
Di luar ruangan Putri segera menarik Arya bersembunyi, Arya pun mengikuti Putri bersembunyi.
"Diam, tidak lama lagi Gaga akan keluar jadi kita bisa ikuti dia" bisik Putri.
Gaga yang saat itu merasa panik segera permisi untuk pulang, saat di depan pintu dia pun menelpon seseorang dengan suara yang kecil.
"Kecil sekali, ngak kedengaran" bisik Arya.
"Ussss, kita ikuti" saat Gaga pergi berjalan mereka mengikuti Gaga dari belakang dan segera menuju ke mobil mereka untuk mengikuti Gaga.
Di perjalanan pun Gaga langsung menuju ke rumahnya, "pulang" ucap Arya.
"Iya yah, harusnya kan dia ke CCTV. Kalau gitu" Arya segera memutar mobilnya dengan cepat menuju ke tempat ke jadian.
"Ayo, cepat" teriak Putri yang buru-buru keluar dari mobil menuju ke tempat CCTV itu.
Mereka pun menemui pemilik CCTV yang ada di dekat sana yang masih berdiri di luar "permisi pak, saya boleh tanya apa CCTV yang mengarah di jalan sana punya bapak soalnya saya lihat itu berada di depan tiang bapak di sana" tanya Arya.
"Wah kebetulan dek, tadi ada seseorang juga yang menanyakan CCTV itu meminta rekaman aslinya karena untuk bukti kejadian tadi pagi penculikan di depan sana" ucapnya.
"Apa pak, kalo boleh tau siapa pak soalnya kami berdua yang di utus memeriksa kasus ini karena itu terjadi oleh istri bos kami" tanya Arya lagi.
"Saya tidak tau dek, barusan orangnya pergi dari sini" tunjuk orang tersebut.
"Barusan" ucap Putri.
"Iya."
"Ayo, cepat kita kejar mumpung belum jauh karena itu pasti pelakunya" teriak Putri.
"Oh oke, pak permisi terimakasih infonya" teriak Arya sambil berlari mencari seseorang.
"Kita harus cari seseorang yang mencurigakan di tempat ini, kamu kesana dan aku kesana" ucap Putri.
__ADS_1
"Engak, engak, kita harus cari sama-sama karena aku tidak mau terjadi apa-apa pada kamu. Orang kalau urusan culi menculik pasti orang itu kejam nanti kamu bakal di apa-apakan, aku ngak mau" ucap Arya menolak ucapan Putri.
"Ngak ada waktu untuk perhatian gitu sama aku."
"Eh, siapa yang perhatian. Aku cuma peduli sama kamu Putri Arman" teriak Arya.
"Udah lah kalau kita debat kita ngak bakal ketemu pelakunya, kalau terjadi apa-apa padaku aku langsung menghubungi kamu dan aku akan teriak sekencang-kencangnya" kesal Putri.
"Okey, kalau itu aku setuju" mereka pun berpisah mencari orang yang mencurigakan itu.
"Semua orang disini tidak ada yang mencurigakan gerak geriknya" celoteh Arya melihat di sekelilingnya "aku cari kesana lagi deh."
Putri yang saat itu melihat di arah sekelilingnya, "mana lagi orang mencurigakan itu, eh itu aneh ngak sih masa dia seperti memegang plasdis di tempat kayak gini. Mencurigakan banget, aku dekati aja" Putri pun mendekati orang tersebut sambil menelpon dan memegang plasdis di mainkan di tangannya.
"Sudah bos, aku akan bawa barang buktinya" ucapnya dan Putri pun mendekati sambil menangkap plasdis yang di mainkan orang tersebut.
"Ternyata kamu pelakunya" teriak Putri.
"Hey, apa-apaan kamu. kembalikan plasdis itu" teriak pelaku tersebut sambil mematikan hpnya.
"Sial" laki-laki itu mengejar Putri sampai masuk ke hutan.
