Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 44


__ADS_3

Kevin tidak pernah mengadu kepada Dirga Kencana apa pun yang terjadi pada dirinya, sehingga membuat Dirga seolah menjadi kakek yang tidak bisa di andalkan. Dari itu setiap Dirga tau kalau Kevin berkelahi karena di ganggu Dirga sangat murka, dia dengan kejam menghancurkan keluarga yang sudah menyakiti cucunya.


Itu lah alasan Kevin tidak mau menjadi anak cengeng dikit-dikit mengadu, bahkan kakek juga pernah menghukum orang yang menyakitinya.


Orang tua dari Rido pun datang dengan tergesa-gesa, "dimana anak saya" tanyanya.


"Di dalam sini bu" jawab Bu Vivi mereka pun masuk bersama-sama di ruang UKS. Bu Prita yang ada di luar mendampingi anak muridnya juga ikut masuk melihat keadaan itu.


Dia masuk melihat wajah anaknya lebam seperti itu langsung marah, Rido pun langsung berpura-pura menangis di depan orang tuanya.


"Mami sakit, mereka memukul aku tanpa ampun" tangis Rido.


"Siapa?" tanyanya.


"Anak didiknya Bu Prita, tapi ibu tenang saja saya akan membantu ibu dan Rido tentang kasus ini" jawab Bu Vivi.


"Ibu, ini salah paham" bantah Bu Prita.


"Kamu siapa" tanya orang tua Rido.


"Dia ini Bu Prita" jawab Bu Vivi. Orang tua Rido langsung mendekati Bu Prita dan melayangkan tangannya menampar Bu Prita.


"Anda tau gara-gara anak didik anda anak saya jadi luka seperti ini, saya pastikan anda akan di pecat" tunjuknya kepada Bu Prita, Bu Prita hanya diam saat di tampar tanpa perlawanan karena dia tau tidak boleh berkelahi dengan orang tua murid.


"Mami, papi kemana" tanya Rido kepada maminya setelah selesai memarahi Bu Prita.


"Papi kamu bentar lagi datang, mami pastikan bu guru ini tidak akan lagi bekerja di sini" ketusnya.


"Ibu ayo kita berbicara di ruangan, Bu Prita guru baru disini" bela kepala sekolah.

__ADS_1


"Tidak perlu, kita bicara di sini saja sambil menunggu suami saya" ketusnya.


Papinya Rido datang terburu-buru lalu masuk ke ruang UKS, pak kepala sekolah langsung mengajak Papi Rido ke ruangan lain untuk membahas masalah ini.


Cahaya yang melihat Bu Prita di tampar langsung mendekati dan memegang tangan gurunya itu, "ibu ngak papa" tanyanya. Melihat Cahaya mendekati Bu Prita Kevin dan Johan pun menyusul.


"Cahaya, enggak papa apanya. Muka bu guru merah" omel Kevin. Mendengar ocehan Kevin ibunya Rido langsung mendekati Bu Vivi dan bertanya "siapa mereka."


"Mereka itu anak yang berkelahi dengan Rido bu" Jawab Bu Vivi melihat itu ibunya Rido marah dan mendekati mereka kedua tangganya langsung menjewer telinga Kevin dan Johan "jadi ini anak nakal itu."


"Aduh sakit" teriak Kevin dan Johan.


"Kamu juga perempuan" tangannya ingin mencubit Cahaya langsung di tepis oleh Kevin. Melihat itu Johan langsung mendorong mami Rido sampai jatuh.


"Anak-anak" teriak Bu Prita kaget melihat tingkah muridnya itu. Melihat maminya jatuh Rido langsung membantu mendirikan maminya di bantu oleh Bu Vivi.


"Kalian memang anak nakal" marah Bu Vivi.


"Ibu tidak boleh kasar begini kepada anak-anak, saya akan bertindak kalau ibu berani menyentuh mereka lagi" marah Bu Prita.


"Anak ngak punya sopan santun ya kalian, ini juga bu guru sama muridnya sama saja" kesal Bu Vivi. Namun tiba-tiba Bagus dan Dirga menghampiri mereka.


"Cahaya" teriak Bagus, Cahaya pun menoleh dan memeluk Bagus. Kevin dan Johan yang melihat Dirga datang pun juga kaget "kakek" ucap mereka berdua.


