Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 62


__ADS_3

Cahaya yang pagi itu menghampiri Oma dan tante Bluenya yang sedang berada di kebun belakang rumah.


"Tante" panggilnya langsung menghampiri.


"Apa" jawab Blue.


"Hari ini temenin Cahaya" ucapnya.


"Kemana" tanya Blue.


"Kemakam bunda, Cahaya kangen sama bunda" jawabnya.


Melihat Cahaya yang sedih seperti merindukan sosok orang tua blue langsung menjawab "Oke."


Lilian yang mendengar percakapan mereka langsung menghampiri "okey juga."


"Oma" ucapnya.


"Sekarang kita siap-siap terus ke makam Mira, Oma juga kangen" ucap Lilian.


Mereka pun bersiap-siap berganti baju untuk pergi ke makam Mira.


Bagus yang saat itu di ruangan persentase seolah sedang memainkan seseorang tersenyum "Oh iya, maaf pak plasdis saya ternyata tertukar" ucapnya.


Melihat itu Hendra kaget dan kesal "kenapa itu plasdisnya ada, bukannya kemarin Reno sudah menyuruh orang menghapus semua file" dalam hati Hendra.


Bagus pun persentase dengan sangat lancar tanpa ada hambatan seperti biasanya, Kim yang melihat itu tersenyum puas karena yakin Bagus akan memenangkan ini.


Hasil akhir pun di umumkan pemilik lahan mempercayai Bagus dan menginginkan kerja sama bersamanya.


Hendra yang saat itu kalah keluar ruangan tanpa basa basi dan memberikan pesan kepada seseorang. Investor dari Singapura kesal memarahi Hendra di depan.


"Bapak tenang saja, nanti kontrak itu akan jatuh ke kita" jawabnya sambil keluar dari gedung itu dan masuk ke dalam mobil.


Bagus pun keluar bersama Kim dan pemilik lahan di depan pintu gedung dekat parkiran mereka di hadang segerombolan orang memakai topeng membawa senjata tajam, melihat itu Bagus pun tersenyum. Pemilik lahan yang ketakutan saat itu "kenapa ini pak, kita lapor polisi saja" ucapnya.

__ADS_1


"Jangan, Bapak masuk ke dalam gedung dan tutup pintunya rapat-rapat. Kalau bapak tidak kuat untuk melihat tutup mata" jawab Bagus, dan segera berlari ke dalam gedung pemilik lahan itu sedangkan Hendra dan investor itu mengurungkan niatnya untuk melajukan mobilnya.


"Lihat itu mereka di serang, ayo kita bantu" ucap investor itu.


Hendra hanya tersenyum dan tidak menghiraukan ucapan investor itu yang duduk di sebelahnya.


Saat seseorang itu ingin menyerang mereka tiba-tiba datang segerombolan mafia yang datang menghampiri mereka "maaf bos kami telat sebentar" ucap salah satu dari mereka.


"Tidak terlambat sedikit pun" jawab Kim. Mereka pun menyerang dan akhirnya terjadilah perkelahian dimana komplotan menggunakan topeng itu kalah, Bagus yang berdiri tersenyum melihat pemandangan di depan matanya langsung menoleh ke arah mobil Hendra.


Hendra melihat senyuman Bagus langsung bergetar seolah akan terjadi hal buruk padanya, "Sekarang" ucap Bagus kepada Kim yang berdiri di sebelahnya.


Kim mengambil besi panjang yang seolah sudah di siapkan di dekat dirinya berjalan mendekati mobil Hendra, melihat tangan Kim melayangkan besi itu ke arah kaca depan mobilnya spontan Hendra pun berteriak. "Pak cepat keluar" spontan mereka berdua keluar dari mobil sedangkan layangan Kim kepada kaca mobil itu benar-benar di luar dugaan satu kali pukul kaca mobil itu pecah menjadi gumpalan kecil.


Investor itu menarik nafas ketakutan melihat yang terjadi di depan matanya yang hampir bisa melukai seluruh tubuhnya. Hendra yang saat itu berjalan kabur langsung tragis dia di tabrak salah satu kendaraan be motor oleh sang mafia sampai tepental.


Saat sang mafia itu turun dari motor dan ingin menyakiti Hendra, Bagus langsung berteriak "hentikan" dia pun menghentikannya dan berjalan menjauh dari Hendra menggunakan motornya.


