Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 51


__ADS_3

Perkelahian pun berlangsung para penculik terjatuh kalah, Bagus pun masuk ke dalam gudang, sedangkan Adi dan Harisza mengikat ke tiga penculik itu, sedangkan satu penculik kabur. Bagus melihat Putri di dalam sana selesai mengalahkan penculik yang lain. Prita pun ikut masuk dan melihat ruangan itu kosong, Bagus yang ingin keluar pintu di kagetkan dengan suara Prita.


"Gambar apa ini" sambil memegang gambar yang ada di kardus itu.


"Udah lah ini gambar anak-anak TK, kita keluar" ajak Putri, Bagus langsung menoleh membalikkan tubuhnya dan mendekati gambar itu.


Bagus mengingat kembali siapa yang menggambar aneh seperti ini dulu bersama Cahaya.


"Cahaya gambar apaan ini" tanya Bagus.


"Ayah ngak usah meledek, ini gambar Cahaya kok" sambil memberikan gambar itu ke Bagus.


"Serius, gambar Cahaya bagus banget. Ngak mungkinkan anak ayah gambar hancur seperti ini" jawab Bagus sambil menunjuk buku gambar yang di berikan Cahaya.


"Ini gambar rahasia ayah, di sekolah Cahaya ngak boleh nunjukin bakat Cahaya ke orang-orang kata bunda itu akan menyusahkan Cahaya sendiri. Ya udah Cahaya gambar jelek kayak gini aja walapun susah banget ayah" ucapnya.


"Oh jadi ini rahasia, yang tau siapa aja" tanya Bagus.


"Bunda, ayah dan Tante Blue" jawab Cahaya.


"Sekarang ayah mau donk di gambar rahasia" pinta Bagus.


"Ngak bisa sebab ayah ganteng" tawa Cahaya, mendengar anaknya meledeki dirinya Bagus menggelitiki anaknya itu sambil tertawa.


"Bagus" teriak Harisza dari luar yang mendekati Bagus ke dalam sehingga mengagetkan Bagus dari lamunannya mengingat siapa yang menggambar.


"Ini Cahaya, benar berarti Cahaya di sekap disini. Sekarang dia keluar dari jendela itu" langsung menaiki kardus tersebut yang berada dekat dengan Bu Prita.


"Saya ikut pak" langsung ikut naik dan menaiki jendela tersebut untuk keluar.


"Adi dan Putri kalian di sini telpon polisi, aku akan menyusul Bagus dan Prita" berlari mengejar Bagus.


"Cepat cari petunjuk di dekat sini, sesuatu gambar entah dimana, pasti ada" ucap Bagus.

__ADS_1


Mereka mengikuti langkah gambar yang ada di sana, Mereka berpencar secepatnya ikut mencari gambar lainnya tersebut.


Adi pun sibuk menelpon polisi sedangkan Putri diam-diam pergi untuk mencari penculik dan Cahaya.


Kevin dan Cahaya pun bersembunyi di semak-semak,


"Kevin kita mau kemana lagi, aku udah capek" sambil menyenderkan tubuhnya di bawah semak-semak.


"Itu kamu gambar di pohon itu lagi, kita pergi ke seberang sana aja siapa tau ada orang yang bisa kita mintai tolong" tunjuk Kevin menarik tangan Cahaya untuk berdiri.


Mereka pun menggambar memberi petunjuk menyebrang jalan, saat lagi asik menggambar dari belakang mereka di sekap oleh salah satu penculik. "Akhirnya dapat kalian, mau sembunyi dimana" sambil memegang tangan Cahaya dan Kevin mengajak mereka menyebrang ke arah jalan.


Bagus pun mendapat petunjuk gambar dari mereka "disini" teriak Bagus, Prita dan Harisza mendekati Bagus.


"Hutan" ucap Harisza.


"Iya ini gambar hutan di dalam, sepertinya mereka masuk ke dalam hutan ini" ucap Prita.


"Ya udah ayo masuk dan kita cari gambar lagi di dalam" mereka berlari masuk dan menemui jalan keluar dari hutan itu.


Putri pun melihat penculik itu menarik-narik Cahaya dan Kevin, segera dia mendekati penculik itu.


