Ayah Ku Idola Ku

Ayah Ku Idola Ku
bab 126


__ADS_3

Selesai makan pun mereka berangkat ke sekolah, Cahaya yang saat itu masih di kursi roda perlu bantuan teman-temannya.


Mia yang dari jauh melihat Cahaya mempunyai ide untuk mengganggunya, "Bu, kita ke tempat Cahaya" tunjuk Mia melihat Cahaya, Kevin, Johan dan Linda yang berjalan masuk ke dalam gerbang.


"Ayo" ucap Prita sehingga mereka menghampiri Cahaya.


"Cahaya, gimana keadaanya sekarang" tanya Prita.


"Bu guru, Cahaya ngak apa-apa tapi dokter bilang ngak boleh byk gerak dulu kakinya masih bengkak" jawab Cahaya.


"Ya udah ibu bantu dorong masuk" sambil membantu mendorong kursi roda Cahaya.


Mereka pun masuk ke dalam kelas bersamaan "Cahaya kalau perlu apa-apa minta bantuan sama teman atau sama guru yang lain" ucap Prita membuat Cahaya mengangguk.


Bu guru Vivi yang mengintip dari depan pintu segera pergi, karena hari ini olahraga semua anak menggantikan seragamnya.


"Cahaya, kamu duduk di dekat lapangan saja karena hari ini pak guru mau ngajarin main basket" ucap Johan memegang kursi roda Cahaya.


"Ngak usah, Cahaya kamu di kelas karena di luar bahaya" teriak Kevin yang masuk ke dalam kelas selesai mengambil bola basket.


"Cahaya kamu mau yang mana, Kevin atau Johan" tanya Linda.


"Maksudnya" jawab Cahaya.


"Eh salah, maksudnya kamu mau ikutin kata Johan atau Kevin" tanya Linda lagi.


"Aku mau keluar, aku bosan di kelas sendirian" jawab Cahaya.


"Ya udah aku temenin" ucap Kevin.


"Enggak, nanti kamu malah di omelin sama pak guru dan kamu kan leader basket di kelas kita. Aku janji deh ngak banyak gerak cuma duduk diam lihat aja" oceh Cahaya.


Johan pun langsung mendorong kursi roda Cahaya "jangan" cegah Kevin sambil memegang tangan Johan.


"Kamu ngak boleh ngelarang Cahaya, ini kan ke putusan Cahaya" melepaskan pegangan Kevin dan mendorong kursi roda keluar di susul oleh Linda.

__ADS_1


Mia yang melihat itu tersenyum dan mendekati Kevin yang masih berdiri "hei jahil, Cahaya itu lebih suka berteman dengan Johan dari pada kamu karena kata-kata Johan membuat dia nyaman dari pada kamu yang cuma bisa melarang" ledek Mia.


"Diam kamu, aku ngak usah dengar ocehan nenek lampir kayak kamu" jawab Kevin meninggalkan Mia di dalam kelas.


Mia pun kesal "dasar bodoh, susah sekali membuat anak ini terhasut karena sifat kerasnya. Kalau gitu aku kerjain Cahaya aja deh" ucap Mia berjalan keluar.


Cahaya yang duduk sendiri melihat temannya bermain basket, Mia yang saat itu ikut bermain basket sengaja menyenggol tubuh Linda yang hendak mengoper bola sehingga bola pun malah berlawanan arah mengenai kursi roda Cahaya.


Cahaya yang kaget bola mengenai kursi rodanya itu sehingga kursi roda itu bergerak berjalan sendiri, Kevin yang melihat itu segera cepat berlari di susul oleh Johan, Linda dan guru yang lain.


"Cahayaaaa" teriak semuanya.


Mia pun tersenyum tertawa melihat semuanya mengejar Cahaya "hahaha jatuh loh" ucapnya Mia dalam hati.


Cahaya pun ketakutan memejamkan matanya "tolong" dalam hati Cahaya sambil berdoa.


Saat kursi roda itu hampir mengenai selokan tiba-tiba kursi roda itu berhenti, Cahaya membuka matanya dan melihat Bu Prita ada di depan matanya.


"Ibu" ucap Cahaya, Prita pun segera memeluk Cahaya melihat ekpresi ketakutan Cahaya.


