
Ibu panti pun mengangguk, "tapi nak dari mana kamu dapat foto ini, apa kamu mengenal pak Wijaya" tanya Bu panti.
"Maaf Bu saya tidak bisa cerita, saya harus menceritakan ini semua pada Mira agar dia tidak kaget saat bertemu dengan Tika suatu saat nanti" ucap Arya.
"Iya ngak apa-apa karena ibu sangat ingat Mira dan Tiara kedua orang yang tidak bisa di pisahkan sampai mereka selalu menolak saat ada yang ingin mengadopsi mereka, tolong sampaikan salam ibu pada Mira saat kamu bertemu dengan dia" ucapnya.
"Iya Bu, Mira sekarang sudah bahagia mempunyai keluarga yang sangat menyayangi dia. Kalau begitu saya permisi bersiap-siap untuk pulang."
Arya pun pergi dan masuk ke kamarnya, saat itu pun Arya mengambil hpnya saat di periksa panggilan tidak terjawab dari Bagus, "Aku lupa, pasti pak Bagus telpon mau tanya" sambil menelpon Bagus.
Hp Bagus pun tidak di angkat sama sekali, "Pak Bagus sibuk sekali susah banget di telpon" membereskan tasnya.
Sampai di taman pun Bagus segera memberikan kode pada Cahaya, "bunda, Cahaya dan teman-teman main ke sana duluan yah. Bunda dan ayah keliling saja karena ada bodyguard yang akan menjaga kami" ucap Cahaya sambil memberikan kode pada Bagus.
Cahaya, Kevin, Johan dan Bodyguard itu pergi meninggalkan Bagus dan Mira.
Mereka melihat keindahan di taman tempat bermain itu, "Wah indah banget" ucap Cahaya.
"Cahaya kita main itu aja yuk" ajak Johan sambil memegang tangan Cahaya.
Cahaya mengangguk setuju, "kalian main saja, aku mau buat sesuatu" celoteh Kevin sambil memetik bunga yang ada di dekatnya.
Kevin menoleh ke arah bodyguard yang bingung itu "kamu jaga mereka berdua, aku di sini ngak apa-apa. Nanti kalau sudah selesai aku juga akan kesana" perintahnya membuat bodyguard itu pergi meninggalkan Kevin.
Bagus mengajak Mira ke taman yang sudah di siapkan olehnya, "mas ini apa lagi" tanya Mira.
"Aku mau diner di pagi hari sama kamu, lihat pemandangan di sana kalau jam begini indah banget. Kalau siang hari panas nanti kamu gerah" sambil memegang kedua tangan Mira.
Mereka pun duduk menikmati makanan yang ada, "Oh iya Cahaya dimana, kita hanya makan berdua ini" sambil melihat di sekelilingnya.
__ADS_1
"Kamu tenang aja sayang, Anak kita lagi menikmati makanannya" sambil menyuapkan makanannya ke Mira.
Cahaya, Johan dan bodyguard makan dengan lahap, semua makanan ke sukaan mereka semua. "Om tambah lagi, badan om kan gede jadi makan harus banyak" perintah Cahaya.
Bodyguard itu pun menurut dan makan sesuai perintah Cahaya, "Cahaya, ayah kamu benar-benar deh. Dia berduaan sama bunda kamu terus kita semua di belikan makanan banyak dan enak-enak begini" celoteh Johan sambil makan.
"Ini semua kesukaan aku, ayah memang the best dia ngak mau di ganggu makanya kita dikasih makan sebanyak ini enak. Ngomong-ngomong Kevin kemana sih, kok dia ngak kemari" mereka berdua melihat ke arah bodyguard yang asik makan.
Bodyguard itu melihat Cahaya dan Johan memberhentikan makannya, "saya akan periksa dulu" ucapnya sambil pergi.
"Bodyguard yang aneh, pada hal kita cuma mau bertanya tapi dia malah pergi" ucap Johan sambil tertawa melihat bodyguard itu berjalan secepat mungkin.
Saat lagi asik memetik kakek penjaga taman itu melihat Kevin "Hem" sambil melotot ke arah Kevin.
