
Selesai berganti baju pun Mira keluar kamar mandi, Blue pun langsung menariknya duduk untuk di make up.
"Hari ini aku buat kakak cantik" ucap Blue sambil mendandani kakaknya itu.
Selesai itu Mira langsung masuk ke mobil dan di antar Blue ke depan taman.
"Kak masuk ke sana" sambil menunjuk tempat makan yang gelap itu.
"Kenapa, itu gelap" tanya Mira.
"Udah kesana aja" pinta Blue.
Saat Mira pun menginjak kakinya berlahan berjalan ke tempat itu dan nuansa yang gelap tadi menjadi terang satu persatu.
"Indahnya" batin Mira.
Saat sampai di meja makan Mira melihat Bagus berdiri di depannya dan Cahaya pun ikut masuk.
"Bunda dan ayah, kalian harus ikuti perintah dari gambar yang Cahaya buat" gambarnya pun di buka dengan pertemuan di depan tadi dan tema gambar selanjutnya makan berdua "sekarang ayo ikuti gambar itu" menarik tangan Mira dan Bagus.
"Pelayan" teriak Cahaya, Kim dan Kevin keluar menyiapkan meletakkan makanan di atas meja.
"Ayah dan bunda silahkan menikmati" Cahaya pun pergi meninggalkan mereka.
Mira dan Bagus tersenyum melihat tingkah anaknya serta mengikuti ucapannya. Bagus dan Mira menikmati makanan yang sudah di siapkannya, selesai makan gambar ke tiga pun muncul ternyata berdansa "malu" ucap Mira "ngak usah malu ini pintaan Cahaya" bisik Bagus.
Mereka pun berdansa mendengar alunan lagu yang di siapkan selesai itu lampu pun gelap dan terang hanya lampu mereka berdua saja. Kevin pun datang memberikan kotak serta bunga kepada bagus, bagus membuka kotak dan bunga itu untuk diberikan kepada Mira.
Mereka semua keluar menyaksikan itu.
"Mira aku minta maaf kemarin kita gagal karena ada kejadian yang tidak di inginkan dan hari ini aku ingin mengulanginya lagi, mau kah kamu menikah di dengan ku. Kalau mau tolong ambil cincin ini tapi kalau menolak ambil bunga ini. Aku harap jawabanmu malam ini membuat aku bermimpi indah" ucap Bagus sambil memberikan kedua benda itu untuk di pilih Mira.
Mira pun akhirnya memilih cincin sambil menangis bahagia. Melihat itu Bagus langsung memasukkan cincin itu ke tangan Mira serta mencium dan memeluknya.
Gambar yang ke empat memasang cincin selesai dan akhirnya gambar yang terakhir pun muncul yaitu gambar pernikahan yang membuat mereka tersenyum.
__ADS_1
Cahaya langsung mendekati mereka dan memeluk mereka. "Ahirnya, keinginan Cahaya terkabul" teriaknya bahagia.
"Sekarang ayo kita berdansa, musik" teriak Kevin membuat semuanya berdansa.
"Mira hari ini kamu panggil kami papa dan mama ya" ucap Lilian.
"Iya tan, eh mama" ucap Mira membuat semuanya bahagia.
Blue dan Kim pun dari jauh melihat mereka senang "akhirnya kak Mira bisa bahagia dan bersama orang yang dia sayangi dan Cahaya juga mempunyai keluarga utuh" oceh Blue.
"Iya, sudah lama tidak melihat pak Bagus tersenyum seperti itu, sepertinya dia benar-benar mencintai nona Mira" ucap Kim.
Blue pun menoleh arah Kim "Blue apa kamu punya keinginan untuk menikah" tanya Kim kepada Blue.
"Maksudnya" jawab Blue bingung.
"Aku tanya apa kamu juga punya keinginan untuk menikah" tanya Kim lagi.
"Pasti lah aku punya keinginan seperti itu" jawab Blue.
"Apa kamu mau menerima ini" Kim langsung membuka kotak cincin yang ada di tangannya untuk di berikan ke Blue, melihat itu Blue kaget dan bertanya "apa ini."
