
Bagus pun datang menjemput Cahaya dari sekolah, dia melihat Cahaya yang lesu datang menghampirinya bersama Kevin dan Johan.
"Kalian kenapa" tanya Bagus.
"Ini om tadi kami di hu" Cahaya langsung memotong pembicaraan Kevin.
"Kami hulangan yah, maksudnya ulangan dadakan jadi wajah kami pada lesu sebab kami tidak percaya dengan jawabannya" jawab Cahaya.
"Ya ampun, anak ayah kok bisa lesu karena ulangan doank. Berarti hari ini Cahaya harus rajin belajar lagi, kalian berdua juga" sambil menunjuk Kevin dan Johan.
"Iya om" jawab mereka barengan. Mobil Jeni pun sampai menjemput mereka berdua.
"Siang pak Bagus" ucap Jeni.
"Siang Jen" jawab Bagus.
"Anak-anak gimana masakan tadi enak ngak, menurut Cahaya gimana" langsung menanyakan Cahaya.
"Aduh jawab apa, makannya aja udah tumpah duluan sebelum masuk ke mulut Cahaya" ucap Cahaya dalam hatinya.
"Ma, makanannya enak kok. Ini buktinya habis, besok-besok mama bawain lagi" Johan yang menjawab.
"Iya tante, enak banget. Tante is the best" jawab Cahaya. "Aduh maafin Cahaya ya tante harus bohong" dalam hatinya.
"Sukur deh kalau gitu, tante grogi kalau makanannya tidak sesuai dengan lidah Cahaya" ucap Jeni.
"Wah makasih Jen sudah baik sama Cahaya, sampai repot-repot bawaki makanan. Tapi Jen kamu harus tau kalau Cahaya ini alergi hanya dengan kerang, mirip banget sama almarhum Mira" jelas Bagus.
"Sama-sama pak, saya hanya ingin membuat Cahaya senang aja, apalagi Cahaya sangat dekat dengan Johan. Kalau gitu saya akan ingat untuk tidak memberikan berbagai macam kerang ke Cahaya" jawab Jeni.
"Ya udah kita permisi duluan" membuka pintu mobil untuk Cahaya masuk.
"Iya pak hati-hati, anak-anak ayo kita pulang" ajak Jeni kepada Kevin dan Johan.
Di mobil pun Kevin asik dengan sendirinya "Tante kita mau kemana, ini bukan arah jalan pulang" tanyanya.
"Tante mau ambil kue di rumah teman tante, hari ini akan ada arisan tinggal makanan yang manis-manis belum ada" jawab Jeni langsung memarkirkan mobilnya.
Astri yang datang berkunjung ke rumah tetangganya itu memberikan sesuatu dari pintu samping rumahnya, tetangga itu pun membuka pintunya "wah tetangga baru" ucapnya.
"Perkenalkan mbg nama saya Astri, karena saya di sini baru jadi saya menyapa tetangga sebelah rumah dulu. Ini mbg saya membawakan sesuatu" langsung memberikannya kepada tetangganya itu.
"Aduh iya mbg Astri, perkenalkan nama saya Bida kepanjangannya bidadari surga hahaha" jawabnya.
__ADS_1
"Wah Mbg Bida namanya keren" ucap Astri.
"Biasa aja mbg, sudah biasa di puji. Mbg Astri pasti betah tinggal di sini, disini kawasan elit, aman, nyaman jadi ngak akan mau deh cari tempat lain" ucapnya sambil memegangi punggung Astri.
"Aduh, semoga saja Mbg Bida" jawab Astri.
"Aduh maaf mbg saya cuma pegang bukan nabok" tawa Bida.
"Ngak apa-apa, tadi saya bawa masakan saya untuk di cicipin. Semoga mbg Bida suka" ucap Astri.
"Pasti suka donk kalau di kasih makanan, oh iya mbg Astri saya jualan kue di rumah jadi kalau mau order yang manis-manis langsung dengan saya" jawabnya. Namun suara bel dari pintu depannya berbunyi.
"Aduh mbg seperti pelanggan saya datang mau ambil kue, maaf ya saya tinggal."
"Ngak papa saya juga permisi mau pulang" jawab Astri pun berjalan pergi meninggalkan pintu rumah samping Bida.
Kevin yang saat itu ingin pipis langsung kabur lewat samping, saat dia berlari Kevin bertabrakan dengan seseorang.
