Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 134


__ADS_3

"Pak saya belum selesai bicara, gejala yang saya maksud itu Ibu Mira itu mengalami gejala hamil" mendengar ucapan dokter itu bagus pun terdiam, senyum dan langsung berteriak "hamil."


Dokter pun tersenyum "Iya" jawaban dokter membuat bagus langsung memeluk dan mencium Mira sambil berkata "terima kasih sayang" Mira pun membalas pelukan itu.


Cahaya yang tidak mengerti itu pun segala bertanya "dokter maksud gejala hamil itu Bunda ada dede bayi ya" pertanyaan Cahaya itu membuat semua orang di ruangan tertawa.


"Benar sayang bundanya sedang hamil, jadi Cahaya harus membantu Bunda agar dede bayi yang ada di perut bundanya selalu sehat" mendengar ucapan dokter itu Cahaya juga pun meloncat-loncat kegirangan.


"Horeee Cahaya punya adik bayi, berarti Cahaya akan punya dua adik satu dari Bunda dan satu dari Tante Blue" teriak Cahaya kegirangan ikut memeluk Mira.


Mendengar ucapan itu pun Bagus dan Mira langsung berdiri dan permisi untuk pergi dari ruangan dokter, ternyata dari depan pintu sudah ada yang menguping pembicaraan mereka orang yang menguping pembicaraan itu adalah Gaga.


Gaga yang mendengar itu pun merasa kesal sehingga segera pergi dari rumah sakit itu, Gaga mengambil hp-nya dan menelepon dokter Ryan menceritakan kejadian di rumah sakit tadi.


Dengan tersenyum sumringah dokter pun membuat rencana kepada Gaga sehingga mendengar rencana itu Gaga tersenyum puas hingga akhirnya Gaga memutuskan untuk pergi dari tempat itu.


Gaga yang saat itu menyuruh anak buahnya untuk mengawasi gerak gerik Mira, Bagus yang merasa bahagia itu pun segera mengendarai mobilnya dengan cepat untuk sampai ke rumah.


"Mas pelan-pelan" ucap Mira melihat suaminya itu bersiul-siul.

__ADS_1


"Ayah kayak kakek-kakek tua lagi main sama burung siul-siul gitu" Cahaya sambil tertawa.


"Ayah lagi bahagia, Cahaya pinter banget ya ngeledek ayah nanti ayah kelitiki sampai rumah" jawab Bagus.


"Ayah lucu sih, bunda ayah ngak boleh tidur sama bunda kalau ayah nakal gangguin Cahaya yah" Mira pun tersenyum mendengar celotehan anaknya itu.


"Idih yang nakal itu Cahaya, ayah mana pernah nakal yang ada malah cahaya yang sering ganggu ayah" Cahaya pun tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan Bagus yang mengomelinya sepanjang jalan.


Sesampai di rumah Cahaya pun berlari memanggil oma, opa, tante dan pembantunya yang ada di rumah. Mendengar teriakan itu mereka semua keluar mendekati Cahaya.


"Cahaya kenapa sih" tanya Lilian yang penasaran mendengar cucunya itu memanggil.


"Cahaya nggak apa-apa opa, Cahaya mau panggil Opa, Oma dan Tante mau kasih kabar baik."


"Kabar baik apa Cahaya?" tanya Tante Blue.


"Sekarang semuanya duduk deh" mereka semua mengikuti ucapan Cahaya untuk duduk.


Sedangkan Mira dan Bagus yang baru masuk ke dalam rumah pun tersenyum melihat tingkah laku anaknya itu, mereka ikut duduk sambil mendengarkan celotehan Cahaya "coba tebak Cahaya dari mana?"

__ADS_1


"Dari rumah sakit" jawab mereka semua berbarengan.


"Betul, betul, betul tapi coba tebak lagi ada kabar apa?" celoteh Cahaya.


"Tidak tahu" mereka pun menjawab berbarengan, mendengar jawaban itu Cahaya pun tertawa "hahaha semuanya kompak Cahaya suka deh."


"Ya udah deh sekarang kasih aja kabar baik apa yang ingin Cahaya sampaikan sama oma, opa, Tante serta semua yang ada di rumah ini" jawab Bagus.


Melihat itu Cahaya pun langsung mengambil kertas dan pensil, Cahaya menggambar sesuatu dan menunjukkannya kepada mereka.


"Itu kan gambar ibu yang sedang mengandung maksudnya itu gambar Tante Blue" jawab Blue.


Cahaya pun menggelengkan kepalanya, Mereka pun berpikir "bukan kah Cahaya dari rumah sakit kalau itu gambar orang hamil berarti yang hamil Mira dong bukan Cahaya atau pun Tante Blue" ucap Harisza sehingga semuanya tertawa terbahak-bahak dan menoleh kearah Mira.


Mendengar ucapan Harisza itu pun Mira mengangguk kan kepalanya sehingga, semuanya tersenyum bahagia mengucap selamat dan memeluk Mira.


Mereka semua benar-benar sangat bahagia pada hari itu dan kebahagiaan itu sampai di telinga Gaga yang sudah membayar mata-mata.


Mata-mata itu memasangkan merekam suara di dalam rumah itu sehingga mereka yang berbicara bisa di dengar oleh rekaman itu dari jauh, pemasang rekaman itu berpura-pura menjadi tukang yang membetulkan pipa air yang bocor di rumah itu sehingga dengan mudah dia menempel alat itu di bawah meja mereka.

__ADS_1


Gaga pun membanting kursi yang ada di rumahnya sehingga Tika yang lewat saat itu kaget melihat tingkah adiknya itu, segera meneriakinya "Gaga, apa-apaan membuat seisi rumah menjadi kaget dan takut" ucapan Tika itu membuat Gaga tidak peduli dan segera masuk ke dalam kamarnya mengambil foto Mira yang ada di sana untuk di peluknya.


__ADS_2