
"Tenang saja, aku ngak akan memaksa kamu sedikit pun" ucap Bagus.
Mira yang saat itu melihat ke arah ke Bagus "Okey aku mau untuk memastikannya" jawab Mira.
"Bunda, ayo mau coklat" ucap Cahaya sambil memeluk Mira.
"Kenapa anak ini jadi manja begini, ngak seperti biasanya" ucap Bagus dalam hatinya sambil memperhatikan Cahaya.
Mira pun tersenyum "ayo kita beli" ajak Mira sambil menggandeng tangan Cahaya.
"Tapi kita baru saja keluar beli rujak tadi Cahaya, masa keluar lagi. Mending ayah saja yang keluar belinya" ucap Bagus.
"No, aku mau sama bunda dan ayah setir mobil aja jadi sopir" ucap Cahaya.
"Oh no, anak ayah kenapa pilih kasih begini sih" kesal Bagus.
"Ayo Bun" Cahaya dan Mira keluar dari kamar langsung ke luar menuju balasan mobil. Mereka segera pergi ke minimarket membeli coklat tapi tidak ada satu pun coklat yang di inginkan Cahaya sehingga mereka mengukur jalan untuk mencari coklat sesuai ke inginan cahaya.
Bagus yang saat itu kesal tidak menemukan apa pun menghentikan mobilnya "Cahaya, mau mau beli cokelat apa sih masa di seluruh minimarket kita datangi ngak ada satu pun?" tanya Bagus kesal.
"Sabar sayang, bunda juga bantuin Cahaya lihat-lihat memang tidak ada cokelat yang enak" ucap Mira
Cahaya pun tertawa melihat ayahnya yang kesal itu, Cahaya melihat di depan mobil ada yang jualan sehingga dia pun membuka pintu mobil "Eh Cahaya mau kemana" teriak Bagus.
__ADS_1
Mira dan Bagus pun ikut membuka pintu mobil berlari mengejar Cahaya yang duluan memegang sesuatu "ini ayah" menunjukkan sesuatu itu dan membuka bungkusnya.
Mira pun tersenyum dan menelan air ludah melihat makanan itu "ini kan wajik sayang bukan coklat" ucap Mira.
Cahaya yang tersenyum itu segera memberikan makanan itu ke pada Mira setelah melepas bungkusnya "Ak bunda" Mira segera membuka mulutnya dan memakan makanan itu.
"Enak bunda" Mira pun mengangguk dan menghabiskan makanan itu.
Bagus pun membeli makanan itu serta membayarnya "ya udah ini ayah buka untuk Cahaya" Bagus membuka bungkusnya juga serta ingin menyuap makanan itu ke mulut Cahaya.
Cahaya dengan sigap menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya "hei" teriak Bagus dan Mira dengan sigap menggigit makanan itu dari tangan Bagus.
"Sayang" ucap Bagus tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"Ayo pulang ayah, sudah selesai" ucapan Cahaya itu membuat Bagus menggelengkan kepalanya bingung.
Bagus masuk mobil melihat makanan yang di belinya berantakan di dalam mobil "sayang kenapa sampah-sampah ini dan berapa banyak kamu makan" Mira tidak mempedulikan ucapan Bagus dan tetap mengunyah makanannya.
"Ayah biar kan saja, jalankan mobilnya" ucapan Cahaya membuat Bagus menarik nafas dan segera pergi dari tempat itu.
Sesampai di rumah Mira dan Cahaya segera masuk ke kamar mandi sedangkan Bagus duduk di kursi menyenderkan kepalanya "Bagus kenapa?" tanya Harisza.
"Kepala Bagus benar-benar pusing pa melihat tingkah Mira dan Cahaya yang aneh begini" jawab Bagus.
__ADS_1
Harisza pun tertawa "kamu jangan pusing karena jarang-jarang mereka buat kamu seperti ini" ledek Harisza.
"Papa, gimana kalau aku dan mama sifatnya berubah jadi seperti itu. Papa pasti akan sangat pusing" kesal Bagus dan berdiri.
"Mau kemana?"
"Ke kamar pa bersih-bersih" Bagus pergi meninggalkan Harisza.
Melihat Harisza yang tertawa bahagia itu Lilian yang baru datang langsung menghampiri "Papa kenapa tertawa?"
"Lucu ma, anak kita ke walahan menghadapi istri dan anaknya. Lucu banget melihat tingkah kesal Bagus hanya bisa menahan emosinya, pada hal kalau di depan karyawan dia bisa mengamuk menghancurkan seluruh barang yang ada di depannya" ucap Harisza membuat Lilian mencubit harisza.
"Akhhhhh" teriak Harisza.
"Papa ngapain ngetawain anak ke sayangan mama begitu, kalau saja mama dan Bagus buat papa seperti itu gimana" kesal Lilian dan meninggalkan Harisza.
"Ya ampun ini yang di rasakan Bagus, bagaimana mama dan anak berubah membuat kepalanya pusing tapi ini membuat perutku sakit karena di cubit mama" ucap Harisza.
Tika yang saat itu sampai di rumah melihat Gaga tersenyum "Dari mana?" tanya Gaga.
Tika pun mendekati dirinya kepada Gaga "siapa yang membantu kamu."
"Kamu pulang-pulang malah ingin tau urusan ku, kamu merencanakan apa sampai tidak memperdulikan aku di penjara selama 3 bulan."
__ADS_1
"Heh kamu pikir selama ini aku dan kamu pernah saling peduli" Tika segera berdiri dan pergi meninggalkan Gaga yang duduk.
Di atas tangga Tika menghentikan langkahnya melihat ke arah Gaga "aku akan secepatnya mencari tahu rencana kamu sebenarnya apa" ucap Tika dari dalam hatinya.