
Rian pun memotong pembicaraan "tidak apa-apa cuma tadi Bik Darmi cerita lihat kecoa, jadinya saya kaget makanya tumpah" ucap Rian.
"Tapi kan rumah kita selalu bersih papa kenapa bisa ada kecoa" tanya Mia.
"Bisa jadi kecoa dari tetangga datang ke rumah non, kalau rumah bibik bersihin terus" ucap Bik Darmi.
"Kalau gitu Bik Darmi bersihin ulang rumah biar bersih" perintah Mia.
"Dokter, Mia dan Bik Darmi saya pamit pulang dulu, Mia besok jangan lupa datang ke sekolah yah" ucap Prita sambil mengelus rambut Mia.
"Iya Bu" jawab Mia, Prita pun pergi keluar karena taksi onlinenya sudah datang.
Cahaya sekeluarga sampai di puncak dengan sangat senang, mereka turun dari mobil segera masuk ke dalam vila.
"Wah, pemandangan di sini indah ya yah" ucap Cahaya sambil melihat-lihat sekitar.
"Sudah pasti donk Cahaya, kamu tau ngak kalau ini hotel milik aku" sombong Kevin.
"Kamu kan masih kecil mana bisa punya hotel" ketus Cahaya.
"Haduh bocah sombong, om mu ini lebih kaya dari pada kamu jadi jangan sombong dengan 1 hotel saja" ucap Bagus di sela pembicaraan.
"Wah, om lebih sombong dari aku yah. Asal tau yah om, Tante dan Cahaya, kakek bilang ini semua akan di wariskan sama aku. Lagian om di sini kan gratis karena ada aku" ucap Kevin sambil berjalan masuk mendahului mereka.
"Dasar yah anak itu, aku disini bayar tidak menerima gratisan. Rasanya mau aku cubit itu mulut" kesal Bagus.
"Udah sayang, namanya anak-anak. Biarkan saja yang penting kita fokus dengan tujuan kita disini" Mira sambil menggandeng tangan suaminya itu.
"heh, ayah kenapa harus emosi ucapan Kevin. Dia itu dari dulu begitu jadi kita masuk telinga kanan dan keluar di telinga kiri aja" ucap Cahaya.
"Benar, anak Ayah memang pintar" ucap Bagus, merekapun masuk ke hotel dan ke kamar masing-masing.
__ADS_1
Bagus, Cahaya, Mira satu kamar, Kevin dan Johan satu kamar. Saat Cahaya ingin duduk bell dari luar kamarnya berbunyi ternyata Kevin, Johan dan bodyguard yang menunggu di luar.
"Kenapa" tanya Cahaya.
"Cahaya, di taman samping sini banyak banget permainan ayo kita kesana" ucap Johan.
Bagus dan Mira pun keluar melihat mereka, "Tapi om dan tante mau istirahat dulu karena baru sampai" ucap Bagus.
"Kami ngak butuh om dan tante, kan aku sudah ada bodyguard andalan keluarga kami" celotehnya di depan Bagus.
"Ayo Cahaya" Johan langsung menarik Cahaya hingga mereka berjalan duluan.
"Ini untuk tante" Kevin pun menyodorkan bunga mawar ke pada Mira dan mengedipkan matanya ke pada Bagus, lalu dia pergi menyusul Cahaya, Johan dan bodyguard yang sudah duluan berjalan.
Bagus pun tersenyum senang "dasar anak usil" ucapnya langsung menutup pintu kamarnya, dan saat itu dia langsung menggendong Mira.
Mira pun berteriak kecil kaget saat tiba-tiba di gendong oleh Bagus, "aku mau kita" bisik Bagus langsung mencium pipi istrinya itu dan menurunkannya di atas kasur.
Sedangkan Kevin, Johan dan Cahaya yang masih asik bermain tidak merasakan lelah sedikit pun. "Om ayo duduk disini" ajak Cahaya kepada bodyguard yang mengawasi mereka.
