
Selesai mendapatkan haknya Putri pun tertawa senang.
"Ingat nona limit saham anda tidak bisa di ambil banyak karena anda hanya mempunyai satu saham, Kalau uang saham anda habis maka anda akan bangkrut. Jadi nona harus bisa memperbesar saham serta memperbanyak jaringan kerja agar tidak habis. Besok nona boleh langsung bekerja" Jelas Kim.
"Apa, aku harus kerja juga disini" tanya Putri.
"Iya, kalau nona menolak maka nona hanya akan dapat saham tapi tidak bisa menambahkannya, jadi lambat laut itu akan habis" ucap Kim yang membuat Putri mengerti.
"Okey aku akan turutin" Putri pun pergi cepat-cepat keluar dari kantor itu langsung menaiki taksi.
Mira yang saat itu sibuk membersihkan rumah memanggil Cahaya. "Cahaya" teriaknya tapi tidak ada suara akhirnya Mira pun masuk ke kamar Cahaya dan yang di lihatnya kamar itu berantakan penuh dengan bunga.
"Apa yang di lakukan anak ini" batin Mira sambil membersihkan satu persatu.
Dari luar kamar Cahaya pun masuk "iya bunda ada apa panggil Cahaya" Cahaya pun kaget Mira ada di kamarnya yang berantakan.
"Apa ini sayang" tanya Mira
"Maaf bunda nanti Cahaya beresin" jawabnya
"Eh ini" Mira mengambil bunga yang sudah di susun sedikit "ternyata Cahaya ingin buat buket bunga ya."
Cahaya hanya mengangguk, "untuk apa" tanya Mira.
"Untuk pernikahan bunda dan ayah tapi malah ketahuan" ekpresinya langsung murung.
Mira pun langsung memeluk dan mencium Cahaya, "ya udah kalau sudah ketahuan mending bunda bantuin aja deh biar selesai" ajak Mira.
"Iya deh bunda, tapi jangan kasih tau ayah ya. Rahasia kita" pinta Cahaya.
"Oke" langsung mengangkat jempolnya tanda setuju.
Suara hp Mira pun berbunyi ternyata video call dari Lilian.
"Halo ma" jawab Mira.
"Mir mana cucu cantikku, kangen banget neh" tanya Lilian.
"Oma" teriak Cahaya dari hp.
"Cucuku makin gemes deh, besok oma dan opa ke Bali. Cahaya gimana ada yang mau oma dan opa bawakan sesuatu dari Jakarta" tanya Lilian.
__ADS_1
"Cahaya cuma mau oma, opa dan ayah selamat ke sini" ucapnya.
"Wah cucu oma baik banget makin sayang deh, udah ngak sabar lagi mau berangkat ini" ledek Lilian. "Oma lihat kok berantakan sekali, emang Cahaya lagi dimana" tanya Lilian lagi. Karena takut ketahuan Cahaya pun langsung mematikan hp nya "Oma sudah dulu ya Cahaya mau pergi sama bunda, dadah."
"Cahaya kok bohong, takut ketahuan ya" tanya Mira dan Cahaya pun hanya mengangguk.
Keesokkannya pun di kantor PT Cahaya Muda pada heboh undangan dari CEO nya yang akan menikah. Putri yang datang pun bingung melihat suasana kantor.
"Apaan sih heboh banget, udah lah ngak usah di pedulikan orang-orang kalangan bawah. Mending aku memulai rencanaku semalam mendekati Bagus" buru-buru pergi ke ruangan Bagus.
Saat sampai di depan ruangan Putri merasa ruangan itu kosong, "kok sepi yah, biasanya ada tampang preman itu berdiri di sini, mending aku langsung masuk saat Bagus masuk aku berpura-pura kaget dan jatuh di pelukannya" oceh Putri di dalam ruangan itu.
Saat Putri sudah siap-siap tiba-tiba ada yang masuk Putri pun berpura menghadap ke arah meja kerja Bagus, laki-laki yang masuk itu langsung memegang bahu Putri sehingga Putri menoleh kaget langsung berpura-pura jatuh. Laki-laki di hadapannya itu langsung menangkapnya, saat Putri membuka mata dia benar-benar kaget sehingga jatuh ke bawah.