Kevin yang melihat segera berdiri, "Kamu kenapa petik bunga ini, ngak lihat" sambil menunjuk tanda larangan menginjak dan memetik.
Kevin melihat sambil menundukkan kepalanya, "Maaf kek, saya benar-benar tidak lihat tadi" sambil mengambil dompet kecilnya di kantong celananya. Kevin pun memberikan ATM kepada orang itu.
"Ganti rugi kek karena saya sudah memetik bunga ini" jawab Kevin santai.
Kakek itu pun tertawa melihat ATM yang ada di tangannya, Kevin pun bingung. Bodyguard yang menjaga pun menghampiri Kevin berdiri sambil diam.
"Kamu siapa" tanya kakek itu melihat bodyguard itu.
"Ini bodyguard keluarga aku kek, yang akan menjaga aku kemana pun aku pergi. Jadi semuanya berapa kek, aku benar-benar ngak lihat kek dan kakek lihat ini aku merangkai bunga ini menjadi bandana. Lihat kek cantik kan?"
"Kamu benar anak yang unik, ini" mengembalikan ATM tangan Kevin "kakek maafin kamu hari ini dan kakek juga ngak perlu uang kamu karena kakek lihat kamu anak yang bertanggung jawab, bandana yang kamu buat cantik" sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Kevin serta bodyguardnya.
"Kakek yang aneh, pada hal aku mau bayar tapi di tolak" sambil melihat ke arah bodyguardnya.
__ADS_1
Kevin pun berjalan menghampiri Johan dan Cahaya sambil memegang bandana yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya.
"Ayo makan, dari mana aja sih. Enak tau?" ucap Johan.
"Iya aku makan, tadi aku buat sesuatu" menoleh ke Cahayda. "Cahaya ini" memberikan bandana yang sudah di buatnya tadi.
"Cantik, kamu yang buat" tanya Cahaya.
"Iya" jawab Kevin senang.
Cahaya pun memikirkan ide setelah memegang bandana itu, "kamu memang pintar, ayo ikut aku" ajak Cahaya turun dari kursi makannya.
Mereka pun berjalan mendekati Mira dan Bagus yang masih memandang pemandangan di depan mereka, "ayah, bunda" panggil Cahaya.
Kevin, Johan dan bodyguard yang mengintip dari kejauhan pun bingung, "Cahaya mau ngapain ya, bandana di bawa ke om sama Tante" ucap Johan penasaran.
"Cahaya pasti mau memuji buatan aku di depan om dan Tante, kamu lihat kan Johan buatan tangan ku memang keren. Dari dulu tangan ini memang handal dalam membuat kerajinan" sombong Kevin.
"Kamu ngak sadar yah, bandana itu akan Cahaya kasih sama Tante Mira" ucap Johan.
"Kamu kok bisa bilang gitu."
"Aku kan sangat hapal dengan Cahaya, kamu kan tau sendiri kalau aku akan menjaga Cahaya sampai dewasa jadi apa pun yang Cahaya pikir pasti tau lah" ucap Johan sambil melihat ke arah Cahaya.
Cahaya yang memanggil Bagus dan Mira pun berjalan mendekati mereka, "Ada apa sayang" tanya Bagus.
"Cahaya mau kasih sesuatu sama bunda" jawabnya sambil menyuruh Mira menunduk ke arahnya. Cahaya mengeluarkan bandana dan memasangkannya ke kepala Mira.
Mira yang memegang bandana itu terasa senang sambil memeluk dan mencium Cahaya, "Makasih sayang."
__ADS_1
"Cahaya kamu memang benar-benar anakku pandai membuat orang bahagia, bandananya cantik sehingga bunda kamu semakin cantik" puji Bagus sambil memeluk mereka berdua.
"Ya udah bunda dan ayah lanjutkan lagi, bunda memang cantik Cahaya suka lihat bunda menggunakan sesuatu yang cantik. Cahaya pamit dulu" ucapnya sambil berjalan pergi meninggalkan Bagus dan Mira.