Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 84


__ADS_3

"Kamu penasaran yah sayang" ucap Bagus.


"Emang kemana sih" tanya Mira.


"Nanti papa ceritakan, kamu temani dulu Bagus dan Cahaya berangkat ke depan kalau kamu bosan di kamar. Papa duluan ke taman belakang" ucap Harisza pergi meninggalkan meja makan.


Cahaya pun memeluk dan mensalimi Mira selesai sarapan dan berjalan ke mobil duluan, Bagus pun ikut memeluk istrinya itu dan mencium keningnya. "Aku berangkat, kamu jangan kemana-mana" melepaskan pelukannya.


Mira pun mengangguk dan dia melihat Cahaya dan Bagus pergi.


Prita yang saat itu sampai di depan kantor polisi segera turun keluar, Putri pun membuka kaca mobilnya "yakin tidak kakak temenin ke dalam" ucapnya.


"Aku bisa kak."


"Kakak tau tapi ingat jangan sampai kamu terhanyut perasaan oleh ucapan papa, kamu harus tau kalau jalan papa itu tidak benar" jelasnya.


"Iya kak" berjalan masuk ke kantor polisi.


Arya yang menemani Putri di dalam mobil pun mulai berceloteh "sepertinya adikmu itu bukan menyukai Pak Bagus tapi menyukai Dokter gila itu."


"Kamu jangan sembarang, adikku hatinya sangat lembut jadi dia baik kepada siapa pun walaupun orang itu menyakitinya berkali-kali. Lagian kamu ngapain sih mikirin Prita, apa kamu juga suka sama adikku" ucap Putri.


"Yah enggak lah, mana mungkin gue suka sama adik ipar sendiri" menutup mulutnya karena keceplosan.


"Maksud kamu adik ipar itu apa."


"Maksud aku yah mana mungkin Prita yang aku anggap sebagai adik sendiri bisa aku sukai, gitu maksudnya tadi. Lagian kamu jangan terbawa perasaan deh atas ucapan aku yang salah tadi" sambil salah tingkah.


"Yah gue harap tadi yang kamus bilang itu benar Arya, ternyata hanya salah ucap" dalam hati Putri.


Dalam hati Arya pun sambil menoleh ke arah lain "kenapa bisa keceplosan gini, kalau ternyata Putri ngak suka sama gue gimana. Bisa hancur sudah semua perasaan gue."


Prita pun langsung keluar dengan air mata yang mengalir di wajahnya, dia pun segera masuk ke dalam mobil milik Arya yang masih menunggunya di luar.


Putri dan Arya pun kaget melihatnya yang tiba-tiba masuk, "kamu kenapa" tanya Arya.

__ADS_1


"Sekarang jalan" memukul kursi Arya, serta memeluk adiknya itu yang masih menangis.


Di jalan Arya pun memberhentikan mobilnya karena dia melihat dari kaca mobil kalau Prita masih belum berhenti menangis.


"Sekarang kalian berdua turun, duduk di taman sana cerita apa yang harus kalian ceritakan. Aku ngak suka melihat wanita menangis, apalagi kalau orang lain lihat kalian menangis di dalam sini nanti aku di bilang cowok apaan" omel Arya.


"Iya kami turun, judes banget sih" celoteh Putri sambil membuka pintu mobil.


Mereka pun berjalan ke kursi taman yang di sana, Prita pun menghapus air matanya.


"Ceritakan kalau sudah tenang, biar kamu ngak sedih terus" ucap Putri.


Arya pun mendekati mereka memberikan sapu tangannya kepada Prita, "Makasih kak" ucap Prita sambil menghembuskan hingusnya ke sapu tangan itu.


Arya yang melihat itu pun langsung berceloteh "ya udah aku tunggu di mobil, jangan lupa sapu tangannya di cuci dulu kalau mau di kembalikan" berjalan menuju ke mobil.


Putri pun melihat punggung Arya dari belakang saat Arya berjalan ke arah mobil sambil tersenyum "Itu laki-laki sebenarnya peka atau ngak yah, dia baik tapi agak galak sedikit" ucap Putri dari dalam hatinya.