"Aku" jawab Blue terbata-bata.
"Blue aku tidak akan memaksamu, kalau kamu belum siap menjawab malam ini tidak apa-apa. Tapi kalau kamu sudah siap menjawab kapan pun aku siap menerima apa pun ke putusan mu itu" ucap Kim dan permisi ingin pergi dari tempat itu.
Pada saat Kim membalikkan badannya berjalan "aku mau" Blue berteriak.
Kim kaget mendengarnya dan membalikkan badannya lagi "apa kamu bilang" tanyanya.
"Aku mau menerima lamaran mu" ucap Blue langsung memeluk Kim "aku tidak menyangka kamu mempunyai perasaan yang sama denganku" tanya Kim sambil melepas pelukannya dan memasangkan cincin itu ke tangan Blue.
"Cieeeee" teriakan dari semak-semak ternyata itu adalah Harisza, Lilian, Bagus, Mira, Cahaya, Kevin dan Johan.
Kim dan Blue pun wajahnya memerah karena malu.
__ADS_1
"Sekarang sekretaris Kim akan berkeluarga juga" ucap Bagus sambil memegang bahu Kim.
"Maaf pak" jawab Kim.
"Tidak apa-apa sekretaris Kim, sudah waktunya juga kamu berkeluarga karena kamu sudah sangat lama menemaniku sampai tidak sempat mencari pasangan. Harusnya aku yang minta maaf" ucap bagus menyemangati Kim.
"Makasih pak" Kim pun tersenyum.
"Tapi dari mana Kim bisa membeli cincin itu sedangkan kemarin di toko perhiasan kamu tidak membelikan apa pun" tanya Harisza bingung. Cahaya dan Kim pun saling menoleh dan tersenyum.
Mengulang 5 jam yang lalu di toko perhiasan, ternyata pada saat Harisza lengah Cahaya memilih 2 cincin "wah cincin ini bagus untuk tante blue, tante aku pesan yang ini juga" ucap Cahaya dan pelayan pun membungkusnya.
"Ini" Cahaya memberikan bungkusan itu kepada Kim yang berdiri sedangkan Kevin dan Johan sibuk melihat permata warna warni.
"Apa nona" tanya Kim
"Ini untuk om Kim di berikan kepada tante Blue" jawab Cahaya.
"Tapi nona apa Blue mau menerima ini" tanyanya lagi "pasti, karena cahaya tau selera Tante blue" jawabnya.
"Kalau gitu saya yang bayar nona" ucap Kim sambil membuka dompetnya.
"Tidak perlu karena sudah di bayar opa tanpa sepengetahuan opa. Cahaya tau tante Blue dan om Kim saling suka" ucap Cahaya sambil memberikan bungkusan itu ke tangan Kim.
"Tapi nona, kalau dugaan nona salah gimana" tanya Kim.
"Om Kim kan laki-laki jadi ngak perlu menyerah, sama seperti ayah yang tidak menyerah. Makanya ayah ku idola ku sangat bermakna bagi Cahaya" ucap Cahaya membuat Kim kaget bahwa anak sekecil ini bisa berbicara seperti orang dewasa.
"Ya udah ayo kita senang-senang lagi di sana karena akan ada 2 calon pengantin malam ini" teriak Lilian.
"Oma pengantin itu apa" tanya Kevin
"Pengantin itu orang yang akan menikah sayang" jawab Lilian sambil mengusap kepala Kevin dan membuatnya semua orang tersenyum.
"Kevin, anak kecil itu ngak boleh banyak tau urusan orang dewasa. Nanti kamu terlalu cepat dewasa" celoteh Cahaya.
__ADS_1
"Iya Kevin nanti kalau kamu cepat dewasa ngak bisa main lagi" sambung Johan dengan penuh percaya diri.
"Okey deh, kalau gitu aku mau jadi anak-anak aja, kalau udah gede aja baru tanya pengantinnya" oceh Kevin membuat ruangan itu penuh dengan tertawa melihat tingkah mereka bertiga.