
Tiba di ruang makan. Mataku seketika terbelalak. Sajian sedap ini begitu banyak, kebanyakan belum pernah aku lihat sama sekali.
"Mbak Lilah coba jelaskan apa saja nama masakan ini." pinta Ibunda Ratu setelah meminta keluargaku untuk duduk.
Princess menoleh ke arah ibunya sambil memberikan senyuman lemah. Sementara aku duduk, mengamatinya dan seluruh pajangan yang berada di belakangnya. Pajangan antik dan berharga seperti pemilik rumah ini.
"Bunda saja." balasnya lirih.
"Ini semua masakan kesukaan raja. Jadi memang tidak banyak ditemukan di luar istana. Sekalipun ada, rasanya tidak sama. Semoga kalian suka." jelas Ibunda ratu lengkap dengan senyuman manisnya.
Keluargaku mengangguk paham. Mommy tersenyum saat menatap paduka raja.
"Terimakasih. Hidangan ini sangat-sangat istimewa bagi kami. Jika boleh, saya akan membawa sebagian pulang nanti."
Aku menunduk malu saat Daddy menyikut lengan mommy.
"Mommy tidak punya alat untuk menilik resep rahasianya!" ujar daddy mengingatkan.
Senyum mommy mendadak hilang, "Mommy rasa plankton bisa membantunya, dad. Makanan ini pasti punya resep rahasia."
Paduka raja berdehem, Ibunda tersenyum penuh arti.
"Tidak ada resep rahasia disini. Hanya saja memang dimasak dengan bumbu pilihan yang diracik sendiri oleh juru masak istana. Mari, silahkan dinikmati. Keluarga kami slalu melaksanakan makan malam dalam hening. Jadi, jangan malu-malu untuk menghabiskannya karena kami tidak akan memintanya lagi."
__ADS_1
Ketika menyadari kebenaran situasinya, keluargaku mengangguk paham.
Kami melanjutkan makan malam dalam hening. Sampai akhirnya, semua sajian di atas meja makan benar-benar habis. Dan, Prince adalah pelakunya.
"Saya lebih baik pulang paduka raja daripada harus tinggal di istana lebih lama." kata Prince tersenyum patah setelah kami diminta untuk kembali ke ruang keluarga.
Tapi Dalilah diminta untuk ke dapur. Entah untuk apa.
Aku memikirkannya. Karena princess tadi hanya makan satu piring saja. Itupun hanya salad huzaren.
"Apa Nyonya tidak keberatan jika saya merokok sekarang?" tanya paduka raja.
Mommy menyipitkan matanya, lalu melempar senyum.
"Mari... Ikut saya Nyonya. Biarlah para pria bersenang-senang dengan urusannya. Kita juga bisa." ajak Ibunda ratu.
Mommy mengangguk setuju, "Saya harap Ibunda ratu mengajak saya untuk menikmati suasana malam di istana karena putraku slalu berkata bahwa rasanya akan sejuk dan damai."
Ibunda mengangguk, "Putra Nyonya memang suka duduk di taman, di dekat pohon kamboja kesayangan putri saya."
"Akhirnya mommy tahu dimana kamu suka berkencan dengan princess, Rev. Mommy tinggal. Ada Daddy jika kamu tidak berani menghadapi paduka raja." seru mommy lupa umur, lupa tempat.
"Mom!" pekikku.
__ADS_1
Mommy terkekeh lalu mengikuti Ibunda ratu yang melangkah terlebih dahulu menuju keluar ruang keluarga.
"Silahkan nikmati cerutu kalian."
Aku memberanikan menekuri wajah paduka raja. Setelahnya paduka raja mengangguk saat bertemu dengan tatapan mataku.
"Rokok elektrik dibolehkan atau mau mencoba cerutu pilihan saya? Terserah. Tapi saya tidak suka jika hanya merokok sendiri." Paduka mengangsurkan kotak cerutunya ke hadapan Daddy.
Prince yang sudah mendapatkan izin langsung saja mengambilnya tanpa malu.
Daddy terkekeh kecil, "Saya sarankan untuk menguranginya, karena bisa menyebabkan impoten lebih awal karena senyawa nikotin yang terkandung didalamnya."
Aku dan Prince langsung menatap Daddy yang mengeluarkan kalimat kedokteran di hadapan paduka raja. Oh, Daddy. Gak akan mempan.
"Maksimal dibarengi dengan olahraga teratur supaya tetap mempertahankan masa otot tubuh. Karena cerutu dan wanita sama-sama memiliki daya tarik yang sama. Membuat laki-laki tergila-gila dan sulit untuk meninggalkannya." imbuh Daddy lagi sambil tersenyum kaku.
Paduka raja mengangguk dan tetap melanjutkan niatnya, "Ada yang cukup dibiarkan mengalir---takdir, ada yang harus direncanakan---masa depan, dan apa pula yang harus di eksekusi---rokok." Paduka raja tersenyum lagi, dan hanyut dalam diam.
Aku masih menimbang-nimbang untuk merokok atau tidak. Dan, aku tak seberani itu untuk melakukannya. Sedangkan paduka raja dan Prince sudah membuat ruangan ini penuh dengan asap.
Sepertinya sudah cukup, aku tidak perlu merogoh vapor ku dan membuat ruangan ini semakin membuatku sesak nafas dan megap-megap.
... ***...
__ADS_1
... Next. Happy Reading š„°...