tubuhnya yang bagus. Sementara Ester masih tetap malu-malu padahal mau. hatinya juga bergetar dengan sentuhan judeo.


Judeo mulai maju dan mencium bibir itu lembut, sangat lembut sampai Ester tidak sadar kapan bibir itu telah menyatu.


Judeo melakukannya dengan perasaan cinta bukan paksaan seperti waktu dulu. Sekarang dia ingin Ester juga menikmati dan ikut dalam permainannya.


Perlahan judeo membuka potongan baju kaos yang Ester gunakan. Ester hanya diam tanpa perlawanan, bahkan dia cenderung mendukung judeo untuk melakukannya dengan mengangkat tangannya ketika judeo ingin membuka bajunya.


Ester ikut terlena dengan setiap sentuhan judeo. Dia seperti orang yang menginginkan tapi malu meminta. Hati dan gerakan tubuhnya tidak bisa disatukan.


Judeo merasa tidak mendapat penolakan pun melancarkan aksinya, karena sejujurnya intinya dari tadi sudah on. Saat membawa Ester ke kamar dia sudah tidak bisa kontrol.


Perlahan judeo mendorong Ester ke kasur mereka dan membaringkannya. Lagi -lagi Ester tak berdaya menolak. Judeo semakin melancarkan aksi berikutnya sampai Ester benar-benar top les.


Judeo yang sudah tidak sabar pun langsung memposisikan tubuh mereka. Hampir tidak pernah lepas cumbuannya kepada istrinya.


Ester yang sudah menikmati permainan bersama itu juga akhirnya mengeluarkan lenguhannya yang membuat judeo makin terpancing dan semangat. Suara Ester bahkan seperti moodbooster bagi judeo dalam permainan ini.


Terjadilah mereka saling berpacu dalam olah raga siang itu sampai akhirnya mencapai puncak bersama. Dan mereka berdua akhirnya lemas dan rebah di kasur empuk mereka.


cup


"I love you" ucap judeo sebelum rebah disamping Ester yang sudah lemas.


"iya mas, i love you to" balas Ester


Setelah beberapa menit rebah, judeo berbalik lagi dan memeluk istrinya yang masih polos.


"biarkan begini seterusnya ya" ucap judeo mengecup istrinya lagi karena sangat bahagia. Judeo merasa menjadi laki-laki yang sangat beruntung, dapat istri yang baik dan menjunjung tinggi nilai pernikahan dan keluarga.


Judeo sangat takut Ester berpaling dari dia. Entah sejak kapan datangnya perasaan itu.


Yang pasti judeo sangat protektif sekarang sama Ester bahkan mungkin sudah masuk posesif.


Judeo takut kalau Ester tertarik dengan laki-laki lain. Padahal berapa tahun sendiri sudah membuktikan Ester bisa menjaga prinsipnya.


Saat mereka masih rebahan terdengar bunyi bell rumah.


"Radit" mereka saling pandang


Hai semuanya


Dukung terus ya

__ADS_1


Like, koment dan vote


Terimakasih


__ADS_2