Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 111


__ADS_3

"Iya Bu, tapi besok saja soalnya hari ini Mia mau beli sesuatu sebagai permintaan maaf. Ibu mau kan temani Mia sepulang sekolah nanti." Prita pun mengangguk sambil tersenyum.


Vivi yang semakin kepo itu pun mendekati mereka, "aduh calon ibu dan calon anak akrab ne" ledeknya.


"Maksud ibu apa ya" tanya Prita.


"Masa ngak ngerti sih" pergi meninggalkan mereka.


"Astafirullahhalazim, di tanya malah pergi. Udah yuk kita makan waktu istirahat, Mia bisa kan jajan sendiri tanpa ibu temani."


"Iya Bu bisa" Mia pun berjalan sendirian ke kantin.


Kevin yang melihat Mia ingin jajan segera mengeluarkan sifat usilnya, dengan sengaja dia mengulurkan kakinya pada anak yang membawa minuman hingga anak itu tersandung dan jatuh.


Minuman yang di bawa anak itu mengenai baju seragam Mia sampai basah.


"Wah basah, kamu jalan lihat-lihat donk" teriak Mia kesal.


"Aduh Mia maaf ya, aku tadi ke sandungan" sambil berdiri merapikan bajunya yang kotor.


Mia yang melihat posisi itu sadar kalau itu pasti ulah Kevin, sehingga Mia pergi dari kantin dan masuk ke toilet untuk membersihkan bajunya.


Cahaya yang melihat itu berdiri membawa tisu mengejar Mia, di hentikan oleh Johan namun Cahaya melepaskan tangan Johan yang menghentikannya.


Cahaya masuk ke toilet, Mia yang menoleh terdiam "ini" memberikan tisunya ke tangan Mia.


"Ngak usah, kamu bawa keluar aja tisunya. Aku tau ini ulah siapa jadi kamu tidak usah untuk membantu" ketus Mia.


"Aku minta maaf atas kelakuan usil Kevin, aku harap kamu mau memaafkan Kevin" ucap Cahaya dan membalikkan badannya untuk keluar dari toilet.


"Tunggu" panggil Mia yang membuat Cahaya menghentikan langkahnya untuk keluar.


"Kamu mau meminta maaf untuk kesalahan teman kamu, tapi kesalahan ku yang dulu menjadi teman kamu tidak kamu maafkan" ucap Mia.


"Kamu salah Mia."

__ADS_1


"Apanya yang salah, kita sama-sama teman. Sudah lah Cahaya aku sudah muak sama tingkah kamu yang sok baik, aku juga akan pastikan kalau mama Mira akan memilih aku" tunjuk Mia langsung pergi meninggalkan Cahaya.


"Itu orang maunya apa yah, sampai sekarang dia masih terobsesi sama bunda yang jelas-jelas bukan siapa-siapa dia" celoteh Cahaya.


Bagus yang berada di kantor pun sibuk mengikuti jadwal meting yang tertunda, "ngak ada sekretaris Kim semua pekerjaan banyak banget, tapi kalau aku menyuruhnya pulang maka Mira akan marah. Jadi bos tanpa sekretaris itu susah juga" Bagus pun memejamkan matanya sebentar dan mempunyai ide.


"Aha, aku punya ide" mengambil hpnya menelpon seseorang.


1 jam kemudian datang lah wanita cantik dan anggun masuk ke kantor Bagus, semua mata melihat ke arahnya dan berbisik.


Arya dan Putri yang lagi bekerja pun segera menghampiri wanita itu, "Mira" panggil Arya.


Dia pun menghentikan langkahnya dan tersenyum.


"Kenapa kamu di sini dan dandan seperti ini, kayak sekretaris aja" celoteh Putri.


"Iya, mulai hari ini aku akan menjadi sekretaris Bagus Sandi Dinoto" jawab Mira.


"Hah, pasti Bagus yang suruh kamu. Kurang kerjaan banget sih" Arya pun langsung menutup mulut Putri sehingga dia tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Mira lebih baik kamu masuk sekarang ke ruangan, kami permisi masih banyak kerjaan" ucap Arya menarik Putri meninggalkan Mira.