"aduhhh.."
"Nona anda tidak apa-apa" tanya laki-laki itu ternyata Arya.
"Aku ngak apa-apa, tapi kenapa kamu masuk ke ruangan ini" tanya Putri.
"Yang harus bertanya itu aku kenapa nona ada di dalam sini" jawabnya membuat Putri bingung.
"Nona tidak tau gosip di luar, kalau pak Bagus tidak akan masuk kantor lagi untuk beberapa hari karena dia mau menikah, semua orang di kantor sudah dapat undangannya" jelas Arya.
"Apa menikah" kaget Putri.
"Iya" jawab Arya,
Namun tiba-tiba sekretaris Kim pun masuk ke ruangan itu melihat Putri dan Arya yang sibuk berbicara dia pun langsung menghampiri.
"Kenapa kalian di sini, keluar" usir Kim.
"Saya kesini mau menaruh sesuatu permintaan pak Bagus kemarin" jawab Arya.
Kim pun melotot ke arah Putri karena dia tau betapa liciknya wanita ini.
"Kenapa lihat-lihat, saya kesini mau menanyakan dimana ruangan kerja baru saya. Itu aja kok" celoteh Putri.
"Okey, nona ikut saya keluar biar saya antar kan tempatnya dan kamu biarkan itu di atas meja" gertak Kim, akhirnya mereka pun semuanya pergi meninggalkan tempat itu.
Putri mengikuti Kim ke ruangan yang sudah di siapkan. "Ini nona, saya pergi. Bekerjasama lah dengan baik jangan buat masalah atau pak Bagus akan marah" ucap Kim.
__ADS_1
"Okey aku akan kerja secara baik disini, tapi tunggu dulu gosip di luar mengatakan Bagus mau menikah, benar kah itu" tanya Putri penasaran.
"Benar, semua orang di kantor sudah di undang termasuk nona. Lihat itu undangannya di atas meja, saya pergi dulu" Kim pun langsung meninggalkan Putri.
Dengan cepat-cepat Putri membuka undangan itu, "siapa wanita ini, mau juga dia menikah dengan laki-laki kaku itu. Rencana ku gagal kalau seperti ini" gerutu Putri.
Bagus, Harisza dan Lilian pun sampai di Bali dengan wajah bahagia untuk menemui Cahaya dan Mira.
"Ayah" teriak Cahaya dari kejauhan.
"Anak ayah sudah lama di sini" tanya Bagus langsung menggendong memeluk dan mencium Cahaya.
"Iya, bunda masih lihat-lihat di sana" tunjuknya dan Bagus pun langsung menurunkan Cahaya.
"Cahaya, sini sama opa dan oma" ajak Harisza langsung memeluk Cahaya.
"Opa dan oma sehat kan" tanya Cahaya.
"Iya donk sayang, cucu opa benar-benar perhatian. Kita ke sana yuk" ajak Harisza.
Bagus pun mendekati Mira dan menariknya untuk keluar. "Mas" kaget Mira.
"Ayo ikut aku" ajaknya langsung masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana" tanya penasaran.
"Ke suatu tempat" langsung melajukan kecepatan mobilnya.
Dari kejauhan seorang wanita sedang memperhatikan Bagus dan Mira yang sedang masuk mobil.
Cahaya dari kejauhan melihat wanita di ujung jalan itu sedang memperhatikan kedua orangtuanya langsung memberitahukan kepada Harisza.
"Opa di luar sana ada orang yang memperhatikan bunda dan ayah" ucapnya.
"Mana" tanya Harisza.
"Itu" Cahaya menunjuk, saat mobil lewat wanita itu sudah menghilang dari pandangannya.
"Udah mungkin perasaan Cahaya aja" jawab Harisza menenangkan Cahaya agar tidak khawatir.
Bagus memberentikan mobilnya ke sebuah toko, Mira pun tersenyum melihat tempat itu.
__ADS_1