Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 6


__ADS_3

Saat masuk ke kamar Kim bingung melihat ekspresi bos nya yang kaget itu.


"Kenapa pak" tanya Kim


"Kamu kok tiba-tiba ada di depan saya, cepat sekali kamu berjalan menuruti perintah saya" jawab Bagus


Kim pun tertawa kecil melihat tingkah bos nya yang kaget.


"Saya dari semalam ada di depan pintu pak menunggu bapak kapan keluar" ucap Kim


"Semalam kata mu" bertanya dengan nada kaget.


"Iya pak" Kim menjawab sambil menundukkan kepala.


"Kamu tau kemana dan siapa wanita itu" tanya Bagus.


"Wanita yang mana pak" jawab Kim.


"Wanita yang ada di sini, saya mencari nya di dalam sini tidak ketemu" tegas Bagus.


"Saya tidak melihat wanita keluar dari kamar bapak "jawab Kim


"Kalau tidak keluar dari pintu depan kemana dia, tidak mungkin lewat jendela dari lantai 3 ini" gerutu Bagus.


Dalam hati Kim mungkin wanita itu keluar saat dia sedang membeli kopi karena dia hanya pergi sebentar tadi.


"Ya sudah sekarang kita pulang" perintah Bagus


saat Bagus ingin mengambil jasnya yang terjatuh di lantai tiba-tiba dia melihat botol parfum dan langsung mengambilnya.


Bagus membuka nya dan mencium aroma itu. "Benar ini wangi wanita itu" ucap Bagus dalam hatinya.


Bagus langsung menyimpan parfum itu ke dalam jas nya.


7 tahun sudah berlalu


"Bangun-bangun sudah pagi, ayo anak manis dan cantik. Hari ini hari pertama masuk sekolah dasar jadi harus bangun lebih pagi" ucap Mira lembut sambil mencium pipinya.


"Nanti bunda Cahaya masih mau tidur" jawabnya sambil menutupi selimut sampai ke kepalanya.


Nama lengkapnya Cahaya Mentari, dia anak perempuan yang dilahirkan secara diam-diam oleh Mira.


Cahaya mentari memiliki kemampuan seni yang sangat luar biasa, dia pandai menggambar sehingga membantu Mira untuk memulai usahanya.


Hasil dari gambarnya Mira ciptakan untuk membuat baju sehingga bisa membantu Mira membuka 50 cabang butik baju. Setiap baju yang dibuat selalu habis karena Mira membuka 3 tahap cabang yaitu 15 butik dengan harga rendah kualitas standar, 15 butik dengan harga sedang dengan kualitas premium dan 20 butik dengan harga mahal kualitas berkelas sehingga pembeli dari kalangan bawah sampai atas bisa memiliki baju yang mereka inginkan.


"Kalau gitu bunda gelitik aja deh biar bangun" sambil jarinya menggelitik anak nya.


"ha ha ha ha sudah bunda geli, iya deh cahaya bangun" ucapnya langsung bangun dan memeluk Mira


Saat Cahaya selesai mandi dia tidak lupa membuka lacinya dan memegang foto sambil berkata "selamat pagi bintang star hari ini aku pertama kali masuk sekolah, semoga aku punya banyak teman dan bisa menjadi anak cerdas agar bisa melampaui bintang star."

__ADS_1


Cahaya sangat mengidolakan sosok foto yang selalu dia simpan itu, saat berusia 4 tahun Cahaya di ajak Mira ke Jakarta untuk membuka usaha nya di mal Jakarta.


Cahaya yang saat itu duduk di belakang Mira tiba-tiba bangun dan berjalan keluar. Cahaya pun berlari ke sana kemari dan akhirnya memasuki ruangan yang lagi di renovasi karna dia penasaran apa yang di lakukan orang-orang.


Cahaya melihat ada cet dan kuas di sana tiba-tiba dengan senang hati dia mengambil dan mulai beraksi menggambar.


Tiba-tiba dari luar mal Jakarta heboh banyak yang meneriaki sosok laki-laki yang keluar dari mobil ternyata laki-laki itu CEO Cahaya Muda, masih banyak fans yang menyukai Bagus Sandi Dinoto walaupun dia sudah resin menjadi artis.


Dia adalah bintang star di masanya selain wajahnya tampan dan genius dalam segala seni dia sangat ramah dan baik kepada para fansnya itu sehingga membuat mereka tidak bisa melupakan Bagus Sandi Dinoto. Akibat itu lah karir Bagus tidak pernah redup sedikit pun walaupun sudah menjadi CEO.


Saat menaiki lift berhenti di lantai 3 Bagus keluar bersama yang lainnya, mengitari jalan Bagus bertanya kepada manajer mal "ini ruangannya" tanyanya.


"iya pak ini ruangan yang akan di gunakan nanti tapi ruangan ini lagi di renovasi jadi banyak barang barang berat" jawab nya.


Saat bagus ingin melihat ke dalam dia kaget ada anak kecil sedang asik bermain kuas cet di sana posisinya sambil menggambar, saat itu dari atas anak itu Bagus melihat ada satu besi dari atas yang akan jatuh menimpanya. Dengan reflek Bagus berlari mendekati anak itu dan memeluk anak itu. Besi itu jatuh menimpa Bagus, Cahaya tiba-tiba kaget dan melihat wajah tampan itu di hadapannya menahan sakit sambil memeluknya.


