
Blue dan Kim pun tersenyum melihat tingkah sis Bida itu, "kenapa kamu bicara begitu" tanya Kim.
"Orang seperti itu harus kita cari bahan untuk cerita sebab dia lah orang yang akan mempermudah kita dalam masalah, mas tau kan satu mulut orang itu nanti akan nyebar ke satu kampung jadi Kak Mira ngak akan di gosip buruk" jelas Blue.
"Kamu emang istriku yang paling pintar, aku aja ngak pernah berpikir ke situ" sambil memeluk Blue.
"Apaan sih mas, aku pinter udah dari dulu" sambil mencubit Kim.
Di ruangan Prita, Cahaya, Lilian dan Harisza masuk.
"Bu guru" teriaknya melihat Prita sedang mengobrol dengan Putri.
"Hey, anak Bu guru cantik datang" jawabnya.
"Gimana keadaan kamu Prita" tanya Harisza.
"Sekarang sudah tidak apa-apa om, besok juga sudah boleh pulang mungkin, tapi mau terapi dulu sama Dokter biar tau keadaan kaki saya sekarang gimana" jawab Prita.
"Bu guru, Cahaya senang banget Bu guru dan bunda sehat semua" ucapnya.
"Oh, kalau gitu Cahaya ngak bakal sedih lagi donk karena sudah ada bundanya" tanya Prita.
"Iya donk."
"Oh iya Prita katanya kamu yang bantu anak Tante, Tante sekeluarga ucapin terimakasih banyak karena kamu sudah bantu Mira. Dia adalah satu-satunya mantu kesayangan Tante, makasih banyak yah" sambil memeluk Prita.
"Putri saya mau bertanya pada kamu, ayo ikut saya" ucap Harisza yang melihat Putri hanya diam.
Putri pun mengangguk dan mengikuti Harisza keluar ruangan, "ada apa om" tanya Putri.
"Prita pasti sudah cerita semuanya ke kamu kan, om tidak mau bertanya kepada Prita karena dia perlu banyak istirahat bukan intograsi dari saya. Katakan siapa orang yang sudah menabrak Mira" ucap Harisza.
"Iya saya sudah tau om, tapi apa saya boleh meminta sesuatu sama om" ucapannya tertatih-tatih.
"Apa itu sebutkan."
" Saya minta tolong dengan om, orang yang mencelakakan Mira jangan di pukul tapi cukup di laporkan dengan polisi saja biar mendapatkan hukumannya. Saya takut Prita akan sedih kalau melihat wajahnya jadi lebam" ucap Putri.
"Apa maksud kamu ini, apa jangan-jangan pelakunya" kesal Harisza.
"Iya, om sudah pasti berpikir ke situ kan. Pelakunya adalah papa, tolong ya om di tangkap saja jangan di sakiti karena saya tidak mau Prita menjadi lebih sedih" ucap Putri.
"Baik, tapi kamu harus berkerjasama dengan pihak berwajib untuk membantu menangkap Arman" kesal Harisza.
__ADS_1
"Baik, saya dan Prita siap membantu kalau urusan itu. Tadi kami sudah berdiskusi" jelas Putri.
Arman yang masih gelisah di dalam mobil merasa frustasi "ada apa dengan anak itu, kenapa harus bantu Mira segala. Gimana keadaannya sekarang, aku ngak bisa kesana lagi karena aku yakin Harisza sudah melaporkan aku ke polisi. Sial,,,, untuk sekarang aku harus cari penginapan dan pergi dari Jakarta dulu" menghidupkan mobilnya sambil pergi meninggalkan tempat itu.
Mereka pun masuk ke ruangan Prita lagi selesai mengobrol. "Ayo sekarang kita pulang, sudah terlalu malam besok Cahaya harus bertemu dengan bunda lagi kan" ucap Harisza.
"Iya opa, Bu guru Cahaya pulang yah. Semoga cepat sembuh" ucapnya.
"Makasih sayang, hati-hati om, Tante dan Cahaya" ucap Prita saat mereka ingin keluar dari ruangannya.
Bagus yang ada di ruangan Mira pun tidak berhenti menggenggam tangan istrinya itu sampai dia tertidur sampai pagi, Mira yang saat itu tersadar dari tidurnya membuka matanya berlahan-lahan.
