
Gaga kembali ke kamarnya mengambil satu buah foto Mira "aku akan membuat kamu berpisah dengan Bagus" ucap Gaga sambil tertawa sendiri di dalam kamarnya.
Pembantu yang mengantarkan minuman ke kamar Gaga merasa kaget melihat ekpresi majikannya itu "tuan ini minumannya" dengan gugup meletakkan minum itu.
Gaga tidak peduli dengan ucapan pembantunya itu dia hanya tersenyum serta tertawa dalam imajinasinya.
Pembantu itu keluar dari kamar Gaga "kenapa tuan jadi aneh yah" celotehnya langsung berjalan ke dapur namun Tika yang saat itu keluar dari kamar mendengar celotehan itu sehingga menghentikan langkah kaki pembantunya itu.
"Bik tadi bibik bilang Gaga aneh, apa maksudnya?" tanya Tika.
"Maaf non bukannya gitu, tadi tuan saat bibik antar minum ke dalam kamar tuan tertawa-tawa sendirian sambil memegang sebuah foto. Bibik aja ngak di pedulikan non, pada hal setau bibik tuan itu orangnya ramah dengan perempuan" jawabnya sambil ke takutan.
"Oh ya udah bik makasih ya" ucap Tika berjalan masuk ke kamar lagi.
Tika pun berjalan mondar mandir "kenapa? apa dia frustasi karena tidak mendapatkan Mira, apa jangan-jangan dia memang sudah gila" ucap Tika sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kalau Gaga gila hak pewaris seluruhnya akan menjadi milikku sampai dia sembuh, aku harus buat bukti kalau dia memang gila" ucap ku sambil keluar lagi dari kamar namun di saat membuka pintu kamar Tika kaget kalau Gaga sudah ada di depan matanya.
"Kenapa kamu kaget begitu?" tanya Gaga.
"Harusnya aku yang bilang kenapa kamu buat aku menjadi kaget" teriak Tika.
__ADS_1
"Kecilkan suaramu itu" ucap Gaga mendorong Tika masuk ke dalam kamar serta menutup pintu kamar.
"Kenapa?"
"Ini" Gaga memberikan cek kepada Tika 1 miliar.
"Uang sebanyak ini kamu mau berikan untuk aku" tanya Tika.
"Aku mau kamu mencari orang yang sangat paham dengan keluarga Bagus Sandi Dinoto dan berikan cek itu agar dia mau bekerjasama dengan kita" jelas Gaga.
"Whattt, kamu pikir mudah dan lagian kenapa kamu minta tolong aku" kesal Tika.
"Karena kamu orang yang tidak suka melihat aku bahagia jadi hanya kamu yang bisa melakukan ini dengan terpaksa" ucap Gaga.
"Hemmm kalau kamu tidak mau lebih baik kamu pergi dari rumah ini."
"Kamu mengancam aku."
"Betul, kalau kamu keluar kamu akan hidup miskin jadi tidak ada yang membantu kamu, itu yang dulu pernah kamu lakukan pada saudara kembar kamu rela membuang dia demi hidup enak" tawa Gaga langsung keluar dari kamar Tika.
Tika yang kesal saat itu menggenggam erat kertas yang ada di tangannya itu sampai remuk.
__ADS_1
Di rumah Bagus dengan sigap Cahaya membangunkan tidur ayah dan bundanya tengah malam "ayah, bunda" sambil menarik selimut mereka.
Bagus yang saat itu sangat lelah seharian menuruti keinginan istri dan anaknya itu dengan ekpresi mengantuk mencoba membuka matanya "Cahaya kenapa?" tanya Bagus.
Bagus menoleh istrinya masih tidur dengan nyenyak "ayah turun" Cahaya memaksa menarik Bagus.
"Mau apa malam begini, bunda kamu aja ngak bangun-bangun sudah di bangunin" tunjuk Bagus sambil menguap.
"Ayo keluar" memegang tangan Bagus untuk keluar sehingga dengan ngantuk Bagus berjalan keluar kamar.
"Duduk" ucap Cahaya membuat Bagus duduk serta memejamkan matanya.
"Ayah tidur di sini, biar Cahaya sama bunda tidur di dalam kamar dan ini selimut ayah" ucap Cahaya sambil memberikan selimutnya.
"Tapi sayang ini kan dingin, kalau badan ayah masuk angin gimana" celoteh Bagus.
"Ngak mungkin sakit karena ayah kuat banget jadi ngak akan masuk angin" Cahaya segera berjalan pergi meninggalkan Bagus.
Bagus yang masih mengantuk itu pun tidur d kursi luar tanpa berpikir panjang karena sangat mengantuk, Cahaya yang masuk ke kamar itu segera memeluk Mira dan memegang perut Mira "adek harus kuat apa pun yang terjadi karena kakak Cahaya sudah tidak sabar lagi berpeluk dan menggendong adik bayi ini dengan ibu" jelasnya dengan .
Cahaya segera memeluk Mira dan tidur bersama, di pagi hari bibik yang siap membersihkan rumah dan Kim yang harus berolahraga kaget melihat Bagus tertidur di atas kursi. Pembantu hanya diam tidak berani menegurnya, Kim yang masuk berusaha membangunkan Bagus.
__ADS_1
"Pak, pak, pak" panggil Kim sehingga membuat Bagus terbangun dari tidurnya sambil menguap "ada apa" jawab Bagus masih memejamkan matanya.
"Saya mau tanya kenapa bapak tidur di kursi, apa kamar bapak ada yang rusak. Kalau gitu saya akan panggil orang untuk merapikan tempat istirahat bapak" dengan sigap Bagus terbangun membuka mata melihat di sekelilingnya sambil menggaruk kepala serta matanya melihat sekeliling.