Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 119


__ADS_3

Semua yang ada di ruangan itu kaget melihat Bagus yang berdiri tiba-tiba, "Pa, ma kita semua ayo ke rumah sakit. Tadi Gaga menelpon kalau dia ketemu dengan Cahaya di rumah sakit" ucap Bagus.


"Apa, kok bisa" tanya Lilian.


"Sudah lah ngak ada waktu untuk bertanya sekarang kita ke rumah sakit dulu" pinta Harisza sehingga mereka semua berdiri secepatnya berjalan masuk ke dalam mobil.


Sesampai di rumah sakit Bagus melihat Cahaya yang masih tertidur, "Cahaya" sambil memeluk Cahaya.


Harisza yang berdiri di sebelah Gaga pun segera bertanya ke pada Gaga, "Gaga gimana ceritanya."


"Maaf pak Harisza, saya juga tidak paham. Saat saya ingin kontrol saya ke betulan melihat Cahaya sedang tertidur disini karena penasaran saya mendekati dan bertanya kepada suster yang memeriksa Cahaya, Cahaya di bawa oleh 2 orang kesini yang menemukannya pingsan di pinggir jalan" jelas Gaga.


"Terus dimana ke dua orang tersebut" tanya Arya yang penasaran.


"Saya tidak tahu, saat saya bertanya seperti itu suster itu bilang ke dua orang tersebut sudah tidak ada lagi setelah mengantar Cahaya" jawab Gaga.


Putri pun menarik Arya untuk keluar dari ruangan Cahaya, Arya pun menuruti langkah Putri yang menariknya itu.


"Apaan sih" ucap Arya kesal.


"Diam kamu" ucap Putri sehingga menghampiri suster yang ada di dekatnya. "Suster saya mau tanya, anak yang di bawa oleh ke dua orang tadi ke sini apa suster tau" tanya Putri kepada salah satu suster yang sudah selesai memeriksa pasien di sebelah Cahaya.


"Oh Cahaya."


"Iya Cahaya" ucap Putri.


"Iya, tadi Cahaya di bawa 2 orang laki-laki berwajah agak seram sih kesini tapi saat saya tinggal untuk di periksa ke dua orang itu sudah tidak ada lagi" jelasnya.


"Terus yang mendaftarkan Cahaya tadi siapa"


"Laki-laki yang menunggu Cahaya tadi, dia bilang kalau Cahaya adalah anak dari temannya" ucap suster.


"Makasih suster" suster itu pun pergi dan Putri segera menarik Arya ke tempat pendaftaran.


"Sus saya mau tanya, apa benar tadi ada yang mendaftar mau kontrol atas nama Gaga" ucap Putri.

__ADS_1


"Bentar saya periksa dulu ya Bu atas nama tersebut" suster itu pun mengotak atik komputernya mencari nama tersebut. "Maaf buk tidak ada yang kontrol hari ini atas nama Gaga."


"Terimakasih suster" Putri pun membalikkan tubuhnya.


"Kenapa sih" tanya Arya penasaran.


Putri pun mencubit pinggang Arya "awwww sakit" teriak Arya.


"Kamu itu yah urusan kayak gini memang enggak pinter" marah Putri.


"Apaan sih, mending kamu jelaskan dari pada cubit kayak gini" kesal Arya.


Dengan wajah cemberut Putri pun berkata "kamu tahu Mira dan Cahaya di culik saat pulang dari tempat Gaga, terus Cahaya di rumah sakit bersama Gaga dengan alasan Gaga mau kontrol, saat di tanya ke suster yang namanya pasien bernama Gaga itu tidak ada daftar untuk kontrol hari ini. Kamu lihat emang dia sakit apa harus kontrol, masih muda dan gagah seperti itu ngak mungkin punya riwayat penyakit kecuali penyakit penanganan psikater."


Arya pun langsung memeluk Putri "kamu memang wanita cerdas kalau urusan tipu menipu."


