Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 34


__ADS_3

"Kenapa kita ke sini mas" tanya Mira.


"Aku mendapat telepon dari desainer kamu bahwa baju kamu sudah selesai, makanya aku ingin fitting baju dan melihat kamu menggunakannya untuk pertama sekali sebelum beberapa hari lagi acara resmi kita" ucap Bagus yang membuat Mira tersenyum tiada henti.


"Okey, sesuai keinginan kamu aku akan coba hari ini. Puas" jawab Mira


Mereka pun masuk dan mencoba baju pesanan mereka sesuai dengan keinginan Cahaya anaknya. Selesai menggunakannya Mira keluar dari kamar ganti. "Mas" panggil Mira dan Bagus pun menoleh merasa terpesona tanpa mengedipkan matanya sedikit pun, sehingga dia menghayalkan sesuatu bersama Mira.


Hayalan Bagus langsung ke acara pernikahan, "sah" ucap Bagus dalam hayalan itu sehingga membuat Mira yang berdiri di depannya terasa bingung. "Mas apanya yang sah" tanya Mira sambil memegang pundak Bagus sehingga Bagus terbangun dari hayalannya.


"Ya ampun, maaf Mir" jawabnya.


"Tadi kamu bilang sah mas, apa itu maksudnya" tanyanya lagi.


"Oh itu maksudnya sah baju yang kamu pakek ini, bagus, iya sah itu bagus cocok jadi ngak perlu tambah-tambahan lagi karena kamu sudah cantik" Bagus pun berbicara salah tingkah karena hayalannya itu tadi "ya ampun kok bisa aku menghayal sah nikah terus malam pertama dengan Mira, malu banget sih. Kalau Mira tau bisa di ledekin habis-habisan aku" dalam hati Bagus.


"Ya udah kita lepas yah" tanya Mira.


"Iya kita lepas terus aku mau lihatin kamu sesuatu di mobil nanti."


Di dalam ruangan kantor PT Cahaya Muda Putri kebingungan mempelajari pekerjaannya, "aku tanya siapa, benar-benar ngak ngerti ngerjain begini. Tanya dengan wajah serem aja ya, nanti kalau dia marah-marah malah buat gue malu nanti, Hadeh" bingungya Putri tiba-tiba Arya masuk ke ruangannya.


Saat Arya masuk Putri pun kaget dimana kondisi Putri lagi kesal sambil membanting pulpen yang ada di depannya sampai mengenai Arya.


"Aduh..."


"Maaf aku ngak sengaja, mana sini aku lihat" tanya Putri.


"Ngak apa-apa cuma sakit sedikit kok, kamu kenapa kok banting pulpen" jawab Arya.

__ADS_1


"Aku kira tadi ada kecoa di dinding makanya aku langsung mengusirnya dengan pulpen, dari pada nanti dia ke sini" Putri pun langsung mengeles. "Kamu kenapa kesini" sambungnya.


"Aku di perintahkan sekretaris Kim mengajar kamu karena kita sama-sama pegawai baru mungkin bisa saling belajar bersama, eh iya aku belum tau nama kamu siapa" tanya Arya.


"Nama ku Putri" jawab Putri.


"Aku Arya" mereka pun berjabat tangan berkenalan. "Ayo yang mana yang membuat kamu bingung aku bantu" tanya Arya.


"Oh ya udah pas banget, aku perlu banyak bantuan kamu karena semuanya tidak ada yang aku mengerti. Ayo ke mejaku" ajak Putri.


Mulai hari ini pun Putri dan Arya sering bersama-sama.


Di saat hari H menjelang pernikahan Bagus dan Mira semua karyawan kantor datang dan satu hari sebelum pernikahan mereka menginap di hotel mentari sebelum acara pernikahan Bagus dan Mira.


Cahaya yang sudah berdandan selalu berkaca-kaca sehingga membuat Harisza dan Lilian tersenyum melihat tingkahnya.


"Cantik kok cucu opa" ucapa Harisza.