Kevin dan yang lain pun ngos ngosan mengejar Cahaya segera berhenti "Cahaya kamu ngak apa-apa" tanya pak guru.


"Ngak apa-apa pak" jawab Cahaya.


Linda pun tiba-tiba menangis "hueee huee huee Cahaya maafin aku" tangisnya membuat Prita kaget sehingga mendekati Linda.


"Ngak boleh nangis gitu, Cahaya kan ngak apa-apa" ucap Bu Prita menenangkannya.


"Tapi Bu, kalau ngak ada ibu tadi pasti Cahaya jatuh dan terus tambah parah" tangisnya. Cahaya pun memegang tangan Linda.


"Ngak apa-apa, kan kenyataannya ngak kayak gitu" Linda pun berhenti menangis mendengar ucapan Cahaya itu.


"Cahaya aku udah bilang di kelas aja, ngeyel sih kalian bertiga malah belain dia. Kamu lagi emang ngak lihat dimana arah ring bola sampai-sampai mengoper bola mengenai Cahaya gitu" kesal Kevin.


Linda pun diam dan menoleh ke arah Mia yang mendekati mereka "gara-gara dia" tunjuk Linda ke Mia.

__ADS_1


Mia pun kaget mendengar ucapan Linda "kok kamu nyalahin aku" kesal Mia membela diri.


"Kamu tadi mendorong aku sampai-sampai bolanya terlempar ke arah Cahaya" marah Linda.


"Enak aja, aku kan mau rebutin bola bukan dorong kamu" jawab Mia.


"Kamu sengaja yah Mia mau jahatin Cahaya, aku tau kamu ngak suka dengan Cahaya kan makanya lakuin gitu" teriak Kevin.


"Kenapa sih ucapan Kevin ini udah kasar dan benar juga dalam menilai orang, aku harus tenang karena aku ngak mau Bu Prita jadi ilfil dengan aku gara-gara ini" ucap Mia dalam hati.


Mia pun berekspresi sedih "dulu aku memang tidak suka dengan Cahaya tapi aku kan sudah minta maaf jadi aku engak pernah tu jahatin Cahaya" ucap Mia.


"Bohong, orang kayak kamu mana mungkin berubah baik dengan cepat" teriak Johan.


Mereka pun bertengkar menuduh Mia, melihat itu Bu guru dan pak guru segera melerai mereka "anak-anak hentikan" teriaknya sehingga mereka pun diam.


"Teman-teman udah jangan ribut, aku juga sehat sekarang jadi jangan saling salah" ucap Cahaya.


"Apa, saling salah. Dia itu memang salah Cahaya. Bete banget sih kamu harusnya bela kami dan nurut apa yang aku ucapkan di kelas tadi" kesal Kevin segera pergi meninggalkan mereka.


"Kevin" teriak Johan, Cahaya pun segera memegang tangan Kevin.


"Nanti aku yang akan menyelesaikan masalah ini pada Kevin, biarkan saja untuk sekarang" ucap Cahaya yang membuat Johan mengangguk.


"Sekarang yang ikut escool lanjutkan, Linda dan Johan antar Cahaya ke dalam dan Mia ibu mau bicara" ucap Prita membuat mereka segera pergi.


Johan yang mendorong Cahaya ke kelas pun segera memberhentikan langkahnya saat menoleh ke arah Kevin yang sedang duduk sendiri di dalam kelas.


"Kalian pergi saja kesana, aku yang akan bicara sama Kevin" Cahaya mengusir Linda dan Johan sehingga mereka pun pergi meninggalkan Cahaya sendiri.


Dengan susah payah Cahaya mendorong kursi rodanya dengan tangan masuk ke dalam kelas menghampiri Kevin yang masih duduk sendiri menoleh ke luar jendela.


"Kevin" panggil Cahaya.


Kevin hanya diam tidak menjawab panggilan Cahaya itu, "Kevin kamu ingat ngak dulu kamu gitu kalau kesal selalu memandang ke arah jendela, dulu kita sering bertengkar namun seiring berjalan waktu semua berubah dengan sendiri" celoteh Cahaya.

__ADS_1


__ADS_2