
Polisi pun menjawab "tidak ada barang seperti senjata di rumahnya, semua sudut sudah kami periksa. Mungkin bapak salah lihat saja waktu itu."
"Bukan saya tapi anak saya yang melihatnya" ucap Bagus.
"Hem kalau begitu kami akan memeriksa ulang kembali" jawab polisi itu.
"Iya pak" mereka pun berjabat tangan, Bagus dan Harisza pergi meninggalkan kantor polisi.
"Ini sangat aneh" celoteh Bagus.
"Kamu benar, dia sepertinya sudah tahu kalau kita mengetahui kerja gelapnya itu" ucap Harisza.
Mereka pun berpikir di dalam mobil menuju pulang ke rumah, Mira yang saat itu di kamar hanya melamun.
Melihat Mira yang seperti itu Lilian bingung berusaha mendekatinya "Mir" panggil lilian.
Mira menoleh sambil tersenyum "iya ma" jawabnya.
"Boleh mama tanya."
"Iya ma, mau tanya apa."
"Kamu dari tadi melamun saja, apa ada yang kamu pikirkan."
"Mira hanya khawatir berserta bingung ma"
"Apa?"
"Laki-laki itu."
"Kalau kamu merasa ada sesuatu yang ingin di tanyakan lebih baik kamu ajak Bagus menemuinya."
"Aku tidak yakin mas Bagus mengizinkan kan ma."
"Mama yang akan bantu."
"Makasih ma" 5 menit kemudian Bagus masuk bersama Harisza.
Bagus langsung masuk ke kamar menemui Mira yang sudah ada Lilian di dalamnya.
"Mas gimana" tanya Mira.
Bagus pun tersenyum "dia akan di kurung dalam waktu yang lama, aku harap kita tidak bertemu lagi dengan dia karena dia tidak ada itikad baik sama sekali."
Mendengar ucapannya itu Mira menoleh ke arah Lilian menggelengkan kepala "ya udah mama keluar, kalian istirahat" Lilian pun keluar dari kamar namun tiba-tiba terdengar suara teriakan yang masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Cahayaaaaa, Cahaya, Cahaya" teriak Kevin dan Johan yang masuk tiba-tiba.
"Hei" panggil Lilian.
"Oma" mereka berlari mendekati Lilian.
"Jangan teriak-teriak, semua orang sedang istirahat" ucap Lilian pelan membuat mereka mengangguk.
"Cahaya dimana Oma" tanya Johan.
"Di kamar, ayo Oma antar" mereka berjalan mengikuti langkah kaki Lilian.
Lilian pun membuka pintu kamar Cahaya, Cahaya pun sedang menggambar sesuatu langsung menutupnya.
"Cahayaaaa" teriak Johan.
"Gimana kabar kamu, saat dengar dari kakek kamu di culik aku langsung mengajak Johan kemari. Kenapa kamu ngak menghubungi kami sih cerita pada hal kami kan selalu siap" Cahaya langsung melempar bonekanya ke wajah Kevin.
"Sakittt Cahaya" teriak Kevin.
"Habisnya ngak bisa diam, kepala Cahaya kan jadi tambah pusing" kesal Cahaya.
"Ya udah Oma keluar dulu, nanti ada bibik yang antar makanan ke kamar jadi kalian bermain di kamar saja jangan kemana-mana karen kaki Cahaya masih belum banyak gerak" ucap Lilian segera pergi meninggalkan mereka.
"Kamu kenapa?" tanya Johan duduk di sebelah Cahaya.
"Untuk apa, kalau ketahuan nanti aku di marah lagi" jawab Johan.
"Makanya diam-diam biar ngak ketahuan, sekarang pergi" ucap Cahaya yang membuat Johan keluar dari kamarnya menyelinap mencari Oma.
"Oma, mana yah" Johan celingak celingukan mencari dan saat itu Johan melihat Oma berada di ruangan lukis menemui opa.
"Itu dia" secara diam-diam Johan masuk bersembunyi di dekat mereka sambil menghidupkan HT miliknya.
