
"Okey, ayo kita pulang" ucap Kim. Mereka pun bergegas keluar ruangan bersama, didepan pintu Kim pun langsung bertanya kepada Bagus. "Pak apa yang bisa saya bantu, saya memang sudah menikah dengan Blue tapi saya tetap sekretaris andalan bapak. Bapak lebih suka memendam masalah sendiri sekarang, maaf pak kalau saya lancang" ucap Kim.
"Setelah sampai di Jakarta aku akan memerlukanmu sekretaris Kim, tapi karena kamu baru menikah aku belum bisa kasih tugas karena kasihan Blue kalau sering kamu tinggalkan. Untuk sementara kamu dan Blue tinggal di paviliun karena Cahaya membutuhkan kalian atas ke jadian kemarin-kemarin" jelas Bagus.
"Baik pak, saya permisi" Kim pun pergi meninggalkan Bagus,
Bagus masuk lagi ke kamar rawat Prita dan menjelaskan tentang penjelasan dokter yang sudah di sampaikan kepadanya.
"Aku minta maaf" ucap Prita.
"Minta maaf karena apa" tanya Bagus.
"Minta maaf atas perlakuan papa, kamu tidak perlu melakukan apa yang papa katakan karena aku yakin pasti aku sembuh" Prita kembali semangat setelah sudah di hibur oleh anak muridnya tadi.
"Okey aku permisi pergi dulu dari sini" pamit Bagus meninggalkan Prita, saat Bagus ingin keluar Arya masuk. Bagus mengurungkan langkah kakinya keluar dan malah berhenti.
"Ada apa" tanya Bagus.
"Maaf pak, aku ingin meminta tolong kepada Bu Prita untuk membebaskan Putri" pinta Arya.
"Apa maksudnya, bebaskan kak Putri kenapa? apa yang terjadi dengan kak Putri" tanya Prita.
"Sudah hentikan Arya, Prita masih sakit" tahan Bagus langsung memegang bahu Arya untuk tidak berbicara.
"Ayo katakan, jangan diam. Pak Bagus kamu tidak perlu menahannya karena putri adalah kakak kandungku" kesal Prita.
Arya pun mengingat kejadian kemarin saat dia menemui Putri di dalam penjara.
"Arya akhirnya kamu datang" Putri langsung duduk di depan Arya sambil memegang tangan Arya.
"Kenapa kamu diam Arya, ayo katakan sesuatu. Kamu percayakan pada ku" ucap Putri lagi.
__ADS_1
"Putri sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kamu tega melakukan ini" tanya Arya.
Putri pun diam dan menarik nafas serta menghembuskannya. "Baik lah aku akan ceritakan semuanya, Bagus adalah mantan suami ku."
"Apa?" kaget Arya.
"Kamu pasti kagetkan, Aku menikah kontrak dulu dengan dia 3 tahun sampai kami bercerai, karena kebodohan ku aku di buang oleh papa dari kartu keluarga. Awalnya aku membayar orang untuk berpura-pura menculik Cahaya agar aku mendapatkan kepercayaan Bagus lagi tapi ternyata preman gila itu malah memanfaatkan aku sampai mereka memeras dan menyakiti Cahaya. Aku tidak bersalah Arya karena aku tidak tau kalau mereka benar-benar penipu, tolong keluarkan aku" tangis Putri di depan Arya.
"Kenapa kamu harus melakukan hal seperti ini untuk mendapatkan perhatian pak Bagus pada hal aku" Arya pun berhenti berbicara.
"Aku apa yang ingin kamu katakan" tanya Putri.
"Engak apa-apa, kalau seperti ini Pak Bagus tidak akan membebaskan kamu dengan cara damai. Kecuali ada satu orang yang bisa membebaskan kamu" jawab Bagus sambil tertunduk.
"Siapa itu" tanyanya.
"Prita, dia orang yang paling di rugikan disini. Tapi mustahil kalau dia mau berdamai apa lagi sekarang keadaannya belum tau" jelas Arya.
"Pasti, pasti mau" sambil mengetuk meja di hadapannya membuat Arya sampai kaget.
"Prita itu adik kandungku" teriak Putri.
"Hah,, adik. Gimana ceritanya" tanyanya Arya.
