Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 96


__ADS_3

Cahaya yang saat itu mengajak teman-temannya di dalam ruangan olahraga langsung melanjutkan gambarnya, sedangkan Kevin, Johan dan Linda malah asik bermain bola sambil menunggu Cahaya.


"Selesai" teriak Cahaya.


Mia yang menunggu di luar ruangan pun masih penasaran sehingga dia melihat dari balik kaca di ruangan itu, "Mereka ngapain sih, kok ngak keluar-keluar" kesal Mia.


"Gimana Cahaya coba kami lihat" ucap Linda.


"Ini" tunjuknya.


Semuanya tercengang, "Ini" tunjuk Linda sambil tersenyum.


"Udah ngak ada lawannya Cahaya" ketus Johan.


teng teng teng "Wah udah jam masuk kelas terakhir ini, ayo kita ke kelas" ajak Cahaya.


Mereka pun berdiri dan keluar dari ruangan itu, Mia pun yang melihat mereka keluar segera menyusul untuk masuk ke kelas.


"Kamu dari mana, bukannya tadi kamu di kelas" tanya Kevin saat masuk ke kelas bersama dengan Mia.


"Aku dari toilet lah" jawabnya segera duduk ke tempatnya.


"Aneh, tadi dia ngeledek Cahaya terus sekarang dia juga masuk barengan" ucap Kevin dalam hatinya.


Bu guru pun masuk sehingga mereka mengikuti pelajaran, Kevin yang saat itu melihat tangan Mia berwarna segera memegang tangan itu.


"Ini apa" tunjuknya.


"Kamu apaan sih pegang tangan orang sembarangan, nanti kita di marah Bu guru kalau berisik" ucap Mia mengecilkan nada suaranya.


"Aku tidak peduli, aku mau tanya ini apa kenapa seperti kena cet sedangkan kamu kan tidak menggambar" kesal Kevin.


Mia pun kaget mendengar ucapan Kevin, sehingga dia membesarkan nada suaranya "sakit."


"Kevin dan Mia ada apa" tanya Bu guru melihat mereka yang berisik.


"Bu, boleh ngak kalau Mia pindah duduk aja karena Kevin orangnya jahil" ucap Mia.

__ADS_1


"Apaan sih siapa juga yang mau duduk dengan kamu" teriak Kevin.


"Kevin, kamu ganggu teman kamu yah. Ya udah Mia pindah duduk di sebelah Linda sedangkan Kevin tetap di sini dan duduk dengan Agus" perintah Bu guru.


"Tapi Bu, dia bohong."


"Kevin, kalau kamu ganggu teman kamu lagi saat jam pelajaran ibu hukum kamu" bentak Bu guru yang membuat Kevin hanya diam.


Mia pun secepatnya pindah tempat duduk, Cahaya yang melihat itu hanya menarik nafas "Kevin kamu buat ulah apa lagi" ucapnya dalam hati.


Mira dan Blue yang saat itu ingin menjemput Cahaya memberhentikan langkah kakinya melihat Kim datang menghampiri mereka, "Apa kalian ingin menjemput nona" tanya Kim.


"Iya" jawab Mira.


"Gunakan mobil yang lain karena mobil ini akan saya jual" ucap Kim.


"Jual" kaget Mira.


"Mas Kim aku telpon kamu tadi kan hanya cerita mobilnya mogok bukan mobilnya di jual" ucap Blue.


"Ini pa, kami mau menjemput Cahaya tapi kata sekretaris Kim mobil ini mau di jual" jawab Mira.


"Kenapa di jual" tanya Harisza.


"Maaf pak, mobil ini tadi mogok di jalan dan Pak Bagus mengatakan bahwa mobil ini harus di ganti dengan mobil yang lain karena dia tidak mau nona Mira kesusahan karena mobil ini" jelas Kim.


Lilian dan Harisza pun tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Kim, "anakku memang benar-benar terbaik" tawa Lilian.


"Iya ma, saking bucinnya sama Mira mobil pun tidak boleh buat Mira susah" ucap Harisza.