Mira melihat dinding langit berwarna putih, dia melihat di seluruh ruangan dan saat dia menoleh ke arah samping Mira melihat Bagus sedang tertidur pulas sehingga dia pun menggerakkan tangannya.
Gerakan tangan Mira membangunkan Bagus, Bagus membuka matanya dan melihat tangan istrinya itu bergerak. Dia pun menoleh ke wajah Mira yang sudah membuka matanya, dia melihat Mira meneteskan air matanya.
Bagus pun tersenyum "Sayang kamu sudah sadar" sambil menghapus air mata Mira.
"Apa ini benar-benar kamu Mas Bagus" Tanyanya.
"Iya ini aku" jawab Bagus.
"Aku tidak bermimpi" sambil menangis tiada henti.
Mereka pun tersenyum sambil tertawa. Cahaya, Blue dan Lilian pun masuk membuat mereka menoleh ke arah pintu masuk.
"Bunda, ayah" teriak Cahaya segera menghampiri mereka.
"Cahaya anakku" Ucap Mira.
"Bunda ingat sama Cahaya."
Dokter pun masuk keruangan Mira, "Pasien sudah sadar, saya mau periksa sebentar" ucap dokter.
"Sudah dokter, silahkan" jawab Bagus. Mereka pun menjauhi Mira karena ingin di periksa oleh dokter.
"Suster bantu Bu Mira untuk duduk ya" ucapnya.
"Baik dok" membantu Mira untuk duduk.
"Gimana dokter ke adaan istri saya" tanya Bagus.
"Keadaan Bu Mira sudah membaik, sepertinya tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi" jawab dokter.
__ADS_1
"Apa menantu saya sudah boleh pulang dok" tanya Lilian.
"Iya, kalau Bu Mira makannya sudah normal dia sudah bisa pulang nanti sore" jelas dokter.
"Makasih dok" ucap Bagus, dokter pun pergi meninggalkan mereka.
"Bunda" naik ke atas kasur memeluk Mira. Mira pun memeluk anaknya itu, Blue yang menangis pun ikut memeluk Mira serta di susul oleh Lilian.
"Hem" ucap Bagus. Mereka pun tersenyum melihat Bagus.
"Sepertinya ada yang lebih kangen ne dengan kakak" ledek Blue melepaskan pelukannya.
"Ayah ngak boleh peluk bunda, biar Cahaya aja yang peluk" ucap Cahaya.
"Kenapa begitu" ucap Bagus.
"Karena ayah belum mandi" ledek Cahaya, Bagus pun mencium bau tubuhnya, sedangkan semuanya tertawa.
"Benar, tapi ayah ngak mau pulang. Ayah mau sama bunda di sini" ucap Bagus.
"Bunda, lihat ayah" kesal Cahaya.
"Ya udah mas kamu pulang dan mandi dulu, nanti sore kamu kesini lagi jemput aku untuk pulang ke rumah karena aku sudah kangen banget dengan rumah" ucap Mira.
"Cahaya gitu ya sekarang pada hal ayah kan idola Cahaya, masa idolanya belum mandi langsung di usir" kesal Bagus.
"Ayah ku idola ku kayaknya ganti jadi ayah ku belum mandi deh" ledek Blue.
Mereka pun sangat bahagia, dari luar Rian mengintip mereka yang sedang bahagia itu sangat sedih.
"Sepertinya mereka memang keluarga yang bahagia" ucapnya dalam hati dan pergi dari tempat itu.
Rian pun pulang dari rumah sakit menuju rumahnya, sesampai di rumah Rian melihat sekelompok ibu-ibu sedang belanja di dekat rumahnya.
Bida pun segera menghampiri Rian yang baru pulang "dokter ganteng sudah sehat, kalau sudah pulang begini" tanya Bida.
"Iya Bu sudah, terimakasih sudah membantu saya di rumah sakit kemarin" jawab Rian.
"Sama-sama dokter ganteng" ucap Bida.
Mia pun keluar dari rumah mendekati Rian.
"Papa" teriaknya langsung memeluk Rian.
__ADS_1
"Pa, mama mana" tanyanya.