"Aduh maaf" ucap Kevin.
"Iya ngak apa-apa, adek gimana" langsung membantu Kevin berdiri. Kevin pun menoleh ke orang itu dengan wajah kaget dan tubuh Kevin seperti batu tidak bergerak sedikit pun.
"Adek" ucap Astri ketika melihat anak kecil di depannya melamun.
"Eh, Tante Mira. Ngapain di sini" sambil mengucek matanya.
"Maaf ya dek, saya pergi dulu" langsung berlari pergi.
"Tante tunggu dulu" Kevin pun ikut mengejar Astri yang pergi buru-buru karena teriakan Mia yang mencarinya. Tapi saat mengejar Kevin di panggil oleh Jeni yang melihatnya hendak keluar pagar samping.
"Aduh keburu di panggil tante lagi, tapi tadi Tante Mira masuk ke rumah ini. Berarti Tante Mira tinggal disini" celotehnya langsung mendekati Jeni.
"Kamu ngapain" tanya Jeni.
"Nanti aja Tante tanyanya, Kevin kebelet nih" jawabnya.
"Ya udah masuk ke dalam nanti bocor disini lagi" jawab Bida. Kevin masuk ke rumah dan mencari toilet.
Selesai keluar dari toilet karena rasa penasarannya dia pun mendekati Johan dan berbisik, mendengar bisikan Kevin Johan kaget dan tidak percaya. Akhirnya Johan menanyakan kepada Bida
"Tante Bida tetangga tante namanya siapa" menunjuk rumah di sebelah Bida.
"Oh, tetangga baru tante namanya Astri. Pindahan hari ini kesini" jawab Bida.
__ADS_1
"Kalian kenapa kepo gitu" marah Jeni.
"Ngak apa-apa jeng namanya anak-anak, dia punya anak perempuan seusia mereka mungkin saja 2 anak laki-laki penasaran" ucapnya.
"Ngak tante, ngapain penasaran sama anaknya. Cuma penasaran sama" ucapan Kevin di jawab oleh Jeni.
"Udah, ayo pulang. Masih kecil ngak usah penasaran sama anak orang" sambil membuka pintu mobil.
"Makasih jeng, besok-besok pesan lagi" jawab Bida, Jeni pun hanya mengulurkan jempolnya ke atas tanda setuju di dalam mobil.
Cahaya yang selesai di antar Bagus langsung masuk ke dalam rumah, Harisza yang saat itu melihat Bagus sampai buru-buru mendekati. "Bagus papa mau bicara" ucap Harisza.
"Pa, nanti aja bicaranya. Bagus capek banget baru pulang dari Bali terus jemput Cahaya dan bentar lagi akan ada meeting. Maaf pa Bagus lagi ngak ada waktu" masuk ke kamarnya untuk berganti baju.
"Ya sudah lah, aku akan cerita di saat dia tidak sibuk. Sekarang aku telpon Dirga dulu gimana kabarnya di sana" pergi ke ruangannya.
Kevin pun di kamarnya merasa gelisah, Johan yang lagi belajar menemaninya di kamar pun merasa risih.
"Ahhhhhh" teriak Kevin.
Johan pun melempar bukunya ke Kevin sehingga mengenai wajahnya.
"Sakit" ucap Kevin.
"Kamu kenapa sih, sibuk sendiri. Aku lagi belajar ne" ucap Johan kesal.
"Aku masih memikirkan hal tadi, jelas-jelas di depan mata ku itu Tante Mira" jawabnya.
Johan pun mendekati Kevin "Waktu jalan pulang ke Jakarta aku juga melihat Tante Mira."
"Apa kamu pernah lihat juga" tanya Kevin.
"Iya, tapi kata mama itu hanya halusinasi karena kita kangen dengan orang tersebut" jawab Johan.
"Ini bukan halusinasi, tapi nyata di depan wajah. Sekarang kita telpon Cahaya" mengambil hpnya.
Cahaya yang mau tidur pun mendengar suara hpnya bergetar di lemari.
"Wah udah lama ngak pegang hp, hari ini baru bergetar" ucapnya langsung mengambil hp, saat di lihatnya Kevin menelpon.
"Kenapa" tanya Cahaya.
"Cahaya ada kabar untuk kamu" jawabnya.
__ADS_1
"Kabar apa."
"Kamu jangan kaget yah, tadi siang aku ketemu sama" hp Kevin pun langsung di tarik oleh Johan.