
"Ayah" teriak Cahaya, Bagus pun menoleh tapi saat Cahaya ingin mendekatinya di tahan oleh Kim.
"Nona lebih baik kita menunggu di luar dulu sebentar" Kim menoleh ke arah Blue, Blue pun mengerti dan langsung menutup pintu ruangan tersebut.
Ternyata 15 menit sebelumnya saat Prita sadar dokter menelpon Bagus sehingga Bagus terburu-buru ke rumah sakit mendatangi Prita.
Saat dia masuk Prita di ruangan itu ada dokter, suster serta Arman.
Bagus yang melihat Prita yang sudah membuka matanya berusaha untuk duduk setengah duduk, namun saat dia merasa kakinya sangat berat dia pun langsung memberitahukan kepada dokter apa yang dia rasakan sehingga dokter memeriksa kakinya. Prita pun mencoba memaksa untuk berdiri namun dia terjatuh tidak bisa berdiri sendiri, suster yang lain pun masuk membawa hasil ronsen kaki Prita.
Dokter kaget dan dia pun mendiagnosa Prita lumpuh, mendengar kata-kata itu Prita menangis histeris dan Bagus pun berusaha mendekatinya namun Arman yang sedih itu langsung marah kepada Bagus "kalau anakku tidak bisa berjalan lagi seumur hidupnya kamu harus bertanggung jawab" tunjuk Arman ke wajah Bagus.
"Saya akan bertanggung jawab" jawab Bagus.
"Iya karena tanggung jawab kamu adalah menikahi Prita, sebab tidak ada laki-laki yang mau sama perempuan lumpuh dan cacat" teriak Arman.
"Aku akan bertanggung jawab tapi aku tidak mungkin menikahinya" ucap Bagus sehingga membuat Arman marah mendengar perkataan Bagus tu akhirnya dia mendorong Bagus sampai terjatuh di lihat oleh Cahaya.
Bagus pun berdiri di bantu oleh suster dan dokter "pak jangan ribut di sini, saya akan panggil security untuk mengusir kalian. Kasihan pasien saya melihat pertengkaran yang seharusnya tidak terjadi" ucap dokter itu.
"Maaf dok saya hilaf" sambung Arman.
"Baiklah sekarang saya memeriksa pasien yang lain, jangan bertengkar lagi" pergi meninggalkan ruangan itu.
Arman pun langsung memeluk anaknya itu "hari ini kita ke Jakarta, kita cari dokter yang profesional untuk menyembuhkan kamu" sambil mengelus rambut anaknya.
"Kamu tenang saja Prita aku akan bantu kamu untuk sembuh lagi" ucap Bagus, Prita pun tersenyum dan menjawab "ngak apa-apa pak, ini adalah takdir saya."
Melihat dokter dan suster keluar Cahaya berlari menuju kamar tersebut di kejar oleh Kim dan Blue, Kevin dan Johan pun ikut mengejar juga.
"Ayah, bu guru" teriak Cahaya saat masuk langsung berlari mendekati bu gurunya itu.
__ADS_1
"Maaf pak Cahaya memaksa masuk" ucap Kim kepada Bagus. "Ngak apa-apa" jawabnya.
"Bu guru gimana apa sudah sembuh" tanya Cahaya.
"Iya bu guru sehat, Cahaya lihatkan ibu ngak apa-apa" jawab Prita membuka tangannya untuk memeluk anak muridnya tersebut di susul oleh Kevin dan Johan yang ikut berpelukan juga.
Arman keluar dari ruangan itu untuk menenangkan dirinya yang masih marah tadi.
Sedangkan Bagus langsung ke ruangan dokter untuk bertemu dengan dokter yang memeriksa Prita.
Selesai makan Astri dan Mia pergi dengan supir yang sudah di siapkan oleh dokter Rian di luar rumah. Mia senang dan melihat keluar pintu kaca terus.
"Mia kamu senang" tanyanya.
"Seneng banget ma, apalagi lagi Mia udah lama banget ngak keluar. Mia senang ada mama" jawabnya.
