Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 138


__ADS_3

"Om bohong ya' ucap Cahaya sehingga membuat Gaga semakin tersenyum. Pada saat itu Bagus pun menarik tangan Cahaya "Cahaya udah ayo kita duduk, jangan berbicara dengan orang asing" ucap Bagus menatap sinis kepada Gaga.


Gaga pun tetap tersenyum walaupun di pandang sinis oleh Bagus, mereka pun mulai memesan es krim pesanan mereka masing-masing. Begitu bahagia mereka memakan es krim tersebut namun ada seseorang datang menghampiri Gaga ternyata itu adalah teman Gaga.


Obrolan mereka pun dapat didengar oleh Bagus dan Mira, obrolan itu mengatakan bahwa Gaga seperti anak kecil yang menginginkan makan es krim dan Gaga dianjurkan untuk menikah.


Gaga sangat suka makanan es krim sampai seperti laki-laki yang sedang mengidam, mendengar ucapan itu Bagus pun merasa jijik.


Gaga menjawab pertanyaan temannya dengan sangat senang Gaga juga mengatakan ia merasa menginginkan sesuatu yang aneh-aneh dan akhirnya Bagus dan Mira pun segera pergi dari tempat itu.


Gaga yang melihat mereka pergi pun tersenyum puas dan memberikan uang kepada temannya itu bahwa dia adalah bayaran yang akan mengungkit tentang ngidam di hadapan Bagus dan Mira sampai selesai.


Tika yang saat itu selesai mengambil mobilnya di bengkel segera pergi ke minimarket namun saat itu dia bertabrakan dengan Arya, melihat Arya di hadapannya Tika sangat senang dan tersenyum dalam hati Tika "Arya kalau gitu aku harus bisa mengobrol lama dengan Arya."


Namun tiba-tiba Putri pun datang menghampiri mereka karena Putri yang menemani Arya ke minimarket itu "aduh gimana sih kamu lama banget di suruh beli minum juga" Putri dengan nada marah pun menoleh ke arah Tika.


Dengan wajah sinis nya Tika pun mencueki Putri dan mengajak Arya mengobrol "Apa kabar?"


Jawab Arya "baik."

__ADS_1


"kalau kita ngobrol di kafe depan sana kita kan sudah lama enggak bertemu kebetulan ketemu" ucap Tika,


Putri kesal "ini orang maunya apa dia mencueki aku tapi baik banget dengan Arya dasar wanita seperti rubah" ucap putri dalam hatinya.


"Kalau kalian mau mengobrol di sana aku juga ikut, karena aku juga nggak mau sendirian" ucap Putri yang membuat Tika kesal.


"Ya udah ayo kita mengobrol dan sambil minum aja di sana sama-sama" ucap Arya.


Mereka pun kesana bersama-sama Putri pun segera memesan kopi kesukaannya dan satu kesukaan Arya, Melihat putri memesan kopi dua Tika pun bingung kamu pesan kopi 2 akhirnya Tika ikut memilih.


Saat kopi itu pun sampai di letakkan oleh pelayan Putri pun meletakkan kopi pesanannya "ini untuk kamu ucap putri kepada Arya, Arya pun hanya tersenyum sambil memegang hpnya.


Putri ketika itu pun merasa kesal dalam hatinya "ini wanita sudah tahu selera Arya apa, jangan-jangan dia juga suka chat sama Arya sampai ikut memesan 2 kopi."


Arya yang melihat itu pun bengong "ini buat aku" tanya Arya.


Mereka berdua pun mengangguk "ini kopi pahit" jawab Putri dan Tika pun menjawab "ini manis."


Arya pun mengambil kopi dari Putri "Kenapa ini manis banget kok" ucap Tika .

__ADS_1


"Kamu nggak tahu ya Tika kalau Arya itu nggak bisa banyak mengonsumsi gula makanya dia selalu pesan kopi yang pahit" ucapan Putri itu membuat Tika diam.


"Wanita ini ternyata banyak tahu tentang Arya" ucap Tika dalam hati.


"Ya udah kalau gitu biarin aja deh kopinya" Putri pun mengambil kopi tersebut "dari pada mubazir mendingan untuk aku dan meminum kopinya tersebut" Tika yang melihat tingkah laku Putri itu pun merasa kesal.


Bagus pun di perjalan pulang memikirkan ucapan Gaga tadi yang mengatakan ngidam "masss" panggil Mira tapi Bagus sedikit pun tidak mendengar.


"Papaaaaaaaa" teriak Cahaya sehingga Bagus pun tersadar "ada apa teriak-teriak Cahaya" kesal Bagus.


"Bunda panggil ayah dari tadi tapi ayah melamun bawa mobil" celoteh Cahaya.


"Sayang kamu manggil kenapa?"


"Mas aku khawatir kamu nyetir tapi pikirannya kemana-mana, makanya aku panggil. Emang kamu mikirin apa mas."


"Enggak apa-apa sayang, aku cuma mikir enak beli apa lagi yah untuk kamu yang hamil ini."


Mira pun tertawa mendengar ucapan Bagus "ayahhhhh" mereka menoleh ke arah Cahaya.

__ADS_1


"Pikirin Cahaya juga jangan cuma bunda aja" ucapan Cahaya itu membuat mereka tertawa bersama-sama.


__ADS_2