Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 110


__ADS_3

"Iya, ngak apa-apa kan sayang. Masa Bu guru kamu nunggu di luar sedangkan kita makan di dalam" ucap Rian.


"Ngak apa-apa pa, Mia suka kok. Tapi kenapa Mia harus di jemput Bu guru sedangkan papa ada."


"Mulai hari ini Bu guru yang akan antar jemput kamu biar Bu guru bisa menjaga kamu secara langsung sayang, papa tidak mau kamu sedih lagi jadi Bu guru akan bantui Mia apa pun masalah Mia" ucap Rian.


"Iya pa, makasih ya Bu guru sudah peduli sama Mia" ucap Mia.


"Sama-sama Mia" ucap Prita.


Dalam hati Mia pun berceloteh "kenapa harus bu guru Prita sih, aku kan maunya mama. Tapi aku harus bisa buat Bu guru berpihak padaku dulu."


Cahaya yang sudah berangkat ke sekolah di antar oleh supir pun segera turun dari mobil menghampiri Linda, Kevin dan Johan yang sudah menunggunya di depan.


"Kalian kenapa ngak langsung masuk aja, kenapa harus tunggu aku dulu baru masuk" ucap Cahaya.


"Maklum lah, kedua pangeran ini ngak bisa masuk kalau belum melihat Putri Cahaya" ledek Linda.


Ha ha ha ha mereka semua tertawa, saat itu mereka melihat Mia bersama Bu Prita turun dari taksi yang sama.


"Bu guru kok sama Mia, ada apa yah" ucap Cahaya dalam hatinya.


Namun tiba-tiba Linda berceloteh "Eh Cahaya kalian bertiga jahat banget sih kenapa ngak ajak aku juga ke puncak, kamu bilang sekeluarga tapi malah ajak duo racun ini" marah Linda.


Mia yang mendengar ucapan Linda dari kejauhan itu berbicara dalam hati "apa jadi mereka beneran ke puncak libur Minggu ini, setelah mereka membuang aku dari rumah mereka malah senang bahagia bukannya sedih."


"Apaan sih duo racun, kita ini dua tampan" ucap Johan.


"Yah mau gimana lagi Linda, semua serba dadakan jadi kami ngak bisa ajak kamu. Tapi kamu tenang aja di dalam tas ini ada oleh-oleh untuk kamu" ucap Cahaya yang membuat Linda tersenyum.


"Apa."

__ADS_1


"Mending kita masuk aja, aku kasih di dalam kelas" mereka pun semuanya masuk ke dalam kelas.


Bu guru Prita yang sudah membayar taksinya segera mengajak Mia masuk "ayo Mia kita masuk, kamu langsung ke dalam kelas yah dan ibu mau ke ruang guru" ucap Prita.


"Iya Bu" Mia pun berjalan ke kelas namun di hadang oleh Bu Vivi.


"Mia, kamu kok barengan sama Bu Prita" tanya Vivi penasaran.


"Papa menyuruh Bu Prita untuk menjaga dan menemani aku Bu, makanya Bu Prita akan antar jemput aku mulai hari ini" jelas Mia.


"Kamu yakin Bu Prita hanya mau menjaga kamu, ngak ada keinginan lain misalnya mau menggoda papa kami" ucap Vivi namun bel sudah berbunyi masuk.


"Ya udah Bu, aku masuk dulu" pamit Mia masuk ke dalam kelas. Namun di kelas Mia ternyata duduk sendirian Cahaya duduk bersama Linda dan Johan duduk bersama Kevin.


Melihat itu Mia hanya diam saja tanpa berkata sedikit pun karena dia tau semua orang sedang marah kepadanya.


"Cahaya, makasih banget oleh-olehnya" ucap salah satu teman yang sedang memakan sesuatu di mulutnya.


"Semuanya di kasih, tapi aku sendirian tidak dapat. Apa Cahaya sudah anggap aku musuh" dalam hati Mia sambil menoleh ke arah mereka.