Mira yang mendengar percakapan Lilian dan Harisza pun tersenyum-senyum malu, "ma, pa udah ah ketawanya" ucap Mira.


"Kamu tau Mira, sifatnya sama persis dengan papa mu ini" ucap Lilian sambil menggandeng tangan Harisza.


"Ya udah sekretaris Kim lakukan saja" perintah Harisza.


"Baik pak" jawab Kim.

__ADS_1


"Om dan Tante emangnya harus ganti, kan hanya mogok sekali. Lagian di servis mesinnya jadi bagus lagi nanti" tanya Blue.


"Blue, kalau Bagus sudah berbicara seperti itu maka tidak ada yang bisa menghentikannya. Jadi percuma kamu bilang di servic kalau dia ingin menggantinya dengan yang baru. Mendingan kamu ikut Kim sana cari mobil baru dan Mira kamu pilih mobil di lantai bawah terus ajak sopir" ucap Harisza.


"Ya udah papa dan mama masuk yah, dan Blue biarkan saja uang Bagus banyak " sambil mengedipkan matanya ke Blue dan pergi masuk bersama Harisza.


"Heran ya kak, orang kaya dari lahir mudah banget ganti-ganti barang mewah. Jadi ingat masa lalu kak saat kita merintis dari bawah beli satu mobil aja senangnya sampai loncat-loncat" ucap Blue.


"Iya yah, kakak jadi ingat mobil kakak di Bali itu pertama kali saat lakunya barang branded buatan tangan Cahaya. Kamu, kakak dan Cahaya rajin banget tiap hari bersihin tu mobil."


"Hem jadi kangen masa lalu kak."


"Udah lah sekarang kamu ikut sekretaris Kim cair mobil, kakak mau jemput Cahaya. Nanti aja kita nostalgia lagi saat Cahaya pulang" ucap Mira.


"Ya udah, kami duluan ya kak" pamit Blue dan Kim pergi meninggalkan Mira.


Mira yang saat itu di perjalanan menjemput Cahaya di lampu merah mobilnya pun berhenti, di dalam mobil dia menoleh ke arah jendela yang membuatnya syok melihat perempuan sedang menutup kaca jendela mobilnya setelah memberikan selembar uang kertas dengan pengamen yang ada di sana.


"Tiara" teriaknya sampai kaca mobil itu tertutup sendiri ke atas.


Lampu hijau pun mobil itu dengan cepat pergi dari hadapan Mira. "Aku yakin Mira pasti kaget melihat aku tadi saat dia menoleh, aku sengaja menguntit kamu untuk membalas dendam" tawa wanita itu di dalam mobilnya.


Sedangkan Mira di dalam mobilnya yang kaget merasa penasaran "benar itu wajahnya mirip sekali dengan Tiara, tapi apa mungkin itu Tiara. Tapi kan sudah di otopsi kalau mayat itu adalah Tiara ngak mungkin kan Tiara hidup lagi" celoteh Mira di dalam mobil itu.


"Pak kita ikutin mobil yang di depan ngebut tadi" perintah Mira penasaran.


"Iya non" jawab supir itu sambil mengikuti dari belakang, Wanita itu yang sadar mobilnya di ikuti menginjak gas mobilnya semakin cepat.


"Aneh, kenapa mobil itu semakin cepat seolah-olah dia tahu kalau di ikutin. Apa dia sengaja" celoteh Mira.


Saat ingin mendekati mobil itu tiba-tiba mobil Mira berhenti mendadak karena ada seseorang nenek tua yang ingin menyeberang jalan, "Maaf non, ada yang mau nyebrang" ucap sopir itu.


Mira melihat ke depan mobil yang ingin dia ikutin telah menghilangkan "Ya udah pak kita putar arah saja, kita langsung ke sekolah Cahaya" perintah Mira.


"Baik non" pak supirkan segera memutar arah ke sekolah Cahaya.


Di depan gerbang Cahaya dan teman-temannya sudah menunggu mobil Mira.

__ADS_1


__ADS_2