Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 146


__ADS_3

"Cahaya di sana kan, kenapa tiba-tiba ada di sini" tanya Blue.


"Iya Cahaya tadi di sana selimuti ayah, tapi melihat tante Cahaya lari ke sini mau minum karena haus nih Tante" Blue pun segera menuangkan air minum untuk Cahaya.


"Oj ya Cahaya, gimana ya Bunda kamu kira-kira mau nggak ya makan rujak kalau Tante pesanin soalnyo Tante lagi pengen banget ini, apalagi kak Mira itu lagi muntah-muntah."


"Beli aja tante, lagian kalau Bunda nggak mau kan tante bisa ngabisin sendiri rujaknya."


"Ya udah deh nanti pesenin, Cahaya jangan dibilang sama bunda ya kalau masuk kamar."


"Oke Tante" Cahaya pun berlari meninggalkan Blue dan masuk ke kamar Mira secepat mungkin.


Apa lagi saat Cahaya beres-beres kasur yang dia gunakan untuk menggambar saat itu Mira sedang tidur pulas, sehingga Cahaya pun tersenyum melihatnya.


Cahaya menggambarkan segala sesuatu di buku gambarnya, satu jam berlalu Cahaya pun selesai menggambar pada saat itu Blue masuk ke kamar membawa rujak itu "Tante sudah sampai."

__ADS_1


"Iya, taruh dimana karena bunda kamu lagi tidur?" tanya Blue.


Mendengar suara Blue dan Cahaya yang berisik itu pun Mira terbangun dan menoleh ke arah mereka "kalian ngapain?" tanya Mira yang melihat mereka meletakkan sesuatu di dekat ranjangnya.


"Ini Bun, tadi tante beli rujak jadi Cahaya suruh taruh di sana" mendengar ucapan Cahaya itu pun Mira langsung berusaha duduk.


"Kak jangan bangun, tidur saja istirahat" ucap Blue mendekati Mira.


"Aku mau makan rujak yang kamu bawa, mendengar kata-kata rujak anak di perut ini jadi pengen" mendengar jawaban Mira itu pun Blue langsung mengambil semangkuk rujak itu.


Mira makan dengan sangat lahap, Cahaya yang melihat itu terdiam "Cahaya kenapa diam, ayo ikut makan" ajak Mira.


"Kak habis, aku ke dapur dan kakak istirahat lagi" perintah Blue membuat Mira pun mengangguk.


Bagus yang saat itu terbangun dari tidurnya mendengar suara getaran hp ternyata dari Gaga yang membuat dia mengangkat telepon itu karena kesal.

__ADS_1


Mira yang saat itu di kamar hendak meminum airnya lagi merasa kurang karena sedikit "yah habis, aku pelan-pelan saja berjalan keluar ambil minum" celoteh Mira sambil berdiri secara berlahan membawa 1 gelas kosong di tangannya.


Saat Mira keluar berlahan Mira melihat Bagus dari belakang sehingga berjalan menghampiri Bagus namun Mira terkejut mendengar ucapan Bagus di telpon dengan seseorang.


"Hei aku tidak peduli dengan yang kamu ucapkan, anak yang Mira kandung itu anakku bukan anak kamu." teriak Bagus kesal.


Mendengar ucapan Bagus seperti itu tubuh Mira seperti di sambar petir kepanasan dan kaget sehingga menjatuhkan gelas yang ada di tangannya itu prakkkkkkkk.


Mendengar suara itu Bagus segera mematikan hpnya dan menoleh ke belakang ternyata Mira terduduk kaget.


"Sayangggg" teriak Bagus sehingga secepatnya mendekati Mira.


Semua orang yang mendengar pun segera keluar dari tempat mereka dan menuju ke arah teriakan Bagus dan pecahan sesuatu.


"Ayo kita ke kamar" semua orang berusaha membantu Mira namun Mira tetap diam tanpa bicara apa pun.

__ADS_1


Suster yang menjaga Mira pun segera membantu Mira untuk pengobatan segera memasang infus ke tangan Mira.


"Ibu sepertinya sok karena sesuatu" ucap suster itu membuat Bagus kaget dengan wajah sedih.


__ADS_2