
Di pemakaman itu sungguh haru, tangis yang tiada henti-hentinya untuk keluarga Harisza Dinoto.
Cahaya yang saat itu bersedih di atas kuburan bundanya di peluk erat oleh Bagus. Dalam hati Bagus "Mira aku akan menjaga anak kita dengan baik, aku akan berusaha menjadi ayah yang bisa dia andalkan karena aku adalah ayah idola baginya. Tenang lah di sana" tangis Bagus.
"Bunda, Cahaya sayang banget sama bunda. Cahaya ngak tau harus bagaimana kalau tidak ada bunda, tapi bunda Cahaya percaya kalau ayah akan jaga Cahaya dengan baik" dalam hati Cahaya sambil menangis.
Selesai berdoa dan semua orang pergi meninggalkan mereka semua, Lilian mengajak Blue dan Cahaya pergi.
"Bunda Cahaya pamit dulu, Cahaya janji akan sering datang kesini nemenin bunda" Cahaya pun pergi.
Harisza langsung mengajak Bagus untuk pergi. "Ayo sekarang giliran kita juga pergi, ikhlaskan" ajak Harisza, Bagus pun mengangguk.
Dari kejauhan Arya pun bersedih "Mira semoga kamu tenang di sana, kamu orang baik" ucap Arya pergi dari pemakaman itu.
"Mir, aku pulang ya. Aku akan datang lagi bersama Cahaya" tangis Bagus meninggalkan makam itu.
Setelah Bagus pergi Putri pun mendekati makam "Mira, Mira aku aja belum membuat rencana apa pun untuk menyingkirkan kamu tapi kamu sudah tiada. Semesta berpihak padaku untuk menjadi istri Bagus Sandi Dinoto lagi. Aku tidak mau hidup susah jadi aku harus memanfaatkan kesempatan ini" ucap Putri dengan tertawa bahagia.
Saat sampai di rumah pun Bagus menerima telpon dari Kim.
"Bagaimana" tanya Bagus.
"Maaf pak dari penyelidikan bahwa Tiara tidak di temukan, jejaknya hilang. Tim evakuasi, Saya dan semua yang ada di sini sudah mencari tidak menemukan apa pun" jelas Kim.
"Ngak, kalian harus bisa mencari Tiara karena dia harus menerima semua perbuatannya. Kamu tidak boleh pulang sebelum mendapatkan Tiara" Bagus pun mematikan teleponnya dan berteriak "sial."
melihat Bagus yang seperti itu Harisza menghampiri Bagus. "Kenapa?"
"Ini benar-benar tidak adil pa, Tiara tidak di temukan bagaimana aku bisa tenang istriku meninggal gara-gara wanita itu" kesal Bagus.
"Kamu tenang saja, tim evakuasi akan bekerja semaksimal mungkin. Papa juga tidak terima kalau wanita itu hidupnya tenang-tenang saja. Tapi sekarang kamu masuk karena Cahaya membutuhkan kamu" ajak Harisza.
"Iya pa" Bagus pun masuk ke rumah.
Cahaya pun di dalam kamar hanya memandang foto Mira, Blue yang melihat itu langsung mencari Bagus di teras rumah yang sedang bersedih.
"Kak, maaf mengganggu" ucap Blue.
"Kenapa Blue" tanya Bagus.
__ADS_1
"Kak di kamar Cahaya hanya diam, dia tidak mau makan dan dia hanya memandang foto Mira. Aku tau kita semua di rumah ini bersedih tapi kesehatan juga lebih penting, tolong kak bujuk Cahaya" pinta Blue.
"Makasih Blue sudah perhatian dengan Cahaya, aku akan masuk menemui Cahaya" Bagus pun pergi meninggalkan Blue.
Bagus pun masuk ke kamar Cahaya.
"Cahaya" panggil Bagus. Sedangkan Cahaya hanya diam saja tidak berbicara sedikit pun.
"Cahaya, ayah tau kalau Cahaya sedih tapi ayah juga sedih kalau Cahaya tidak menyentuh makanan ini sama sekali" bujuk Bagus.
"Cahaya tidak lapar ayah, Cahaya hanya ingin memandang foto bunda aja. Selama ini Cahaya tidak pernah jauh dari bunda tapi sekali jauh pun Cahaya malah tidak pernah melihat bunda lagi" tangis Cahaya. Mendengar itu Bagus pun menahan tangisnya agar bisa menenangkan Cahaya.