"Makanya jadi orang itu harus punya sifat yang baik bukan jadi orang iri, akhirnya ?" ucap Kevin namun Bu guru sudah masuk ke dalam kelas.


Semuanya berdiri mengucapkan selamat pagi dan berdoa untuk memulai pelajaran, Prita yang melihat Mia duduk sendirian pun hanya bisa menarik nafas.


"anak-anak ibu ada tugas untuk kalian minggu ini, tugasnya di kerjakan oleh 2 orang berpasangan" jelas Prita.


"Ya udah Bu, kita semua kan sudah duduk berpasangan jadi ngak perlu cari pasangan lagi" ucap Linda.


"Ngak Linda, untuk tugas ini ibu yang akan membagikan kelompoknya, karena kalian ganjil harus ada 1 orang yang 3 anggota. Jelas semua" tanya Prita.


"Iya Bu" jawab mereka semua, "sekarang kita memulai pelajaran kita dulu, selesai istirahat ibu akan kumpul nama kalian dan ini semua ibu acak ya."

__ADS_1


Mereka pun belajar dengan suasana kelas yang kompak dan sunyi saat mengerjakan tugas.


Saat istirahat Mia segera pergi duluan keluar kelas, melihat Mia yang keluar seperti itu Mira pun segera cepat keluar keluar kelas mencari Mia yang ternyata duduk di taman sekolah sambil menangis.


Cahaya yang saat itu hendak memberikan oleh-oleh mengurungkan niatnya karena Mia yang pergi secepatnya seolah menghindarinya, "Cahaya udah lah, Mia udah ngak mau temenan sama kamu. Buktinya dia langsung kabur tanpa menatap kamu" ucap Kevin.


"Tapi Kevin, walaupun dia sudah jahat dia kan tetap teman kita. kasihan kalau dia di kucilkan nantinya" jawab Cahaya.


"Aduh Putri Cahaya seperti malaikat ini baiknya minta ampun, Mia itu harus merasakan apa yang sudah dia perbuat agar dia bertaubat" ucap Linda membuat Cahaya mengerti dan menganggukkan kepalanya.


"Udah lah, ayo ke kantin. Kenapa harus bahas cewek jahat itu" ajak Johan menarik tangan mereka semua untuk keluar.


Mereka pun ke kantin bersama, Cahaya melihat dari kejauhan Bu Prita mendekati Mia yang duduk sendirian. "Udah ayo Cahaya, lihat apa sih" ucap Linda sambil menarik Cahaya untuk berjalan lebih cepat.


Prita yang mendekati Mia pun "Hem" sambil duduk di sebelahnya.


Mia yang menoleh pun hanya diam tanpa bicara apa pun, "Bu guru boleh tanya sesuatu" ucap Prita memecahkan suasana.


"Tanya aja Bu" jawab Mia.


"Bu guru melihat Mia hari ini sedih banget, tapi Mia tau kalau Bu guru penasaran banget kenapa Mia ini harus sedih" ucap Prita.


"Ucapan ibu berbelit-belit, bilang saja kalau ibu mau menanyakan kalau aku sedih kenapa?"


"Bagus, itu dia. Berarti pertanyaan ibu masih Mia dengarkan dan cerna, Mia sayang kalau ada masalah sama teman-temannya lebih baik Mia ajak bicara sebab dengan cara komunikasi akan ada jalan keluarnya" jelas Prita sambil mengelus rambut Mia.


"Mia takut Bu, nanti saat Mia ajak bicara malah di tolak" jawabnya.


"Jangan takut sayang, kalau kita salah kita minta maaf dan setiap masalah ada jalan keluarnya. Sekarang ibu mau Mia tegur dan ajak bicara teman-teman Mia" sambil memegang tangan Mia untuk berdiri.


"Tapi Bu, Mia belum siap."

__ADS_1


"Harus menunggu Mia siap maka masalahnya bisa saja akan semakin besar, ayo lah ibu yakin Mia bisa."


__ADS_2