"Pak anda lihat apa yang sudah di lakukan laki-laki, dia berencana membunuh saya dengan menggunakan kawanannya. Anda tau betapa liciknya dia kalau anda bekerjasama dengan dia" ucap Bagus.


"Saya masih memberikan bapak kesempatan untuk bekerja sama dengan saya, serta membatalkan kontrak dengan perusahaannya" ucapnya.


"Baik, saya akan melakukan itu karena saya tidak mau suatu saat dia juga akan berbuat kejam kepada saya" jawab investor itu, pemilik lahan berlari mendekati Bagus.


"Pak, bapak ini mulai hari ini investor saya jadi tolong di buat surat-suratnya juga" ucap Bagus kepada pemilik lahan yang mendekatinya.


"Baik Pak Bagus, ayo pak" ajak pemilik lahan itu kepada investor itu masuk ke dalam gedung untuk mengurusi syarat kerjasamanya.


Bagus pun berjalan mendekati Hendra terkapar di semak-semak serta menahan sakit di seluruh tubuhnya.


"Kamu benar-benar tidak belajar dari pengalaman, untuk kali ini aku membiarkan kamu hidup karena aku berterimakasih karena kamu sudah membuat hidupku menjadi bahagia" setelah mengucapkan kata itu bagus pergi meninggalkan Hendra, sebelum masuk ke dalam mobil bersama Kim Bagus memberikan sebuah amplop kepada salah satu mafia di sana.


"Ini" ucap Bagus serta amplop itu langsung di ambil oleh mafia tersebut.


"Terimakasih bos" ucap mafia itu, Bagus pun masuk dan meninggalkan mereka.

__ADS_1


Cahaya yang menunggu oma serta tantenya di teras rumah di kagetkan oleh Harisza.


"Opa" teriaknya langsung memeluk Harisza.


"Cahaya kangen opa" tanyanya, Cahaya mengangguk dan mencium pipi opanya tersebut.


Lilian dan Blue yang keluar melihat Harisza tersenyum senang, "kalian mau kemana" tanya Harisza.


"Ini om, kita mau ke makam kak Mira" jawab Blue.


"Iya pa, papa mau ikut sekalian" ajak Lilian.


"Papa lain kali aja deh sebab papa capek banget baru sampe" tolak Harisza.


"Okey deh, kalau gitu kami pergi dulu" ucap Lilian langsung mencium pipi suaminya itu dan memegang tangan Cahaya untuk pergi.


Setelah mereka pergi Bagus pun sampai di rumah bersama Kim, "Hem sebelum masuk ceritakan semuanya pada saya" ucap Bagus, Kim pun tersenyum mendengar pertanyaan Bagus meminta penjelasan.


"Sebenarnya kemarin saya menelepon mafia tingkat 3 untuk bekerja membantu kita di hari ini, sedangkan polisi tadi saya hanya berpura-pura melaporkan bahwa sedang terjadi begal di daerah dekat rumah. Saya hanya waspada hal licik apa yang sudah di siapkan oleh Hendra" jelas Kim.


Bagus pun menepuk pundak Kim sambil berkata "benar-benar di luar dugaan" sambil tersenyum.


Astri yang terbangun dari tidurnya merasa tubuhnya sudah sehat kembali, sakit kepalanya pun hilang sehingga dia bangkit untuk keluar dari kamar.


"Mama sudah bangun" teriak Mia. Astri pun menghampiri Mia dan Bik Darmi.


"Gimana bu, apa sudah sehat" tanya Bik Darmi.


"Sudah sehat bik, kepala ngak sakit lagi. Kalau boleh tau udah berapa lama saya tertidur" ucap Astri.


"Ibu tertidur dari kemaren sore saat ibu kesakitan kepala, Bapak memberikan obat hingga ibu tidur dengan nyenyak sampai sekarang" jawabnya.


Astri pun tersenyum ternyata dia sudah tidur sangat lama "ya udah saya masuk kamar dulu mau mandi" ucapnya meninggalkan mereka.


Saat di depan pintu kamar Bik Darmi berteriak menghampiri "ibu obat ibu ada di laci sebelah ranjang nanti kalau sudah mandi saya siapkan makan dan obat" ucapnya.

__ADS_1


Astri mengingat bahwa kemarin dia meletakkan sesuatu di laci itu, akhirnya dia masuk ke kamar dan membuka lacinya. Astri kaget melihat isinya


__ADS_2