Sesampai di puskesmas mereka keluar, semua perawat dan dokter yang lain melihat Astri dan Mia yang di papah oleh supirnya, seolah mereka semua sedang mengupat sedangkan Mia terasa tidak nyaman dan merasa mengerikan melihat situasi seperti itu. Astri berjalan mendekati Mia dan menutup telinga Mia dengan tangannya sambil berbisik "tidak apa-apa, anggap saja kita lagi bermain sebagai elsa dan di tonton orang banyak."
Astri tersenyum melihat Mia yang mulai percaya diri bertemu dengan orang-orang sekitar.
"Ayo bu sebelah sini" ajak supir itu dan mereka pun masuk ke ruangan dokter Rian langsung.
"Papa" peluknya sambil mencium kepala anaknya.
"Sayang kamu kesana ya, di sana banyak mainan papa mau periksa mama" tunjuknya, Mia pun mengangguk dan pergi ke tempat mainan yang di tunjuk oleh Dokter Rian tadi.
"Aku tau kamu pasti bertanya-tanya kenapa aku suruh supir ajak kamu ke sini" ucap Rian.
"Iya aku bingung aja kenapa kesini dan tiba di sini semua orang-orang melihat aku dan Mia seperti orang aneh" jelas Astri.
"Aku ingin mengobati kaki kamu yang masih gemetaran saat berjalan, di sini alatnya lengkap jadi aku bisa lebih mudah untuk melakukan penyembuhannya. Kalau urusan orang-orang di luar sana biarin saja tidak usah di pikirkan, nanti aku bisa jelaskan kepada mereka" ucap Rian.
__ADS_1
"Okey, sekarang pengobatan apa yang kita lakukan" tanya Astri.
"Ayo kita kesana, aku akan melakukan terapi sedikit kepada kamu" dia pun bantu memapah Astri berjalan ke bed untuk di periksa.
Bagus yang berada di ruang dokter langsung meminta penjelasan untuk kaki Prita.
"Dokter saya ingin bertanya apa Prita bisa berjalan lagi" tanya Bagus.
"Pak, bawa saja Bu Prita ke rumah sakit Jakarta karena alat di sana lebih canggih, tadi saya sudah menelpon dokter yang ada di Jakarta dia ingin melihat kondisi Bu Prita terlebih dahulu baru dia bisa memberikan tindakan" jelas dokter.
"Baik dok, aku akan mengatakan ini pada Pak Arman terlebih dahulu" ucap Bagus.
"Tidak perlu, aku hari ini memang akan membawa Putri ku ke Jakarta" Teriak Arman dari depan pintu saat dia mendengar percakapan Bagus dan dokter. "Kamu ingat Bagus, kalau kamu harus bertanggung jawab atas semua ini" tunjuknya kepada Bagus.
"Tadi aku sudah berjanji kalau aku akan bertanggung jawab atas ini semua" jawab Bagus.
"Okey, tapi kalau anakku tidak bisa di sembuhkan kamu harus menikahinya karena aku tidak mau seumur hidupnya menjadi perawan tua karena cacat" Bagus diam tidak ingin menjawab perkataan Arman dan Arman langsung pergi dari ruangan itu.
Cahaya, Kevin dan Johan menghibur Prita yang tadinya bersedih sekarang menjadi semangat dan tersenyum lagi karena ulah mereka.
"Bu guru di rumah sakit bosenin ya" tanya Johan.
"Iya pasti donk Johan makanannya aja bubur, kerjanya cuma tidur, pemandangannya juga cuma kasur, keluar-keluar jadi blur blur" ucap Kevin yang membuat mereka tertawa.
"Eh berarti ngak ada warna lagi donk kalau blur" sambung Blue.
"Bu guru kapan pulang" tanya Cahaya.
"Hari ini bu guru langsung pulang ke Jakarta bersama kita semua" ucap Bagus dari pintu luar langsung mendekati mereka.
"Horeee" teriak mereka bersama.
__ADS_1
"Sekarang Cahaya, Kevin dan Johan harus pulang karena kita mau siap-siap ke Jakarta. Tiket sudah ayah pesan untuk semuanya jadi nanti kita kumpul di bandara" ucapnya langsung menoleh ke arah Blue dan Kim.