Orang yang berada di sana langsung masuk beramai-ramai menolongnya.


"Pak ayo kita keluar" ucap Kim.


"Saya bisa berjalan sendiri, kamu gendong anak ini" jawab Bagus.


bagus pun di bantu anak buahnya yang lain sedangkan Kim langsung menggendong Cahaya keluar.


"Sebelah sana pak, kita ke ruangan istirahat tadi saya sudah memanggil dokter untuk secepatnya kesini" ucap manajer itu.


"Apa kita langsung ke rumah sakit saja pak" tanya Kim.


Semua orang berkerumun seperti khawatir melihat itu sambil meneriaki "bintang star."


Cahaya yang hanya diam di gendong hanya melihat dan mendengar teriakan yang mengatakan bintang star.


Dokter pun datang dan memeriksa Bagus beserta Cahaya, "luka bapak tidak bahaya, hanya perlu di olesi salep dan minum obat maka memarnya akan hilang" ucap dokter.


"gimana dengan anak itu dokter" tanya Bagus khawatir.


"Dia tidak apa-apa bahkan syok aja tidak, benar-benar anak pemberani" jawab dokter.


"Benar dok" tanyanya lagi.


"Iya, seharusnya anak sekecil ini syok ketakutan, tapi dia hanya senyum dan bertanya ke adaan mu" jawab dokter


Cahaya yang tadi diam langsung mendekati sekretaris Kim dan bertanya "aman atu au emu aman ampan" ucap nya dengan gemas


sekretaris Kim bingung apa yang di ucap kan anak ini.


"Apa dek mau bertemu paman "tanya Kim. Cahaya mengangguk, tapi sekretaris Kim ragu untuk mempertemukannya dengan Bagus karena dia takut bagus akan marah melihat anak ini. Tapi melihat wajah lucu nya Kim tidak bisa menolak nya.


"Maaf pak mengganggu anak ini mau bertemu" ucap sekretaris Kim.


Cahaya langsung berbicara "urun." sekretaris Kim langsung menurunkannya.

__ADS_1


"Aman ampan atid" tanyanya.


Bagus mencerna perkataan anak kecil itu agar mengerti.


"Kamu bertanya aku sakit" tanyanya.


Angguk cahaya, "paman baik-baik saja kata dokter paman sudah sembuh " ucap Bagus.


Cahaya langsung memeluk Bagus, dengan reflek Bagus membalasnya. Bagus merasakan kebahagiaan saat di peluk anak ini dan dia merasa seperti ada ikatan batin. Saat di lihat-lihat dia merasa anak ini mirip dengannya.


"Kamu ngapain masuk di sana dan orang tua kamu kemana" tanya Bagus


"unda agi di oko, Aya osen teyus ain ukisan di ana" jawabnya.


"jadi kamu sama bunda kamu dan kamu bermain lukisan" tanyanya.


Cahaya mengangguk.


"Kamu suka lukis" tanya Bagus


" iya, Aya uka Amban" jawabnya dengan gemas.


Sekretaris Kim hanya diam di sana dan dia bingung kenapa bosnya ini menyukai anak kecil ini, tapi saat Kim melihat anak ini seperti mirip sekali dengan bos nya saat kecil tapi ini versi wajah perempuan.


"sekretaris Kim" panggil Bagus.


"Iya pak" tanyanya.


"Cepat cari orang tua anak ini di tempat ini, dia pasti kebingungan" perintah Bagus.


Manajer pun datang masuk ke ruangan mereka untuk melihat keadaannya dan dia mendengar perkataan CEO dan sekretarisnya itu.


"Maaf pak saya yang akan mengajak ini untuk mencari orang tuanya, Karena ini tanggung jawab kami" ucapnya sambil menarik tangan Cahaya.


"Baik lah" kata Bagus.


Saat manajer itu memegang tangan anak kecil itu tiba-tiba bagus merasa tidak rela tetapi dia berusaha untuk tidak melarangnya.


"Aman maacih ya, apan-apan ita emu agi ya" ucap Cahaya sambil tersenyum.


Bagus pun tersenyum mendengar ucapan cahaya yang lucu itu.


"Dada aman anteng, dada aman aik" sambil melambaikan tangan kepada Bagus dan kim.


Itu lah awal pertemuan mereka semenjak kejadian itu cahaya mencari tau tentang Bagus dari hp Mira secara diam-diam.


Cahaya sangat pandai dia sudah bisa membaca dan menulis di usia 4 tahun walaupun ucapan yang keluar dari mulut mungilnya belum pas.


Saat di buka Cahaya kaget membacanya bintang star itu bernama Bagus Sandi Dinoto mantan artis film, penyanyi, juara karate se Asia, CEO Cahaya Muda dan yang terakhir di dapat nya bagus pandai melukis seperti dirinya.


Cahaya menyukai itu semua karena yang dia rasakan Bagus orang yang baik dan multitalenta sehingga membuat Cahaya ingin menjadi seperti dirinya.

__ADS_1


__ADS_2