Putri pun yang tadinya senang di peluk Arya tiba-tiba kesal mendengar ucapannya itu, namun pasien yang lewat pun berteriak "mas, mbg kalo mau pacaran jangan di rumah sakit" ucapan pasien di sana membuat Putri mendorong tubuh Arya dari pelukannya.


"Kamu itu yah mengambil ke sempatan sih, bikin malu" kesalnya.


Saat itu Cahaya membuka matanya terbangun, saat membuka mata Cahaya melihat sekelilingnya dan melihat Bagus duduk di sampingnya.


"Ayah" panggilnya.


"Cahaya sudah sadar" ucap Bagus.


"Arya cepat panggilkan dokter agar bisa memeriksa Cahaya" perintah Harisza.


"Baik pak" Arya pun keluar memanggil dokter ke ruangan.


Saat itu dokter masuk memeriksa Cahaya, dengan wajah tersenyum dokter pun mengatakan "Cahaya baik-baik saja, mungkin kakinya akan sembuh membutuhkan waktu 3 hari karena bengkak jadi jangan suruh dia sering bergerak dulu" penjelasan dokter.


"Baik dok, terimakasih" ucap Bagus, Dokter pun keluar dari ruangan itu setelah memeriksanya.


"Ayah, bunda mana?"

__ADS_1


"Cahaya lebih baik Cahaya istirahat saja dulu" ucap Lilian.


Cahaya pun memegang kepalanya "Cahaya ingat" ucap Cahaya, Gaga yang mendengar ucapan Cahaya itu merasa gugup dan Putri yang melihat ekpresi Gaga itu terus memperhatikan Gaga.


"Aneh, kenapa dia seperti panik" ucap Putri dari dalam hatinya.


"Ingat apa?" yang Bagus.


"Tadi kan bunda sama Cahaya di culik oleh orang bertopeng, kenapa Cahaya ada di sini ayah, apa bunda dan Cahaya selamat" ucap Cahaya.


"Ayah tidak tahu bunda di mana sayang, Cahaya tadi di temukan oleh seseorang pingsan di pinggir jalan makanya di bawa ke rumah sakit" jelas Bagus.


"Cahaya pingsan di pinggir jalan, tapi ayah saat bunda pingsan di mobil wajah Cahaya di tutupi oleh mereka terus Cahaya ingat kok kalo Cahaya ngak di letakkan mereka di pinggir jalan. Mereka meletakkan Cahaya seperti sebuah kamar karena Cahaya merasa duduk di kasur saat itu, tapi karena kaki Cahaya sakit Cahaya ngak ingat apa-apa pun ayah" cerita Cahaya.


"Apa Cahaya di culik, kok bisa" ucap Gaga dengan ekpresi kaget.


"Ini lebih aneh lagi, tadi ekpresi gelisah sekarang ekpresi kaget. Ini orang pintar banget memainkan mimik wajah seperti artis saja" celoteh Putri lagi dari dalam hatinya.


"Iya Gaga, tadi saat mereka pulang dari rumah kamu Mira dan Cahaya di culik" ucap Harisza.


"Kenapa kalian tidak bilang, kalau begitu aku kan bisa ikut membantu mencari. Kalau begitu apakah kalian sudah melaporkan pada pihak berwajib?" ucap Gaga.


"Sudah, semua masih dalam proses penyelidikan" ucap Harisza.


Putri pun mulai memainkan dramanya "Ya ampun Arya" ucap Putri.


"Apa?" tanya Arya.


Putri pun menginjak kaki Arya memberikan kode, Arya yang saat itu kakinya di injak berteriak "Awwww."


"Ada apa Arya" tanya Lilian.


"Ngak apa-apa Bu, sepertinya saya lupa sesuatu" jawab Arya.


"Iya om dan tante, kami lupa kalau ada satu cctv di dekat sana yang belum kami ambil untuk di periksa tadi. CCTV itu pas sekali di seberang jalan toko apotik itu dan aku yakin di sana ada petunjuk plat mobil dan ciri-ciri orang tersebut" ucap Putri.

__ADS_1


"Iya pak dan bu, sekarang kami pamit untuk mengambilnya" ucap Arya dan segera pergi bersama Putri.


__ADS_2