
"Cahaya dari mana gambar ini ada di Cahaya" tanya Bagus.
"Bunda" tunjuk Cahaya.
"Sayang" sambil melihat ke arah Mira.
"Ya mau bagaimana lagi, Cahaya yang bisa membuat ke ajaiban sebuah gambar" ucap Mira.
"Okey, kita besok pergi ke tempat Gaga tapi kita harus menyusun rencana bersama Arya dan papa" ucap Bagus. Mira pun mengangguk dan Bagus segera menelpon Arya untuk segera ke rumahnya sekarang.
Arya yang saat itu ingin pulang bersama Putri hanya diam, "kenapa, siapa yang telpon" tanya Putri.
"Pak Bagus menyuruh ke rumahnya sekarang" jawab Arya.
"Ya udah ayo."
"Kamu mau ikut juga."
"Terus, kamu mau aku naik taksi malam-malam begini. Lama tau kalau aku harus pesan grep dulu" kesal Putri, Arya pun menghidupkan mobilnya dan pergi menuju ke rumah Bagus.
Cahaya yang saat itu masih asik menggambar di kamarnya menghentikan gambarnya saat mendengar suar mobil, "seperti ada tamu" celoteh Cahaya sehingga dia berlari keluar dari kamarnya.
Cahaya yang saat itu mengintip melihat Om Arya dan Tante Putri yang datang ke rumah "mereka ngapain yah malam-malam kesini" celoteh Cahaya.
Namun Bagus dan Harisza pun menghampirinya, "ada apa yah pak malam-malam begini, apa ada tugas yang harus saya selesaikan" ucap Arya.
"Santai saja" ucap Harisza.
"Masalah kemarin, aku, Mira dan Cahaya yang akan ke rumahnya menyelidiki langsung. Aku akan mencari tahu apa yang sudah dia kerjakan di rumahnya itu, tapi aku mau kamu menyiapkan alat pelacak kepada kami bertiga kalau akan terjadi sesuatu kepada kami" perintah Bagus.
"Baik pak, saya akan menyiapkan itu semua pagi besok" jawab Arya.
"Kalau kalian bertiga yang datang, mending Cahaya saja yang keluar masuk setiap ruangan mencari petunjuk karena dia anak kecil tidak akan ada yang curiga. Pasang saja rekaman seperti CCTV" sambung Putri namun semua menoleh ke arahnya.
"Kenapa, mau marah" ucap Putri, Cahaya yang mendengar percakapan itu bingung.
"Tugas apa sih" celoteh Cahaya dari balik tembok dia mengintip.
"Ini dia pak area yang di pasang CCTV karena saya sempat memfoto sebentar saat berada dekat di ruangan CCTV" mengeluarkan foto dan sket yang di pasang CCTV dengan bentuk gambar.
__ADS_1
"Gambar apa ini" ketawa Bagus.
"Maaf pak saya tidak bisa menggambar tapi saya hapal posisi semua rumah itu saat melihat sekilas dari ruangan CCTV" ucap Arya malu.
"Gambar kamu jelek banget kayak ulet" ledek Putri sambil tertawa namun semuanya menoleh ke arah Putri lagi.
"Okey aku diam" ucap Putri melihat wajah mereka semua yang kesal karena keberisikannya.
"Okey aku akan memahami tempat ini, kamu boleh pulang sekarang. Oh iya kalian berdua satu rumah ya jadi saran saya kalian menikah saja" ucap Bagus yang membuat mereka malu.
"Jangan suka bicara sembarangan, besok saya sudah putuskan untuk pulang ke rumah lagi selama papa di penjara" Putri menjawab dengan nada kesal.
"Saya hanya menyarankan, kalau kamu marah berarti benar kalau kamu ada hati" tunjuk Bagus namun Harisza memukul tangan Bagus yang menunjuk Putri.
"Udah lah aku tunggu di mobil, malas bicara sama orang kaya kasar" pergi meninggalkan tempat itu berjalan masuk ke dalam mobil.
Arya yang melihat Putri marah seperti itu segera menyusul "maaf pak saya pulang" pamit Arya.