"Cahaya, ayah sedih tau sekarang Cahaya tidak melihat ke arah ayah lagi. Pada hal dulu foto ayah yang selalu Cahaya lihat dengan bangga dan bahagia tapi sekarang Cahaya melihat foto bunda dengan nada sedih" ucap Bagus.
"Tapi ayah" jawab Cahaya.
"Cahaya, harusnya Cahaya melihat foto bunda dengan nada bahagia dan buktikan pada bunda kalau Cahaya akan selalu menjadi anak kebanggaan bunda. Agar bunda di sana bahagia" ucap Bagus.
"Ayah benar, bunda Cahaya dan ayah ngak akan sedih lagi. Cahaya yakin kalau bunda akan bahagia kalau ayah dan Cahaya bahagia" langsung mencium foto yang ada di genggamannya.
"Sekarang, Cahaya makan ya terus tidur. Ayah yang suapin" langsung mengambil nasi dan menyuapi Cahaya.
"Akhirnya, om dan tante Cahaya mau makan. Blue benar-benar khawatir tadi" ucap Blue.
"Iya, untung saja Bagus bisa mengatasi ini walaupun sulit melihat anaknya yang sedih seperti itu" ucap Lilian.
"Ya sudah ayo sekarang kita masuk ke kamar beristirahat" ajak Harisza. Mereka pun pergi.
Bagus yang melihat Cahaya sudah tertidur langsung menyelimutinya.
"Mulai besok dan seterusnya adalah hari yang panjang di mana kita berdua akan memulai semuanya tanpa bunda" langsung mencium kening Cahaya dan Bagus pun ikut tertidur menemani Cahaya.
Keesokkannya pun depan rumah Bagus keluarga Dirga Kencana datang. "Om dan Opa" teriak Kevin.
"Maaf pak, saya sekeluarga turut belasungkawa atas meninggalnya bu Mira kemarin. Beliau orang baik dan pekerja keras" ucap Dirga.
"Terimakasih" jawab Harisza.
"Saya baru sampai dari bandara, Kevin merengek meminta untuk di antarkan menemui Cahaya" ucap Dirga.
__ADS_1
"Kevin sekarang kamu masuk temenin Cahaya di dalam ya" perintah Bagus, Kevin pun mengangguk dan berlari sambil berteriak memanggil Cahaya.
Cahaya yang duduk di pinggir kolam di kagetkan oleh Kevin.
"Cahaya" teriak Kevin. "Aku panggil-panggil kok ngak jawab malah melamun di sini" kesal Kevin.
"Aku ngak dengar, kamu ngapain sih kesini harusnya kan kamu di Bali" jawab Cahaya.
"Aku kesini karena di paksa sama kakek, jadi kamu ngak usah ke gr ya" bohong Kevin.
Cahaya pun tetap diam, Kevin pun akhirnya memikirkan sesuatu.
"Cahaya, ayo ikut aku" ajak Kevin.
"Kemana?"
"Ikut aja, ayo" Kevin menarik tangan Cahaya dan berlari menemui Dirga yang lagi bercerita berama Harisza.
"Kakek, aku pinjam supir dulu" ucap Kevin ke pada kakeknya.
"Mau kemana" tanya Dirga.
"Ke suatu tempat" langsung pergi meninggalkan mereka.
"Tapi" belum selesai berbicara ucapan Dirga sudah di potong oleh Harisza.
"Biarkan, aku percaya Kevin pasti ingin menghibur Cahaya" ucap Harisza.
"Saya cuma takut terjadi apa-apa dengan Cahaya karena ulah Kevin" jawab Dirga cemas.
"Tidak akan terjadi apa-apa, percayakan pada cucu mu. Sekarang yang membuat aku berpikir yaitu Bagus dia seperti mayat hidup, hidup tapi tidak sadar. Kalau Cahaya hatinya sudah membaik aku yakin Bagus akan normal lagi" ucap Harisza yang membuat Dirga mengerti dengan ke adaannya sekarang.
Kevin pun mengajak Cahaya ke suatu tempat yang Cahaya saja bingung tempat olahraga apa seperti ini.
"Ayo" ajak Kevin.
"Ini apa?"
"Masuk dulu nanti kamu tau" Kevin menarik tangan Cahaya mengajaknya masuk.
__ADS_1