"Hey dimana kamu, kalau ketemu akan aku patahkan tangan wanita itu biar dia tau rasa" kesalnya sambil melihat di sekelilingnya mencari Putri.
Putri pun masih bersembunyi di semak-semak hutan tersebut, namun saat Putri duduk bersembunyi ulat bulu berjalan mendekati kakinya. Melihat itu Putri merasa geli dan berteriak "ulatttttt" langsung berdiri dan menginjak ulat tersebut.
Mendengar suara Putri laki-laki itu melihat ke arah Putri "Hey" teriaknya.
Putri pun merasa kaget karena orang tersebut meneriakinya, Putri pun berlari lagi dan pergi dari tempat itu namun laki-laki itu lebih cepat menghampirinya.
"Sekarang balikin plasdis itu" teriaknya.
"Enggak" ucap Putri.
__ADS_1
"Kalau gitu aku akan ambil secara paksa" kesalnya langsung memegang tangan Putri memaksa mengambil plasdist tersebut.
Dengan sigap Arya datang, terjadi lah perkelahian tersebut namun saat Arya hampir menang datang 2 orang lagi membantu laki-laki tersebut sehingga Arya di buat pingsan oleh mereka.
Melihat Arya yang pingsan itu Putri pun memberikan plasdis itu kepada mereka sehingga mereka pergi dari tempat itu.
Melihat Arya yang pingsan Putri segera menelpon ambulans sehingga mereka pun di antar ke rumah sakit.
Di dalam kamar Mira yang saat itu masih menunggu Cahaya merasa gelisah, Mira segera menggedor-gedor pintu kamar itu lagi. "Buka, cepat buka" teriak Mira.
Gaga yang menggunakan topeng pun datang membuka pintu kamar "Cahaya, mana Cahaya" teriak Mira.
Dia pun mengambil hpnya melihatkan pada Mira foto Cahaya yang lagi di rumah sakit bersama dengan Bagus, Harisza dan Lilian.
"Cahaya bersama Bagus" celoteh Mira.
Gaga di dalam itu menepuk tangannya sehingga beberapa orang masuk ke kamar itu, "Apa-apaan ini" ucap Mira melihat orang yang masuk membawa baju serta alat-alat makeup masuk ke dalam kamar.
"Turutin apa yang mereka lakukan pada kamu kalau tidak aku akan menyuruh anak orang untuk menyakiti Cahaya dan Bagus yang ada di rumah sakit" membaca tulisan dari hp yang di berikan orang tersebut.
"Aku, ngak mau dan aku juga ngak percaya" ucap Mira dengan kesal.
Gaga pun mengetik lagi "Baiklah" Gaga memberikan satu buah hp ke pada Mira.
"Kamu lihat, kalau kamu tidak percaya" ucap Mira dari ketikan hp tersebut.
Mira melihat CCTV Bagus sedang tertidur menjaga Cahaya, di video itu ada seseorang masuk bertopi membawa senjata tajam hendak menusukkan pisau itu ke kepala Bagus.
Melihat itu tubuh Mira gemetaran "Hentikan, baiklah aku mau" ucap Mira.
Dengan cepat laki-laki itu pergi dari ruangan Bagus dengan sekali perintah, "aku akan turutin apa yang mau dia lakukan, terus aku akan mencari celah untuk kabur" ucap Mira dari dalam hatinya.
Gaga pun segera keluar dari kamar itu dan membuka topengnya dengan wajah senang, "siapkan semuanya secara romantis, aku akan bersenang-senang malam ini. Ingat jangan ada yang masuk ke rumah malam ini" ucap Gaga, semua bodyguardnya pun mengangguk mendengar perkataan Gaga.
__ADS_1
Mira pun duduk diam mulai di dandani oleh orang-orang tersebut dengan sangat cantik, mereka pun menggantikan baju Mira.
"Aneh apa yang di inginkan orang itu, kalau dia penculik kenapa aku di perlakukan seperti ini" ucap Mira dalam hatinya.