Bagus dan Arya yang telah selesai bercerita melihat gambar dan foto yang di kirim oleh Arya, "Pa, aku melihat rumah ini aneh" tunjuk Bagus dari gambar itu.
Harisza yang melihat itu segera berceloteh "Aneh gimana Bagus" sambil memandang gambar itu.
"Kamu sepakat nak" ucap Harisza.
"Sepakat pa, aku akan bongkar tempat itu. Tapi tetap pada di tubuh Cahaya di pasang rekaman CCTV agar bisa merekamnya" ucap Bagus.
Mereka pun mulai masuk ke kamar masing-masing, sedangkan Cahaya yang masih bingung pun segera menghampiri Bagus namun saat masuk ke dalam kamar ternyata Bagus sudah tidur.
Cahaya melihat gambar yang ada di meja dekat kamarnya, "ini seperti bangunan dalam rumah" Cahaya memperhatikan gambar tersebut dan meletakkannya kembali.
Keesokan harinya di hari Minggu mereka pun sarapan, Bagus yang sudah siap pun keluar dari kamar dengan menggunakan baju olahraga.
"Ayah, kemana" tanya Cahaya.
"Cahaya makan aja dulu nanti Cahaya ganti baju, kita olahraga sama-sama dan mampir ke suatu tempat" celoteh Bagus.
Mira pun keluar dari kamar juga menggunakan baju olahraga dan tidak lama kemudian Arya datang bersama Putri.
Bagus yang melihat mereka sampai pun tersenyum "pasangan cocok" celoteh Bagus.
__ADS_1
Cahaya pun segera ke kamar berganti baju, Arya memasang semua yang sudah di siapkan.
Cahaya pun ikut di pasang, namun Cahaya pun berceloteh "ayah kita mau jadi detektif ke rumah siapa."
Semuanya terdiam di ruangan itu, Mira pun mendekati Cahaya "sayang, kita akan menjadi detektif di rumah om Gaga dan Cahaya ikutin apa kata ayah" ucap Mira sambil mengelus rambut anaknya itu.
"Iya, biar Cahaya yang jadi detektif dan ayah sama bunda cukup mengajak mengalihkan pembicaraan" ucap Cahaya.
"Cahaya, jangan-jangan kamu" Bagus pun mendekati anaknya itu.
Cahaya tersenyum sambil mengangguk, "anak nakal yah" Bagus mencubit hidung Cahaya.
"Ngak sengaja ayah, soalnya ayah meletakkan kertasnya sembarangan" ikut mencubit hidung Bagus.
"Sudah siap semua" ucap Putri setelah selesai memasangkan punya Mira.
Cahaya pun mendekati Putri "Tante, kenapa ngak nikah sama om sih. Masa pacaran terus, kapan ada dedeknya" ucapnya membuat Putri malu.
"Cahaya" Mira sambil memejamkan matanya.
"Doakan saja Cahaya semoga tantenya suka sama om" Arya yang menjawab pertanyaan Cahaya.
"Tante ngak suka sama om, lihat Tante om kan ngak jelek" tunjuk Cahaya.
"Udah-udah jangan di tanyakan lagi, selesai tugas detektif kita nikah paksa aja mereka berdua" ucap Bagus yang membuat semuanya tertawa.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam mobil masing-masing, Arya dan Putri pun mengiring mobil mereka dari belakang.
Sampai di dekat rumah Gaga, Bagus memberikan air ke pada Mira dan Cahaya.
"Untuk apa" tanya Mira.
"Oles di tubuh kalian biar dia percaya kalau kita berolahraga, masa kita datang tanpa keringat dan bahkan wangi" ucap Bagus.
Mereka pun mengikuti, semuanya membasahi tubuh mereka dan berjalan ke depan pintu gerbang Gaga.
Sekuriti pun membuka pintu dan bertanya kepada mereka "siapa" tanyanya.
Bagus membuka jendela mobilnya "Saya rekan bisnis Pak Gaga mau bertemu, apa Pak Gaga ada" jawab Bagus.
__ADS_1
"Tunggu" sekuriti itu masuk ke dalam lagi berbicara dengan bodyguard yang ada di sana terus dia membuka pintu gerbang memberikan pertanda masuk.