"Jadi kalian orang tua anak ini" marah mami Rido. Bagus dan Dirga bingung dengan wanita di depannya yang kelihatan lagi emosi.


"Bu tolong tenang, kita bicarakan baik-baik" sambung Bu Prita.


"Tidak perlu, mereka harus tau kalau anak-anak mereka sudah membuat anakku terluka seperti ini" sambil menunjuk ke arah Rido, mendengar ucapan wanita itu Bagus dan Dirga menoleh ke arah Rido yang wajahnya lebam terluka. Bagus pun langsung duduk melihat Cahaya.

__ADS_1


"Sayang ayo ceritakan" tanya Bagus.


"Tadi di kantin Cahaya di serang oleh kakak kelas itu tapi Cahaya membela diri, Kevin dan Johan membantu Cahaya yang di keroyok oleh 3 anak laki-laki langsung membantu. Karena Cahaya terjatuh Johan dan Kevin marah akhirnya wajahnya seperti itu" jelas Cahaya. Mendengar perkataan anaknya Bagus langsung tertawa. mami Rido dan Bu Vivi kesal melihat Bagus yang tertawa sedangkan Dirga tersenyum mendengar perkataan Cahaya tadi.


"Kenapa bapak tertawa, harusnya bapak bisa mendidik anak bapak agar tidak melakukan kekerasan di sekolah" marah Bu Vivi.


"Memangnya ada yang salah" jawab Bagus.


"Bapak boleh tertawa seperti itu, saya pastikan anak bapak akan keluar dari sekolah ini dan tidak akan di terima di sekolah mana pun" ancam mami Rido dengan sombongnya.


"Harusnya anak laki-laki ibu itu ganti jenis kelamin" tawa Bagus.


"Bapak berani yah menghina anak saya" ucapnya.


"Benarkan, masak anak laki-laki mengeroyok anak perempuan sampai wajahnya lebam" ucap Bagus. "Cahaya ayo kita pulang, ini sudah jam waktunya pulang sekolah bukan waktunya jam berdiri di sini" langsung menggendong Cahaya.


"Om aku ikut yah" pinta Kevin kepada Bagus, "kakek aku dan Johan pulang yah, kaki kami sudah pegal berdiri di sini. Kakek urus sendiri aja yah, ngak perlu tanya Kevin pokoknya terserah kakek mau di apain" omel Kevin.


"Boleh ayok, Bu Guru Prita terimakasih sudah menjaga anak saya. Kami pamit dulu ya bu karena besok mau sekolah lagi" pamit Bagus, Bu Guru Prita hanya mengangguk karena dia tidak bisa berbicara apa-apa lagi melihat tingkah Bagus.


"Bapak ngak boleh pergi, bapak harus meminta maaf" teriak mami Rido sedangkan Bagus tidak memperdulikan ucapan wanita itu, saat di tengah jalan pak kepala sekolah dan Papi Rido berpapasan.


"Pak Bagus, kenapa disini" ucap Papi Rido.


"Iya Pak Gunawan, saya kesini menjemput anak saya pulang. Saya duluan ya Pak Gunawan dan Pak kepala sekolah" ucap Bagus.


Pak kepala sekolah mengangguk tersenyum, dalam hati pak kepala sekolah "berarti urusannya sudah selesai kalau mereka sudah pulang, syukur lah masalah ini tidak jadi di perpanjang."


"Ibu tidak perlu berteriak, Ibu berurusan dengan saya karena cucu saya yang membuat anak ibu seperti ini" ucap Dirga.

__ADS_1


"Bapak ini kakek dari anak laki-laki yang tidak sopan tadi, mereka masih kecil sudah berani mendorong dan memarahi orang tua" Kesalnya.


"Okey, ibu maunya apa. Saya kasih ibu hanya 2 pilihan, yang pertama selesai sampai sini tidak di perpanjang berarti saya tidak perlu melakukan tindakan. Ke dua di perpanjang masalah ini maka saya akan membuat ibu sekeluarga kesusahan" ancam Dirga yang membuat mami Rido, Bu Prita dan Bu Vivi bingung.


__ADS_2