Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 135


__ADS_3

"Aneh, kerasukan di mana anak itu" celoteh Tika kesal di cuekin Gaga.


Cahaya berangkat ke sekolah dengan wajah yang gembira pun segera masuk ke kelasnya, semua teman-temannya Johan, Kevin dan Linda pun merasa aneh melihat tingkah laku Cahaya yang bahagia itu "kamu kenapa?" tanya Linda yang penasaran.


"Aku, emangnya aku kenapa" tanya balik Cahaya saat ditanyakan Linda.


"Iya Cahaya kok dari tadi masuk kelas sampai sekarang senang terus ngak seperti biasa" celoteh Johan.


"Bukannya tiap hari aku selalu senang."


"Enggak-nggak ini beda, sangat-sangat beda kayak dapat hadiah sesuatu gitu. Jangan-jangan Cahaya dapat hadiah ya, kita penasaran nih?" ucap Kevin.


"Apaan sih kalian pada kepo deh, aku nggak ada apa-apa tapi ntar dulu yang di bilangin sama Kevin bener aku dapat hadiah. Hadiah itu istimewa banget sekaligus 2" celotehan yang mereka ucap itu terdengar ke telinga Mia sehingga Mia menjadi sangat kepo.


Mia berusaha berjalan mendekati percakapan mereka, Johan langsung berbisik kepada Kevin. Kevin yang melihat itu langsung usil "Cahaya cepetan dong kasih tahu apaan" teriak Kevin.


"Ya Iya deh emang susah ya wajah bahagia itu disembunyiin" kesal Cahaya.


"Iya mendingan wajah bahagia dari pada wajah iri" ucap Kevin, Mia yang mendengar ucapan itu pun merasa sangat kesal tapi dia tetap diam dan tidak mempedulikannya.


"Kalian tahu enggak sih kemarin aku kan enggak masuk sekolah, tapi aku ke mana ayo tebak" tanya Cahaya yang membuat mereka saling toleh menoleh.


"Iya kita mana tahu Cahaya kamu kemana yang kita tahu kamu itu enggak masuk ke sekolah karena pergi sama Om dan tante" ucap mereka.


"Ih jawab dulu, tebak dulu cepat."


"Kamu pergi ke taman bermain ya" ucap Linda.


"Salah."

__ADS_1


"Aku tahu kamu pergi ke kantor ya" jawab Johan.


"Enggak mungkin kalau Cahaya ke kantor, Cahaya kan anak kecil, main tebak-tebakan cepat kasih tahu nanti kalau kamu nggak kasih tahu orang yang wajahnya iri semakin penasaran deh" celoteh Kevin sehingga mereka pun tertawa bersama-sama.


Mendengar ucapan Kevin itu "ya deh Cahaya kemarin ke rumah sakit" belum selesai berbicara ucapan Cahaya sudah di putus oleh mereka. "apa" mereka pun bertiga memeriksa tangan kaki kepala Cahaya sampai tubuh Cahaya di putar-putar oleh mereka.


"Yang sakit bukan aku tapi Bunda" kesla Cahaya sambil duduk.


"Emangnya Tante sakit apa?" tanya Johan.


"Bunda nggak sakit tapi bunda hamil."


"Apa hamil" teriak mereka berbarengan.


"Jadi Cahaya akan punya adik dong" Linda berteriak kegirangan.


Mia yang mendengar ucapan teriakanLinda itu pun berbicara dalam hatinya "apa Cahaya punya adik dari mama, bagaimana dengan aku boro-boro punya adik Mama aja nggak punya. Gimana caranya bisa ambil mama dari Cahaya kalau kayak gini" kesal Mia di hatinya.


"Enak banget" girang Johan.


"Ya pasti dong, lihat aja wajahnya dari masuk kelas sampai sekarang senang senyum, senyum, senyum, senyum, kaya orang jatuh cinta aja" ucap Linda.


"Idih apaan sih emangnya kamu ngerti jatuh cinta itu apa" ucap Johan yang merasa ngak suka mendengar perkataan Linda itu.