Bodyguard itu menggeleng kepala, Cahaya pun mendekatinya dan menarik tangan bodyguard itu. "Sekarang duduk, Cahaya ngak bisa main ayunan ini sendirian sedangkan Kevin dan Johan duduk berdua di sana. Biar seimbang 2 lawan 2" ucap Cahaya.
"Maaf nona, tugas saya menjaga bukan bermain" ucapnya tegas.
Kevin dan Johan yang tertawa melihat mereka segera berteriak "Lakukan saja, nanti Cahaya marah bisa gawat."
Bodyguard itu menurut dan duduk ikut bermain ayunan itu walaupun dia tidak benar-benar duduk karena berat badannya tidak akan seimbang dengan Kevin dan Johan yang ada di depan mereka.
Mereka Bahagia dan tanpa sadar bodyguard itu tersenyum saat semua anak-anak itu tertawa.
Arya yang saat itu menelpon Bagus tidak di angkat sama sekali merasa was-was, "bagaimana ini semua tidak mengangkat telpon, tapi wajar saja kalau mereka tidak angkat karena semuanya kan sedang menikmati bulan madu jadi mana mungkin mereka melihat hp" ucap Arya sambil mematikan telponnya.
__ADS_1
Putri yang melihat Arya seperti bingung sendiri segera mendekati "ada apa" tanyanya.
"Pak Bagus dan Pak Kim semuanya bulan madu, aku mau memberikan informasi yang penting untuk mereka" ucap Arya.
"Kamu kesal mereka bulan madu, apa kes karena informasi yang kamu dapat belum di sampaikan" Putri sambil memegang bahu Arya.
Tangan Arya pun segera menurunkan tangan Putri yang memegang bahunya, "aku pastinya kesal karena informasi sepenting ini belum sampai kepada Pak Bagus" jelas Arya.
"Serius, kirain kamu cemburu karena ngak bisa bulan madu karena belum ada pasangan" ledek Putri.
"Ngapain aku harus cemburu, Mira itu sudah masa lalu buat aku. Lagian aku juga ada kamu kalau urusan bulan madu" celoteh Arya.
"Apa kamu bilang ada aku bulan madu" Putri pun memukul Arya sambil berteriak" "emangnya aku wanita macam apa" kesal Putri.
"Berhenti sakit, lagian aku memang mau bulan madu bersama kamu suatu saat nanti karena aku suka sama kamu" teriak Arya keceplosan ucapannya itu hingga membuatnya menutup mulutnya yang hampir keceplosan.
Sedangkan Putri yang mendengar ucapan itu wajahnya memerah sehingga dia membalikkan badannya, "aduh kalau aku menoleh dengan wajah malu seperti ini maka akan lebih memalukan" ucap Putri dari dalam hatinya.
"Putri" panggil Arya, sedangkan Putri tidak menghiraukan Arya segera kabur dari hadapan Arya.
"Kenapa ya itu orang, aku kan mau meluruskan perkataan aku tadi tapi dia pergi. Apa jangan-jangan dia marah, tapi aku harus segera ke panti biar ngak terlalu malam" Arya pun segera pergi keluar menaiki mobilny.
Putri yang wajahnya memerah segera masuk ke toilet mencuci wajahnya, orang-orang yang ada di toilet itu berbisik-bisik dan ada yang langsung menghampiri "kenapa lu, masuk-masuk kayak udang rebus langsung cuci wajah" tanyanya.
"Salah pakai skincare kali" ucap salah satu yang berbisik tadi.
"Bukan urusan kalian, mendingan kalau sudah pakai toilet kalian pergi aja dari sini. Ngak usah tanya-tanya ke adaan gua" usir Putri.
Mereka segera keluar serta berceloteh mengatakan Putri aneh, gila, salah makan.
Cahaya yang saat itu selesai bermain membeli 4 es krim, saat dia berjalan hendak menghampiri teman-temannya Cahaya tidak melihat lagi dia menabrak seseorang hingga baju dan sepatu orang tersebut terkena es krim miliknya.
__ADS_1