Cahaya dan Kevin di kamar pun mendengar sambungan HT milik Johan, "untuk apa" bisik Kevin.
"Ussss diam" jawab Cahaya dan mereka pun mendengar percakapan opa dan Oma yang menceritakan tentang Gaga kalau dia di penjara dan tidak di temukan senjata apa pun di sana.
Mendengar itu Cahaya pun mengangguk dan segera menggambar kembali, Johan yang saat itu di sana berteriak melihat kecoa berjalan ke arah dirinya.
"Kecoaaa, ih geli, geli, geli" teriak Johan sambil berdiri. Melihat Johan yang berada di dekat mereka Harisza dan Lilian pun menghampiri Johan yang berdiri.
"Kenapa kamu di sini" tanya Harisza.
"Anu opa" jawab Johan dengan gugup, namun suara HT pun berbunyi.
__ADS_1
"Hallo, pasukan 3 anda ada dimana" ucap Cahaya sehingga membuat Harisza dan Lilian tertawa.
"Kalian lagi main ternyata, kenapa harus sembunyi segala sih. Ya udah sekarang kamu main di luar jangan di sini" ucap Harisza yang mengusirnya.
"Iya opa, opa dan Oma maaf yah Johan ngak sengaja bersembunyi di sini" ucap Johan langsung pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamar Cahaya.
Saat masuk ke dalam kamar Cahaya, Johan langsung membanting HT itu ke ranjang dan dia langsung segera membaringkan tubuhnya di hadapan Kevin dan Cahaya.
"Kalian jahat nyuruh aku berbohong, untung saja Oma dan Opa tidak curiga kenapa aku ada di sana tadi. Kalau tidak mereka akan menelpon mama dan aku akan kena marah habis-habisan" celotehnya.
Kevin pun hanya tertawa mendengar ucapan Johan itu, sedangkan Cahaya masih sibuk menggambar.
"Kamu itu harus belajar cari alasan seperti aku jangan terlalu jujur" celotehnya Kevin.
"Enggak mau, aku ngak boleh jadi anak nakal nanti mama akan mengomeli aku dan aku tidak di izinkan untuk bermain bersama kalian lagi. Aku ngak mau hal itu terjadi" ucap Johan.
Mereka pun menoleh ke arah Cahaya yang masih fokus menggambar "ini apa?" tanya Kevin melihat gambar Cahaya seperti ruangan.
"Ini ingatan ku" jawab Cahaya yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Cahaya.
"Lucu, ingatan apa sih bestie?" ledek Kevin.
"Ngak usah ngeledek, ini ingatan saat aku masuk menyelinap ke rumah om Gaga dimana aku melihat banyak CCTV, banyak penjagaan dan tempat dimana di jaga dan tidak di jaga" ucap Cahaya.
"Emang ada apa?"
Cahaya pun membisiki mereka berdua tentang yang Cahaya lihat di rumah Gaga sehingga mereka pun kaget "apaaaa" teriak mereka berbarengan.
Cahaya menutup mulut mereka dengan kedua tangannya, "diam" kemudian bibik masuk ke kamar membawa makanan dan minuman untuk mereka.
"Non, kata tuan untuk beberapa hari ini makan di kamar saja biar bibik siapkan" ucapnya.
"Baik bik" jawab Cahaya dan bibik pun segera pergi dari kamar Cahaya.
"Jadi kita mau ngapain" tanya Kevin.
"Seperti biasa" jawab Cahaya sambil tersenyum puas.
"Aku ngak mau ikut" ucap Johan yang tiba-tiba berdiri.
Kevin pun menjewer telinga Johan "akhhh sakit" teriak Johan.
"Kamu harus ikut apa pun itu karena cuma kamu yang pandai beladiri selain bodyguard ku" ucap Kevin yang membuat Cahaya menganggukkan kepalanya dan berkata "benar itu."
"Ini bahaya, kita hanya anak kecil" bela Johan.
__ADS_1
"Hentikan tidak usah debat, semua harus ikut karena kalian harus menjaga aku" ucap Cahaya yang membuat Johan dan Kevin terjatuh di lantai.