"Prita Arman adalah adik kandungku yaitu Putri Arman. Prita kesayangan papa sehingga dia di besarkan dan di sekolahkan di luar negeri, tapi walaupun kami berdua di bedakan Prita itu sangat penurut dengan aku yaitu kakaknya. Kalau dia sadar cepat katakan pada dia dan aku yakin dia tidak bisa menolaknya" jelas Putri.
"Wah kamu benar-benar di luar dugaan, Aku benar-benar kaget di buat dengan ikatan keluarga yang rumit ini" ledek Arya.
Polisi pun datang menghampiri mereka "jam besuk sudah habis, sekarang Bu Putri harus kembali ketahanan" langsung mengangkat tangan Putri dan memborgolnya untuk di bawa ke dalam, saat itu putri langsung berteriak.
"Arya, kamu bisa. Aku mohon" sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
Di dalam ruang rawat Prita semuanya diam dan Arya terbangun dari lamunannya, "sudah lah Prita urus saja kesehatan kamu" ucap Bagus sambil melepaskan pundak Arya.
"Ayo katakan, kamu tidak perlu mendengarkan perkataan Pak Bagus" ucap Prita dan pada akhirnya Arya pun menceritakan semua yang terjadi pada Putri dan kejadian yang terjadi pada diri Prita sendiri sehingga bisa seperti ini.
"Tolong Prita lepaskan, karena ini unsur ketidak sengajaan Putri" sambil tertunduk di depan Prita. Prita pun menangis mendengar cerita Arya tadi sehingga dia pun mengambil keputusan "baik lah aku akan melepaskan kak Putri."
"Jangan Prita, karena dia sudah kelewatan batas" kesal Bagus.
"Bagaimana pun dia adalah kakakku, kalau papa tau pasti papa sangat murka" sedih Prita.
"Tapi Pak Arman sudah mengetahui semuanya" jelas Bagus.
"Sekarang berikan hp biar aku hubung polisi untuk membebaskan kakak" sambil meminta hp kepada Arya. Arya pun memberikan hpnya untuk di gunakan Prita, dengan wajah sedih dia pun langsung menelpon kantor polisi dan mencabut semua tuntutan untuk melepaskan Putri. Namun dia telat karena Pak Arman sudah di depan kantor polisi untuk menemui Putri.
Melihat semuanya sudah selesai Arya dan Bagus pergi dari ruangan itu, Arya menuju kantor polisi sedangkan Bagus menuju hotel sambil kesal melihat tingkah Prita tadi.
Sedangkan di suatu tempat Astri yang sedang di periksa oleh Dokter Rian sangat menyukai terapinya itu, pada saat dokter Rian menyuruhnya untuk berdiri sambil berjalan pelan-pelan Astri pun mencoba melangkah kakinya tapi dia terjatuh sehingga langsung di peluk oleh dokter Rian.
Mia yang melihat itu tersenyum senang, "Cie papa dan mama pelukan" teriaknya. Mereka pun tersenyum sedangkan dokter Rian merasakan jantungnya berdebar dengan cepat sehingga dia menyuruh Astri untuk duduk lagi untuk menghilangkan salah tingkahnya.
"Kamu kenapa mas" tanya Astri.
"Ngak apa-apa" jawab Rian.
"Tapi, wajah kamu merah. Apa kamu sakit atau demam mendadak, coba aku tatap kening kamu" ucap Astri sambil mengangkat tangannya ke kening Rian tapi Rian langsung menahannya untuk tidak menyentuh dirinya.
"Jangan, aku tidak apa-apa. Kamu istirahat dulu bersama Mia di sana, aku mau keluar sebentar" langsung bergegas cepat meninggalkan mereka di dalam ruangan.
Mia pun berjalan mendekati Astri "Papa kenapa ma" tanyanya.
"Papa kamu mau keluar sebentar, mungkin ke toilet" jawab Astri.
__ADS_1
Di toilet pun Rian mencuci wajahnya dengan air "Kenapa jantungku berdebar secepat ini, sudah 4 tahun aku tidak berdebar seperti ini" ucapnya dari dalam hati sambil memegang dadanya.
"Sekarang aku harus tarik nafas dan hembusan pelan-pelan agar tidak salah tingkah, aku harus profesional. Aku juga harus ingat kalau dia bukan Astri tapi orang lain, hanya Astri wanita satu-satunya yang membuat aku berdebar seperti tadi" gerutu Rian sambil mengelap wajahnya dan pergi keluar menemui Astri dan Mia.