"Lepaskan mereka" teriak Putri.


"Hay bos" sapanya.


"Bos apanya, aku bukan bos kalian lagian kalian sudah keterlaluan sampai menyakiti anak-anak dan meminta imbalan" kesal Putri.


"Bos kami ini bukan orang bodoh, kami lebih pintar dari bos" tawanya.Cahaya dan Kevin pun meronta-ronta di lepaskan. Putri pun mengambil kayu untuk memukul penculik itu saat dia ingin memukul Kevin menggigit tangannya sampai terlepas dari genggaman penculik itu dan menarik Cahaya.


"Wek tangannya bau banget sih" Kevin sambil berludah.


"Cahaya dan Kevin kemari ikut tante" teriak Putri.

__ADS_1


"Jangan Cahaya, tante ini jahat. Ternyata dia sudah bekerjasama dengan penculik ini" menahan Cahaya untuk tidak mendekati Putri. Cahaya pun mengangguk dan menunjuk pergi ketempat lain.


"Cahaya dan Kevin kalian salah paham, yang jahat itu penculik bodoh itu. Ayo kita pulang" saat Putri mendekati mereka, Cahaya dan Kevin kabur.


Penculik dan Putri pun mengejar mereka, "kamu kenapa mengejar" teriak Putri pada penculik itu.


"Itu tambang emas ku bos jadi aku mau mendapatkannya lagi" berlari menyusul Cahaya dan Kevin, Putri pun berhenti dan mengambil kayu yang ada di dekatnya dan memukul penculik itu sambil berteriak "aku tidak akan membiarkan kamu mengambil Cahaya lagi." Penculik itu kesakitan di pukul Cahaya dan Kevin berhenti berlari dan menyaksikan Putri memukul penculik itu dengan menggunakan kayu, Mereka tertawa melihat tingkah Putri.


Prita pun melihat gambar terakhir di depannya gambar anak dan jalan tapi gambaran itu belum selesai di buat, "Pak lihat ini gambar ini belum selesai itu tandanya mereka di culik lagi" ucap Prita.


"Okey kita berpencar, mereka tidak akan jauh dari sini kalau petunjuknya blm selesai di buat, apalagi ini pohon masih basah" tegas Bagus.


Prita mememukan Kevin dan Cahaya di seberang jalan sambil tertawa, Prita pun meneriakkan mereka "Cahaya dan Kevin."


Namun Cahaya dan kevin tidak mendengar.


Melihat penculik itu gagah saat di pukul Putri dia pun malah balik melawan Putri, Putri di dorong sampai terjatuh "aduh." Ucap Putri kesakitan terjatuh dan dia pun menoleh ke arah Cahaya dan Kevin yang masih berdiri melihat mereka Putri pun berteriak "Pergi, lari dari sini."


Cahaya dan Kevin langsung pergi namun di tangkap oleh penculik tersebut, Cahaya memberontak dan berhasil kabur dari penculik itu berlari ke arah jalan sampai terjatuh. Cahaya pun langsung berdiri namun Cahaya tidak menyadari ada mobil dengan kecepatan mendekatinya yang lagi berdiri tegak.


Kevin pun berteriak "Cahaya awas."


Cahaya menoleh ke arah mobil itu hingga berteriak akibatnya terjadi lah kecelakaan.


Perempuan yang masih koma beberapa bulan itu terbangun dari tidur panjangnya, melihat mata wanita itu terbuka Mia pun kaget saat asik bermain boneka di dekat tubuhnya.


"Mama" teriak Mia senang, sambil meneriakkan pengasuhnya " bibi kesini" ucap Mia.


"Ada apa non" tanyanya.


"Astafirullahhalazim, Alhamdulillah" teriak pembantu itu sambil tidak sengaja menjatuhkan kemoceng yang dia pegang saat bersih-bersih.


"Non matanya" ucapnya terbata-bata.

__ADS_1


"Mama udah bangun, ayo bik cepat telpon papa sekarang biar papa bisa mengecek langsung kondisi mama" ucap Mia langsung memeluk wanita yang baru sadar itu di depan matanya sendiri.


"Iya non" terburu-buru keluar menelpon dokter yang di pintai majikannya itu.


__ADS_2