Prita yang melihat kakaknya itu mencubit pipi Putri, "Aduh" teriak Putri.


"Dilihatin terus, takut yah nanti di sepanjang jalannya ngelirik cewek lain. Kalau takut mending di tembak aja biar ngak keburu di ambil orang" ledek Prita sambil menghapus air matanya.


"Cie, keceplosan ne yeh. Kalau gitu aku panggil kak Arya kesini aja deh."


"Jangan-jangan" sambil menutup mulut adiknya itu.


Cahaya di sekolah pun di antar sama Bagus di depan gerbang sekolah, dia berlari masuk tapi di tengah perjalanannya dia berhenti karena di hadang oleh Kevin dan Johan.


"Tante Mira kemana" tanya Kevin.


"Bunda di rumah" jawab Cahaya.


"Yah kok ngak antar kamu sih, pada hal kan akan ada kejutan" celoteh Kevin.


"Kejutan apa sih, dari kemarin kamu bilang kejutan" kesal Cahaya "Johan katakan apa."

__ADS_1


"Maaf Cahaya untuk yang ini aku ngak mau bilang karena ini kejutan untuk seseorang yang udah jahatin kamu, kamu pasti suka dengan kejutan ini" jelas Johan.


"Seseorang jahatin aku, siapa?"


"Udah ayo kita masuk, kamu duduk sama Johan hari ini dan aku yang duduk sama Mia" celoteh Kevin.


Masuk kelas pun Mia datang menghampiri mereka "Kamu kenapa sedih" tanya Cahaya.


"Ngak apa-apa, ayo kita masuk" jawab Mia.


Di dalam kelas Kevin mengatur tempat duduk, dia meletakkan tasnya di meja Cahaya sedangkan tas Cahaya di letakan Kevin di sebelah Johan.


"Kenapa" tanya Mia.


"Cahaya kamu duduk sana" perintahnya, Cahaya pun berjalan duduk di belakang sebelah dengan Johan tanpa membantah apa pun yang di ucapkan Kevin.


"Mia, kamu ngak usah banyak tanya sebab aku duduk disini karena mata ku bermasalah kata dokter jadi aku harus duduk di depan. Karena Cahaya ngak akan protes untuk sahabatnya yang sedang sakit ini jadi kamu ngak usah protes. Kalau kamu ngak suka kamu pindah duduk tempat orang lain" jelas Kevin sambil tersenyum.


"Iya" jawab Mia.


"Rasain kamu Mia, aku sengaja biar kamu tidak bisa akrab dengan Cahaya. Aku bete dengan kamu yang pura-pura baik tapi aslinya kamu pasti akan berusaha merebut Tante Mira" kesal Kevin dari dalam hatinya.


Bu guru pun masuk, mereka memulai pelajaran. Kevin tidak membagikan buku cetaknya kepada Mia, bahkan saat Mia ingin menarik buku itu di atas meja Kevin langsung mendekati buku itu ke pada dirinya "sory ya Mia, mataku ngak bisa lihat dengan jelas tulisannya."


Mia pun mengangguk, dia belajar menoleh ke belakang untuk melihat buku cetak. Sehingga apa yang dia kerjakan banyak tulisan yang salah.


Bu guru yang memeriksa buku Mia pun langsung memanggilnya ke depan, dengan wajah sedih Mia di tegur Bu guru.


jam istirahat pun berbunyi, melihat Mia yang sedih di tegur Bu guru Cahaya pun berdiri berjalan ingin mendekatinya namun Johan langsung memegang tangan Cahaya.


"Laper, langsung kantin aja" ucapnya.


"Tapi Mia" tunjuknya.


Kevin pun mendekati Cahaya dan Johan, "ayo aku traktir" ucapnya sambil menarik tangan Cahaya.

__ADS_1


"Aku ikut, aku mau juga di traktir" teriak Linda.


Cahaya pun hanya menoleh ke arah Mia tanpa bisa menegurnya sedikit pun.


__ADS_2