"Hari ini dan sampai sekretaris Kim pulang aku akan jadi sekretaris kamu, aku juga bosan di rumah sedangkan bisnisku sekarang di kerjakan oleh Blue dan karyawan lain" ucap Mira.


Bagus pun menggenggam jari Mira yang menutupi mulutnya, "kamu yakin sayang kuat kerja jadi sekretaris aku, tapi kalau kayak gini aku yang ngak kuat sebab mataku cuma fokus ke kamu bukan ke kerjaan"


"Kamu yah, kalau kerjaan kita harus konsisten sayang dan ngak boleh begini. Lagian kenapa kamu malah ajak aku kerja sih."


"Awalnya aku melarang kamu untuk ikut kerja di perusahaan, tapi ucapan Arya kemarin membuat aku tidak tenang makanya aku mau kamu selalu bersama aku baik di rumah atau pun di kantor."


"Sayang, kamu ngak boleh terlalu khawatir seperti itu. Selama ini aku baik saja saat ketemu sama Gaga dan kita juga kan punya Cahaya yang harus di jaga."


"Iya kamu benar, ya udah kamu boleh pulang deh."


"Kamu ngusir aku" ucap Mira sambil mencubit pipi Bagus.

__ADS_1


"Akhhhh sakit, kamu bilang tadi mau jaga Cahaya."


"Karena hari ini aku udah dandan seperti sekretaris, aku akan ikut kerja khusus hari ini" sambil berdiri.


"Ayo, aku akan cek jadwal hari ini dan kamu lakukan pekerjaan kamu" ucap Mira langsung keluar dari ruangan.


Mira ke ruangan karyawan meminta jadwal meting hari ini, Bagus pun melanjutkan file yang sudah dia buat tadi.


Harisza dan Lilian yang saat itu keluar dari rumah ingin mampir ke kantor Bagus, namun di tengah perjalanan dia melihat wanita yang mirip dengan Tiara.


"Pa, lihat wanita itu" tunjuk Lilian.


Harisza pun melihat "Iya benar sekali apa kata Arya, dia dan almarhumah Tiara benar-benar mirip. Tapi dia mau kemana ya."


"Entah lah pa, eh lihat pa mobilnya berbelok ke arah sana. Bukannya itu arah ke sekolah Cahaya" ucap Lilian.


"Iya ma benar sekolah Cahaya, tapi apa mungkin dia ke sekolah Cahaya. Pak tolong ikut mobil itu" perintah Harisza.


"Baik pak" jawab supir itu.


Mereka mengikuti dari belakang, Tika pun tidak menyadari bahwa mobilnya di ikuti. "benar pa sekolah Cahaya, ngak salah lagi karena di depan sana jalan buntu jadi ngak mungkin dia ngak ke sekolah Cahaya" celoteh Lilian.


Namun mobil itu pas berhenti di depan gerbang sekolah Cahaya, mobil Harisza dan Lilian pun juga ikut berhenti.


"Mau apa dia pa, ayo kita turun" panik Lilian.


"Tenang ma jangan panik, kita tunggu di sini saja dulu dan kita lihat apa yang ingin dia lakukan. Apa dia orang baik atau orang jahat seperti Tiara."


"Tapi pa, aku tidak mau terjadi apa-apa sama cucuku satu-satunya" ucap Lilian semakin gelisah.


Jam pulang sekolah di mulai, semua anak keluar dari kelas untuk pulang namun suara hp Lilian berbunyi ternyata dari Mira.


"Iya Mira, oh iya papa dan mama udah di depan gerbang sekolah Cahaya untuk jemput Cahaya" hp pun di matikan oleh Mira.


Harisza pun turun saat melihat Cahaya keluar dan mendekati Tika yang juga berdiri di depan gerbang.

__ADS_1


"Cahaya" panggil Tika.


Cahaya menoleh ke arah wanita yang memanggilnya dan hanya terdiam.


__ADS_2