"Anak-anak dewasa donk" ucap Linda yang membuat mereka pun tertawa.


Mendengar celotehan Linda saat itu pun Bu Guru Prita segera masuk ke kelas untuk mengajar mereka, mereka pun pada saat itu belajar untuk menggambar "anak-anak keluarkan buku gambar kalian hari ini kita menggambar" jelasny.


"Kita gambar apa Bu" salah satu murid yang ada di kelas bertanya.

__ADS_1


"Kita gambar keluarga" ucap Prita.


Mereka pun mengambil buku gambar dan menggambar sesuai dengan suka hati mereka Kevin pun berbisik kepada Cahaya "Cahaya kamu gambarnya jangan bagus ya nanti kamu dapat nilai paling bagus sini."


Cahaya pun memberikan jempol kepada Kevin karena mengerti sampai sekarang yang mengetahui Cahaya dapat melukis seindah hanyalah keluarga dan teman-teman dekat Cahaya, ibu guru pun melihat satu persatu gambaran anak muridnya saat itu Bu Guru Prita berhenti kemeja Cahaya serta melihat gambar empat orang yang dibuat oleh Cahaya.


Karena penasaran Bu Guru Prita segera menanyakan "Cahaya ini apa? kenapa Cahaya gambar empat orang coba sebutkan siapa-siapa saja orang yang Cahaya sayangi ini" sambil menunjukkan buku gambar Cahaya.


Cahaya pun mulai menjawab pertanyaan Bu Guru Prita "ini Ayah, ini Bunda, Ini cahaya dan ini adik Cahaya bu guru" Bu guru pun tersenyum.


Linda yang mendengar itu pun langsung berceloteh "Iya Bu adik, kan Bunda Cahaya lagi hamil dan Cahaya akan punya adik" mendengar ucapan Linda itu Bu Guru Prita pun tersenyum senang.


"Cahaya akan jadi kakak dong, kalau gitu kalau udah jadi kakak Cahaya nggak boleh na."


Cahaya pun langsung menyambung ucapan dari Bu Prita tadi "nakal" Bu Guru Prita tersenyum.


"Jadi kalau udah punya adik Cahaya harus menjadi anak yang penurut, sabar, menjaga adiknya serta ya harus siap bertanggung jawab" jelas Bu Guru Prita.


"Siap buuuuu" jawab Cahaya, Bu Guru Prita pun berjalan lagi kemeja Mia. Bu guru Prita melihat 3 gambar dan 3 orang yang digambar Mia membuat ibu penasaran sehingga bu guru Prita menanyakan "coba jelaskan ketiga orang ini siapa" tanya Bu guru sambil menunjuk gambar Mia.


Mia menjawab "ini papa, ini Mama dan ini Mia. Terus Ibu guru enggak tanya ini Mama siapa?"


"Kenapa Ibu guru harus tanya? otomatis ini pasti mamanya Mia kan" ucap guru Prita.


Mia pun dengan dengan wajah yang kesal langsung menutup gambaran itu, melihat tingkah yang seperti itu bu guru pun menjadi bingung dan akhirnya bel pun berbunyi sehingga anak-anak harus beristirahat.


Saat mereka keluar istirahat Bu Guru Prita masuk ke ruangannya, Bu guru mengambil hp yang ada di dalam tasnya Bu Guru Prita menelpon kan kejadian hari ini kepada Dokter Rian.


Bu guru menceritakan semua apa yang terjadi pada Mia, dokter yang mendengar ucapan Bu Guru Prita itu pun hanya menarik nafas dan menjawab "tolong awasi terus anak saya bu."

__ADS_1


"Baiklah" ucap Bu Guru Prita, hp pun segera dimatikan oleh dokter yang akhirnya Dokter Rian pun segera pergi memeriksa pasien lagi.


Selesai memeriksa pasien dokter pun segera menelpon Gaga untuk secepatnya melakukan kan rencana mereka, dengan senyum bahagia Gaga pun mengiyakan ucapan Dokter Rian tersebut sambil berkata "tunggu tanggal mainnya akan secepatnya."


__ADS_2