"Mau di apa pun cucu opa tetap cantik" puji Harisza membuat Cahaya tersenyum.


"Wah bunda cantik banget" Cahaya kaget melihat Mira keluar dari ruangannya selesai di dandani.


"Makasih sayang, Cahaya juga cantik kok" puji Mira.


"Ya udah sekarang kita tunggu Bagus selesai itu baru kita keluar sama-sama" ucap Harisza.


"Mir, kamu ngak pernah salah jadi model di dandani sedikit udah cantik apalagi di dandani full gini, wah luar biasa flawlessnya" puji Lilian.


"Mama bisa aja, mama juga cantik kok hari ini."

__ADS_1


Dari kejauhan wanita yang mempunyai dendam dengan Mira langsung mencari informasi dari dalam, wanita itu tidak sengaja menabrak sesuatu sehingga Bagus yang berdiri di dekat sana pun di buat kaget.


"Siapa itu, kenapa aku seperti mengenalnya" ucap Bagus.


Tapi saat Bagus ingin mendekati wanita itu tiba-tiba manajer hotel mendekati Bagus.


"Pak tadi saya di pesankan kalau bapak harus masuk karena pengantin wanita sudah selesai" jelasnya sehingga membuat Bagus mengurungkan niatnya mendekati wanita itu.


Putri yang sudah masuk di ruangan itu sudah tidak sabaran dalam hatinya "mana lagi pasangan yang ingin menikah ini lama sekali, aku sudah tidak sabar secantik apa wanita itu aslinya."


Bagus yang sudah masuk duluan langsung menghampiri penghulu yang ada di sana bersama dengan kedua orang tuanya, tiba lah Mira dan Cahaya yang masuk. Semua orang terpesona melihat Mira masuk dan banyak yang berbisik-bisik hingga membuat telinga Putri dan Arya yang ada di sana melihatnya ke panasan.


"Gila cantik banget ya bu Mira" ucap tamu di sana.


"Iya, pantas saja pak Bagus tergila-gila. Yang aku dengar pak Bagus dengan istri pertamanya itu ngak pernah cinta karena istrinya itu cuma bisa hambur-hambur uang terus jelek lagi" jawab tamu di sebelahnya sambil berbisik.


"Pantas pak Bagus tidak pernah memperkenalkan istri pertamanya ke kantor. Tapi yang saya tau ya istri pak Bagus yang ini mantan model jadi wajar kalau cantik begini."


"oh, wah pasti pak Bagus beruntung dapat istri kayak bu Mira udah cantik dan sukses lagi" oceh mereka lagi.


Putri yang mendengar perkataan mereka terasa panas dalam hatinya "sial gue di bilang jelek hambur-hambur uang dan jelek lagi, wajahnya emang cantik tapi siapa tau wanita ini dari kalangan bawah."


Yang bergosip di belakang Putri semakin menjadi-jadi tiada henti dan malah bertambah "sukses gimana" tanya salah satu dari mereka lagi.


"Kamu ngak tau kalau bu Mira itu mempunyai 50 cabang butik di seluruh dunia dan hotel mentari ini pemiliknya Bu Mira."


"Yang aku tau bu Mira ini nomor 10 orang terkaya di Indonesia."


Putri yang mendengar itu langsung kaget "apa, kaya banget donk orang kaya ke 10. Kok bisa mau sama bagus" dalam hati Putri. karena Putri sudah tidak tahan lagi mendengar gosip mereka di belakang akhirnya Putri "hem-hem mau kondangan atau mau gosip ne" gerutunya sampai orang berbisik-bisik itu terdiam tidak berani berucap lagi.

__ADS_1


Sedangkan Arya yang mendengar itu merasa sedih, dalam hatinya berkata "kamu benar-benar cantik Mira, dulu pernikahan kita kamu juga cantik seperti ini. Ini semua salahku sudah menyia-nyiakan wanita baik seperti kamu tapi ya sudah lah kesalahanku sangat besar."


Mira pun mendekati Bagus dan duduk di sebelah Bagus sambil tersenyum bahagia.


__ADS_2